Rindrianie's Blog

Kuliah bisik-bisik

Masih tentang kelas “Telaah Drama” saya setiap Senin Malam.

Seperti biasa, saya terlambat datang. Pintu kelas tertutup, tapi tak terdengar suara Sensei dari luar, membuat saya curiga “jangan-jangan pindah kelas nih”, dan akhirnya mengintip ke dalam. Tetapi Morita Sensei ada di sana, dan kuliah kelihatannya sedang berlangsung.

Setelah mengetuk pintu dan meminta maaf karena terlambat, Sensei menunjukkan sebaris kalimat di papan tulis untuk saya baca :

すみません、喉がいたいので、音が出ません。出席と中間テストの結果を探してください。

Artinya kurang lebih : Maaf, saya sedang sakit tenggorokan, suara saya hilang. Silahkan absen dan mengambil hasil UTS.

Oh? Pantas saja suara Sensei tidak terdengar!

Setelah absen dan mengambil hasil UTS (yipppieee… nilai saya 85 halah, cukup besar bagi mahasiswa yang jarang belajar seperti saya hehe), saya pun duduk dan mendengarkan kuliah bisik-bisik itu hingga selesai.

Saya salut dan kagum terhadap Sensei saya ini, dalam keadaan tidak bersuara seperti itu pun, masih saja beliau datang dan memberi kuliah, walaupun kami harus ekstra konsentrasi menangkap penjelasan bisik-bisik sang Sensei, tapi bagi saya sikapnya itu mencerminkan sebuah rasa tanggung jawab yang tinggi, dan bentuk betapa amanahnya beliau terhadap profesinya sebagai dosen, sehingga menjalaninya sebaik mungkin, walaupun apapun.

Saya berani jamin, dosen-dosen saya yang lain (baca : dosen orang Indonesia) akan meng-sms salah seorang dari kami menginformasikan kuliah hari itu ditiadakan, atau sang dosen masuk sebentar ke kelas dengan menjelaskan kondisinya tidak bisa mengajar lantas memberi tugas (or whatsoever) sebagai pengganti kuliah hari itu, atau mengadakan make up class di hari lain (yang seringnya tidak jadi), atau membiarkan saja para mahasiswa-nya lumutan di kelas menunggu kehadirannya tanpa hasil dan baru pada pertemuan berikutnya menjelaskan “Waah..kemarin itu saya bla…bla…bla…”. Tidak semuanya mungkin, tapi sebagian besar.

Maaf jika terkesan SARA ya, tapi saya pikir tidak ada salahnya meniru etos kerja masyarakat Jepang yang demikian tinggi seperti itu, bukan? Karena sampai tulisan ini dibuat, saya belum pernah mengalami kelas atau kuliah bisik-bisik seperti itu dengan guru atau dosen saya yang lain.

Dari kuliah bisik-bisik Senin lalu itu pula lah, saya menyadari bahwa saya seringkali belum memiliki tanggung jawab setinggi itu, ataupun se-amanah beliau terhadap pekerjaan saya, hiks.

Well, have a great Wednesday, Pals 😉

0 Comments

  1. bundamahes

    etos kerja, sesuatu yang masih bisa dihitung dengan jari di Indonesia 😥

    Orin : Begitulah Bubun… 🙁

    Reply
    1. ysalma

      betul, masih harus belajar banyak,,
      sudah terbiasa dengan alam Indonesia Kaya Raya kali yaa.

      Orin : Semoga ga terlalu lama merasa begitunya ya mba 🙁

      Reply
  2. Lidya

    Jepang memang dikenal dengan disiplin tinggu ya. kemarin waktu tsunami salut banget untuk dievakuasi saja bisa antri teratur.bayangkan disini pasti kacau balau pabalieut hehehe

    Orin : Iya mba Lid, mereka malu kalo sampai ‘mengganggu’ orang lain 🙂

    Reply
  3. Irranida Hussi

    Keren. Satu lagi contoh konkret karakter orang Jepang, amanah. Terima kasih sudah berbagi. Salut. 😀

    Orin : Iya mba, merasa tersindir 🙁

    Reply
  4. zee

    Apalagi kalau kuliahnya pakai PPT, lebih enak lagi. Jadi meskipun bisik-bisik, masih ada materi yang bisa dipelajari oleh mahasiswanya. Kalau jaman saya dulu ya dosennya menerangkan, mencatat di papan tulis, dan merepet :).

    Orin : Itu dia mba Zee, beliau dosen sepuh yg mengajar dengan cara konvensional, jadi kita belajarnya mesra gitu deh berbisik2 ria 😀

    Reply
  5. archer

    salut dan patut ditiru tuh mantap!!

    Orin : Mari kita jadikan teladan 😉

    Reply
  6. nh18

    Saya kira …
    Tidak semua dosen males seperti itu …
    ada juga yang rajin …

    Orang jepang pun saya rasa juga begitu …
    Ada yang rajin … ada pula yang malas …

    (masalah banyakan yang mana … naaa itu masalah lain)

    We are all human being …

    Salam saya Orin

    Orin : Yes we are, Sir 😉

    Iya Om…tidak bermaksud menyamaratakan kok, dan tulisan ini lebih diperuntukkan untuk ‘menyentil’ diri sendiri yang banyak malesnya hihihihi

    Have a nice rest, Om 🙂

    Reply
  7. dewifatma

    Itu juga yang dikeluhkan bos aku kemarin. Ethos kerja orang Indonesia, tanggung jawabnya terhadap amanah yang diberikan..bla..bla… Bikin aku sedih, ternyata ethos kerja kita buruk banget dimata ‘orang luar’

    Orin : Jadi PR bersama untuk selalu memperbaiki diri ya mba Dew 😉 Semangaaaattt

    Reply
  8. ceritabudi

    Ada malas ada rajin, semuanya ada mbak…entah di dalam maupun di luar, cuman skalanya aja yang berbeda.. seperti kata om nh

    Orin : mudah2an kita termasuk yg rajin ya Bli 😉

    Reply
  9. IbuDini

    Sebenarnya kita bisa melihatnya…negara kecil saja bisa maju dan berkembang dengan pesat…product2nya dimana2 dan bertahan lama…karna semangat yang tinggi dan tanggungjawab yang besar…
    Dari tulisan ini juga kita mendapat pembuktian lagi….

    Meskipun negara kita bisa dibilang negara maju dan bertanggungjawab tetapi satu atau dua orang yg melakukan kesalahan maka semua bisa kebawa-bawa.
    Semoga saja kesadaran pada kita lebih lagi utk bangsa ini.

    Orin : Betul Ibu, semoga semakin banyak lagi masyarakat kita yang bisa meningkatkan etos kerja seperti dosen saya ini ya Bu. Terima kasih untuk kunjungannya 😉

    Reply
  10. Adi Nugroho

    cuma bisa baca sumimasen sama kana laen, yang kanji buta dah, heheheheh

    Orin : hehehe…. udah hebat banget itu 😉

    Reply
  11. Susindra

    Itulah salah satu etos kerja yang membesarkn Jepang. Seandainya di Indonesia juga begitu. Hmm… tapi ga mau mengeluhkan bangsa sendiri ah. Diterima apa adanya sambil tetap berusaha berubah.

    Orin : Betul mba Sus, mulai dari diri sendiri yuks untuk berubah 😉

    Reply
  12. tunsa

    di Indonesia juga punya dosen yg demikian. pasti itu, meski masih sedikit.. hehe…
    salam

    Orin : Iya mas Ari, mudah2an akan semakin banyak ya 😉

    Reply
  13. Masbro

    Orang kalo sudah setia pada sesuatu yang dia jalani, pastilah memiliki tanggung jawab pada apa yg sudah dia pilih.. Istilahnya, bekerja dengan hati. Selamat sore Mbak;

    Reply
    1. nh18

      saya suka komentar Mas Bro ini ….

      Salam saya Acacicu

      Reply
      1. Orin (Post author)

        Sepakat Masbroooo…itu kuncinya ya Om, “bekerja dengan hati” 😉

        Reply
    2. mylitleusagi

      bangetttt…
      kalauudah suka dan pakai hati,,
      pasti di kerjain..
      *tos..*

      Orin : Tosssss ^^

      Reply
    3. Nchie

      setuju ma komennya..
      bekerja dengan hati,meni ikhlas kitu mas..

      Reply
  14. alamendah

    Salut pada dosennya. Biarpun dalam kondisi sakit tetap tidak meninggalkan kewajibannya.

    Orin : Iya mas Al, beliau salah satu dosen favorit saya 😉

    Reply
  15. giewahyudi

    Saya mau tanggung jawab kok.. 🙁

    Orin : hihihi…iya…iya… saya tau mas Gie orangnya bertanggung jawab kok 😛

    Reply
  16. Lyliana Thia

    Orin, aku setuju sama komentarnya Om nh18, karena nggak semua dosen spt itu looooh… 😀

    Aku juga pernah punya dosen yg etos kerjanya seperti kebanyakan orang Jepang ini. Dan memang masih sedikit sih…

    Yah mudah2an bisa diambil hikmahnya, supaya qta bisa contoh negara yg maju spt Jepang itu 😀

    Orin : Iya mba Thi, aku jg ga bilang semuanya koook *membela diri* hihihi..
    Yup, yg penting belajar dan terus memperbaiki diri ya mba. Semangaaaat 😉

    Reply
  17. Mabruri Sirampog

    tapi terkadang mahasiswa or muridnya juga ikut seneng kalau kuliahnya dibatalin karena dosennya ga berangkat.. heheh (pengalaman)…
    Padahal sangat merugikan …

    salam bunda…

    Orin : Kalo zaman sekolah dulu memang seneng gurunya ga ada, tapi kalo kuliah (apalagi sekarang yang memang sambil kerja) bete dan kesel kalo dosennya ga hadir Mas Mab 🙂

    Reply
  18. Agung Rangga

    wah, kak orin kuliah bahasa jepang ya? 😯
    saya aja maleees banget menghapal kosakata-nya… 🙁
    kalau hiragana sih, saya udah lumayan bisa… 😉

    Orin : heuheu…ayo Dek kita belajar bareng 😉

    Reply
  19. Pendar Bintang

    Hm…..Dosen malas 😛

    He he he he he he

    Reply
    1. Pendar Bintang

      Alasan sakit tenggorokan…. 😛

      Reply
      1. Pendar Bintang

        Mintain maaf ya….udah koment gitu ama sinsei… “Gomen Nasai” 😉

        Orin : hihihi…santai aj Han, senseinya pemaaf kok 😀

        Reply
  20. idana

    merasa tersentil….
    sepertinya aku ngak punya rasa tanggung jawab sebesar itu, buktinya hari ini bolos ‘lagi’ cuma alasan sakit peerut 🙁

    Orin : Kita sama2 belajar ya mba 😉 Eh, semoga udah sembuh sakit peyutna mba Ida..

    Reply
  21. Asop

    Tak mengapa, Mbak, memang beginilah kenyataan. 🙂

    Orin : Baiklah Sop 🙂 he he

    Reply
  22. marsudiyanto

    Komentar saya ini kayaknya juga bisik2… 😀

    Orin : Hai Pak Mars (menyapa bisik2 :D)

    Reply
  23. Gaphe

    kalo itu namanya dedikasi sama pekerjaan.. etos kerja dan sense of belonging sama kerjaannya tinggi. dan itu yang patut dicontoh…

    bisa juga mnunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap anak didik?.. hemm.. seru yah, ada kuliah segala.

    emang kamu kerja dimana toh Rin?

    Orin : Weleeh…kuliahnya ga ada hubungannya sama pekerjaanku mas, makanya aku pasti telat mulu, wong pulang kerja jam 5, kuliah mulai jam 5 hahahaha

    Reply
  24. joe

    wah yang di belakang pasti ngantuk deh

    Orin : Untungnya saya duduk paling depan mas Joe he he

    Reply
  25. dieka

    kunjungan pertamaaaa… 😀

    salam kenal.. wahh.. dosennya keren yah.. penuh tanggung jawab.. budaya jepang :mrgreen:

    Orin : Terima kasih sudah mampir Dieka 😉

    Reply
  26. Kakaakin

    Semoga Morita Sensei sudah berobat ke dokter, sehingga kuliah selanjutnya nggak perlu bisik2 lagi 😀
    Hmm… rasanya aku juga belum termasuk orang yang sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan 🙁

    Orin : Amiin, mudah2an ya Ka 😀
    Uhuk, iya Ka Orin jg 🙁

    Reply
  27. hilsya

    Hm.. jadi inget waktu ‘kuliah’ di jepun. Sensei ga terlalu bisa bhs inggris, kita ga ngerti nihon-go, lalu koordinator yg terjemahin.

    Meski gitu sensei yg udah sepuh itu semangat banget bikin kita supaya ngerti, supaya bisa balik ke Ina dengan kepandaian sedikit lebih. Beliau udh wafat 6 th lalu, tapi kalo liat fotonya masih suka kebayang. Sedih..

    Lah.. curcol deui?

    Orin : Aaah senangnya yg pernah ke Jepun *ngiri dot com*

    Reply
  28. monda

    Alhamdulillah, selama kuliah tak pernah ada jam kosong krn dosen tak masuk, biasanya dosen yg jadwalnya minggu depan yg isi, alias tukaran jam gitu.

    Orin : Syukurlah Bun, saya masih sering ‘didzolimi’ dosen dengan menunggu beliau yang tidak hadir tanpa pemberitahuan 🙁

    Reply
  29. r10

    bangsa jepang yg katanya tidak percaya agama, malah bisa disiplin, seharusnya kita yg percaya agama bisa lebih baik lagi

    Orin : Itulah r10, yang membuat saya sangat malu 🙁

    Reply
  30. phiy

    wiw, jadi malu. Kalo aku sakit tenggorokan, aku ga bakal ngajar, paling ke klas, trus minta anak ngisi LKS :mrgreen:

    Orin : hihihi….semangat mba Phiy 😉

    Reply
  31. Ade Truna

    mulai sekarang rajin belajar, liat tuh semangat mengajar senseimu! *maaf saya lagi marahin si salma 😛

    Orin : Heuheuheu…semangat jg ya kang Ade 😉

    Reply
  32. syaiful

    salam kenal

    Orin : Terima kasih sudah berkunjung Pak 🙂

    Reply
  33. Prima

    Maaf, mbak aku telat BW, sibuk… *ini gaya orang indo… wkakakakaakka

    Orin : Iya dweeeeh, yg orang sibuk 😛

    Reply
  34. sedjatee

    sebuah pelajaran untuk pantang menyerah
    sekadar sakt tenggorokan
    tapi tetap bertanggung jawab pada jadwal mengajar
    saluuuut…

    sedj

    Orin : Iya nih mas Sedj, sentilan untuk saya 🙁

    Reply
  35. Necky

    kalau lihat dosen kayak begitu..apakah siswanya senang? mudah2an sih senang yah, karena sebagian besar mahasiswa di Indonesia dedikasi mauk kuliahnya juga kurang besar *menurut pengalaman pribadi sih….hehehehe*

    Orin : Saya pribadi senang sekali mas Necky, karena dateng jauh2 dan cape2 ke kampus kan untuk belajar, kalo ga ada dosen rugi waktu dan tenaga, kesel jadinya hehehehe

    Reply
  36. kris

    Semoga saya bisa bertanggung jawab seperti yang diceritakan diatas…
    Salam Kenal…

    Orin : Semoga mas 😉 Terima kasih sudah mampir yaa…

    Reply
  37. anny

    Disiplin dan konsisten itu yg ku kenal dari para nihon sensei 🙂

    Orin : Iya Teh, salut ya 😉

    Reply
  38. entik-ibunaikhsan

    patut dicontoh ya, semangat kerja-nya

    Orin : Muhun Bu 😉

    Reply
  39. niQue

    jiahhh tidak kebagian page one ya saya xixixi *virus forum ini*
    gpp SARA, wong SARA seneng aja diajak2 ke kelas kok xixixi *OOT*

    setuju sama si Om Trainer, sama aja orang mana2 juga, cuma kuantitasnya banyakan mana, nah baru bisa diomongin panjang lebar eh ga boleh ya? ngomongin orang kan gibah hahahaha … *sok bener*

    jadi nilai 85 itu males belajar?klo rajin berarti bisa dapat 100 tuh 😀

    Orin : hahaha….si SARA tuh yg dapet nilai 100 Kak Niq hiihihi

    Reply
  40. Nchie

    hehe..baru berkunjung lagi..
    sibuk eung..
    salam buat senseinya moga cepet sembuh gitu..

    Orin : Iyalaaah.. ci Teteh sibuk teruuuus he he.

    Reply
  41. Susan Noerina

    Say, di belakangnya ada backsound lagu “Bisik2 Tetangga” kaga? Huehehe. Tapi salut lah ama dosen yang model begituh. Lah dosen gw dulu, ada loh yang sehat wal’afiat, seger buger, tapi kaga masuk untuk suatu alasan yang ga jelas. Paraaahhh!!

    Orin : Embeeeer, ngeselin banget yg kek gitu tuh >_<

    Reply
  42. bintangtimur

    Kagum dengan sang dosen yang ‘maksa’ ngasih kuliah biarpun lagi sakit, kagum juga dengan Orin yang dapet nilai 85 biarpun katanya jarang belajar…
    😉

    Orin : hohohoo…. nilai 85 itu memang keajaiban yg indah Bu Ir 😀

    Reply
  43. agoenk70

    orang jepang selalu menjadi buat semua orang yah. dan sangat layak untuk di tiru. dedikasinya dan tanggung jawabnya sangat besar 🙂

    Orin : Yupz, mari kita tiru karakter baik masyarakat Jepang 😉

    Reply
  44. easy

    seorang pendidik yang mengerti benar tanggungjawab sebagai pendidik 🙂

    Orin : Betul mba, salut ya 🙂

    Reply
  45. Pakde Cholik

    Mereka bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya. Itu memang sudah tertanam dalam hati sanubari mereka ya nduk.Etos kerja mereka memang sip.

    Kitapun kalau di luar negeri juga akan terbawa dengan suasana kerja yang serius pada saat jam kerja dan santai ketika sudah weekend.

    Semoga kita bisa meniru hal2 yang baik dari orang asing.

    Salam hangat dari Surabaya

    Orin : Amiiin…semoga begitu ya Pak Dhe, kita bisa belajar hal2 positif dari mereka.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: