Rindrianie's Blog

Lapor SPT Tahunan, Yuk!

Huwaahhh…Maret hampir habis nih, sudah lapor SPT Pajak Penghasilan belom temans? Psst… tapi ya, dari dulu saya sedikit aneh dengan istilah SPT ini, singkatannya kan (kalau tidak salah) Surat Pemberitahuan Tahunan, tapi kenapa ‘nama panggung’nya jadi SPT Tahunan ya? Kan jadi ada 2 kata ‘tahunan’ kalau begitu? hihihihi *abaikan*

Nah, sekarang sudah ada e-filing yang gampil banget untuk melaporkan SPT Pajak Penghasilan ini di website www.pajak.go.id, rasanya cuma 15 menit saja tadi saya mengerjakannya. Dengan catatan internetnya lancar sih ya :D.

efilling

Untuk bisa melakukan e-filing ini, awalnya memang harus ke KPP terdekat dulu sih, untuk meminta e-FIN (electronic Filing Identification Number), fungsinya adalah semacam konfirmasi bahwa yang bersangkutan memang benar merupakan Wajib Pajak dari nomor NPWP tersebut. Nantinya, e-FIN ini digunakan untuk mendaftarkan diri di website https://efiling.pajak.go.id, kalau sudah terdaftar, tinggal mengisi SPT deh. Setelahnya, kita akan menerima surel berjudul [e-Filing] Bukti Penerimaan Elektronik sebagai konfirmasi bahwa SPT Tahunan kita sudah terkirim dengan baik. Biasanya kalau lapor ke KPP kan ada kertas kecil sebagai bukti tuh, nah, surel ini adalah pengganti bukti itu, jadi harus disimpan baik-baik yaa.

Oh iya, yang saya bicarakan untuk pelaporan pajak penghasilan pribadi ya temans (bukan perusahaan/badan usaha), dan juga sudah memiliki NPWP 😀

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menghadiri acara Blogger Bicara Pajak, yang berlangsung di DirJen Pajak di Medan Merdeka sana, alhamdulillah jadi banyak belajar. Misalnya saja hal yang paling mendasar, soal definisi pajak itu sendiri. Kalau menurut kbbi daring sih, definisnya begini nih:

pajak 1 /pa·jak /n pungutan wajib, biasanya berupa uang yg harus dibayar oleh penduduk sbg sumbangan wajib kpd negara atau pemerintah sehubungan dng pendapatan, pemilikan, harga beli barang, dsb

Ternyata, definisi resmi dan lengkapnya sebagai berikut:

Definisi pajak

Errr…pusing yah? qiqiqiqi. Sederhananya sih (meskipun pasti tidak sebanding),  kita anggap sajalah pajak ini serupa tapi tak sama dengan zakat bagi Muslim, wajib hukumnya bagi warga negara yang baik. Wajar dong kalau penghasilan kita banyak bayar pajaknya juga banyak? hehehehe.

Ibu Tyas (@SanityasJP) yang saat itu menerangkan kepada blogger soal pajak ini berkata, bahwa pahlawan sesungguhnya di zaman pembangunan sekarang ini, salah satunya adalah mereka-mereka yang patuh membayar pajak. Padahal jujur ya, sejak kasus Gayus Tambunan itu, saya agak-agak skeptis soal pajak. Kesannya kita (baca: rakyat) ‘dipaksa’ membayar pajak ini itu yang pada akhirnya kok dikorupsi juga *ups*.

Tapi analogi ibu Tyas begini, misalnya kita harus ke pasar, pasti bawa uang dong buat belanja, lantas di tengah jalan si uang ada yang nyuri, nggak jadi belanja deh. Kesel dong pasti, tapi besoknya (atau beberapa hari berikutnya lah), ya masa kita nggak ke pasar terus karena takut uang kita ada yang nyuri lagi sih? hihihihi. Maksudnya adalah, si pencuri ya harus kudu wajib dihukum dan diberantas, tapi kita -sebagai warga negara yang baik- juga harus tetap patuh pada kewajiban membayar pajak.

Kenapa? Karena pajak itu penting sodara-sodara.

Sudah tahu kan pajak itu pendapatan negara? Jadi ya digunakan untuk membiayai negara. Misalnya saja membangun sekolah, insfrastruktur kota, hingga untuk subsidi ini itu. Sebetulnya seluruh rakyat Indonesia sudah menikmati manfaat dari pajak ini kok, berupa listrik, BBM (yang entah kenapa naik mulu itu *ups* hihihihi), hingga jalan raya beraspal itu secara tidak langsung adalah hasil dari pajak yang kita bayarkan lho. Kita doakan sama-sama yuk, mudah-mudahan saja, sistem pajak di Indonesia akan semakin membaik, sehingga manfaatnya bagi masyarakat Indonesia jauh lebih terasa. Aamiin.

Ya sudah begitu dulu, Temans. Have a great day ;).

0 Comments

  1. Rideralam

    saya sudah punya npwp tapi gak pernah ngapa2in setelahnya, apakah akan bermasalah ke depannya?

    Reply
  2. joeyz14

    Aku udah donk rin. Dibikinin ama orang finance hehehehe pemalas

    Reply
  3. [bukan] Lee Min Ho

    Hayuuukkkk aku ikut teh… hehehe 😀

    Semoga berkenan menerima kehadiran ane.. hehehe 😀 Maklum udah lama nggak mampir, dan semoga kita senantiasa diberikan kelapangan untuk senantiasa bersilaturrahmi… Aamiin.. 🙂

    Dari Abu Hurairah ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

    ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ”

    “Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahmi”

    *SaHaTaGo (Salam Hangat Tanpa Gosong) pojok Bumi Kayong, Ketapang-Kalimantan Barat

    Reply
  4. desweet26

    aku baru mau setor hari ini maaak, hihihihi
    kebiasaan deh kalo udah waktunya mepet baru mau setor..tapi pan dari pada kaga disetor sama sekali, better agak telat ra po po yaa… ;p

    Reply
  5. jampang

    saya sudah lapor donk…. tapi mau buat pembetulannya… ada yang kurang 😀

    Reply
  6. Lidya

    suamiku juga baru lapor semalam rin

    Reply
  7. Inge Febria

    SPT (Surat Pemberitahuan), mb Rin…
    jenisnya ada SPT Masa (bulanan) dan SPT Tahunan. Hehe…

    kasus gayus emang dahsyat. asumsi masyarakat jadi kenceng, “tuh, gue bayar pajak akhirnya dikorupsi juga..” xixixi… padahal pajak dibayarnya ke negara yak, di bank pula 😀

    Reply
  8. Lyliana Thia

    yuukkk..
    hehehe…. thanks for the post, Orin..
    semoga semua kita jd tertib utk bayar pajak 🙂

    Reply
  9. indah nuria Savitri

    seneng karena sekarang bayar pajak makin mudaah ya…thanks infonyaaa…

    Reply
  10. Tips kesehatan

    dari tahun ke tahun saya belom pernah melakukan SPT sendiri pasti ibu atau tidak tante saya yang mengerjakan hihi maklum jarang dirumah 😀

    Reply
  11. kuliner semarang

    sudah selesai dong mba 😀

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: