Rindrianie's Blog

Lebaran Tahun Ini

Tahun ini adalah pertama kalinya saya benar-benar tidak pulang ke rumah orang tua saya di Majalengka. Walaupun beberapa tahun terakhir memang nyaris selalu sholat ied dulu di Karawang, baru setelah bersilaturahim dengan keluarga pak suami kami pulang ke rumah Mamah. Tapi tetap saja, judulnya adalah ‘PULANG’, yang tidak bisa dilakukan tahun ini karena ada ceu Corona yang entah kapan berakhir seluruhnya.

Kenapa nggak pulang aja? Toh PSBB sudah direlaksasi, larangan mudik atau pulang kampung sudah dicabut kembali, dan bukankah bandara-terminal-jalan raya-pasar dan mall juga sudah beramai-ramai didatangi?

Menjawab pertanyaan yang kelihatannya sederhana seperti itu rasanya akan terlalu panjang jika diuraikan di sini, lagipula siapalah saya, tidak punya kapabilitas apa pun he he. Intinya sih saya lebih memilih untuk berupaya keras untuk tetap ‘waras’ di tengah kegilaan yang tengah berlangsung. Jika qodarullah ternyata saya tetap terpapar, misalnya -nauzubillah- setidaknya saya sudah berikhtiar semaksimal mungkin. Dan itu sudah cukup bagi saya.

Mengorbankan orang tua hanya karena Corona? Ah, rasanya terlalu picik ya kalau kesimpulannya sedangkal itu. Saya tidak pernah tahu apakah saya termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala) yang carrier pembawa virus, alangkah berdosanya saya jika selepas pulang ke rumah keluarga saya dan tetangga-tetangga terpapar?

Kerinduan itu cukup terobati dengan teknologi kok. Bisa menelepon atau bahkan video call beramai-ramai (meski si whatsapp terbatas hanya untuk empat orang ternyata ya, lumayan aja sih hehehe). Dan bukankah rindu yang paling syahdu adalah ketika mereka yang kita sayangi itu selalu terucap namanya di setiap doa kita meskipun tak berjumpa?

Aih, kenapa jadi sok puitis romantis begitu ya ha ha. Mungkin, karena saat mengetik postingan ini di luar sana Takbiran dari mushola dekat rumah masih berkumandang. Membawa saya bernostalgi ke masa kecil saat pulang ke rumah nenek di panjalu-Ciamis, menyalakan kembang api bersama sepupu-keponakan-saudara, tidur berdempet-dempetan di rumah yang terlampau kecil untuk kami keluarga besar yang mendadak pulang di waktu yang sama. Sebuah memori indah yang menjadi semakin indah saat dikenang sekarang.

Lebaran tahun ini yang berbeda kali ini pun, kelak, semoga menjadi kenangan indah tersendiri. Bahwa saya, kami, kita semua, tetap bertahan meski keadaan sulit, tetap berbahagia dengan keterbatasan yang ada.

Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan mendatang ya temans, Aamiin ya robbal’alamiin.

HAPPY EID AL-FITR MUBARAK

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: