Rindrianie's Blog

#Lebaran1439H

Ini kenapa judulnya pakai tagar segala ya? hahahaha.

Sebelumnya, mohon maaf lahir dan batin bagi temanteman yang sempat mampir di sini yaa. Jika ada kata-kalimat yang kurang berkenan, dari lubuk hati yang paling dalam, mohon saya dimaafkan :).

Saya ingin bercerita tentang Lebaran tahun ini, yang biasa saja sebetulnya, hampir serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi tak apalah ya, sebagai catatan perjalanan he he.

Menyambung cerita di postingan ‘Sebuah Pengakuan‘ beberapa waktu lalu, tempat bekerja saya yang baru memang berbasis jasa kesehatan, yang harus siap siaga nyaris 24 jam sehari setiap hari. Intinya sih, libur cuma tanggal merah aja! hahahaha *nangis sambil mewek #eh. H-1 Lebaran setengah hari sih, saya ingin langsung pulang ke Majalengka, seru juga sepertinya merasakan takbiran di jalan. Tapi AM tidak setuju, khawatir macet bla bla bla, padahal mah ya, nama pun Lebaran, kalo mudik nggak macet ya nggak seru, yekan? 😛

Tapi ya sudahlah, sholat Eid dulu di Karawang. Jika tahun lalu kami ke alun-alun Karang Pawitan, kali ini mencoba di mesjid komplek saja. Meskipun sepi, rupanya banyak juga tetangga-tetangga yang tidak (atau belum) mudik, hingga sholat Eid bisa dilaksanakan.

Setelah sholat langsung ke rumah nenek-nya pak suami, bersilaturahmi dengan keluarga kakak ipar sebelum pulang ke Majalengka. Dan tentu saja menumpang makan ketupat opor ayam biar kuat sepanjang perjalanan hahaha.

Alhamdulillah perjalanan ke Majalengka super lancar, tidak sampai 2 jam sudah tiba di rumah Mamah, nggak pake ngerem juga sih nyetirnya qiqiqiqi. Lebaran kali ini adik perempuan saya yang sedang berpetualang di Jakarta tidak bisa pulang, baru saja diterima kerja dan memang jadwal masuk pas Lebaran, hiks sedih. Padahal adik laki-laki pertama saya yang sedang bekerja di Korea, memaksakan cuti agar bisa berlebaran di rumah (meskipun baru sampai di rumah Mamah hari Seninnya), tapi ya sudahlah ya, disyukuri saja :D.

Hari Sabtunya, kami pergi ke Panjalu, ke rumah nenek. Sebetulnya agak jiper, bisakah si odong-odong (panggilan sayang saya untuk mobil imut-imut kami he he) mengantarkan kami ke sana? Karena jalur ke Ciamis ya begitu itu kan, selain berliku-liku, juga naik turun yang cukup ekstrim. Sementara si odong-odong udah mah mobil LGCC juga ‘cuma’ city car. Tapi teringat tahun lalu seorang paman saya bisa berhasil ke rumah nenek (bahkan langsung dari Bekasi) dengan baik-baik saja menggunakan mobil serupa. Ya sudah dicoba saja toh?

Minus adik laki-laki kedua yang sengaja naik motor, kami berangkat. Mamah, Bapak dan si adik bungsu di belakang. Saya yang lebih banyak nyetir, karena AM ini ‘orang kota’ banget, katanya sih masih was-was nyetir di jalanan kecil kampung. Saya? Berani? Sebetulnya sih nggak, tapi ya diberani-beraniin aja hihihihi.

Video di bawah ini sebetulnya perjalanan pulang, karena pas berangkat masih tegang semua, boro-boro inget ngambil video segala hahaha. Semuanya fokus, tidak hanya sopir yang harus berkonsentrasi penuh, tapi semua penghuni mobil! :P.

Akhirnya kami menginap semalam di rumah nenek, karena terakhir kali saya ke sana adalah 5 tahun lalu! Ya ampuuuun, cucu durhaka heuheu. Sayangnya saya malah lupa berfoto ria bersama nenek dan para paman-bibi-sepupu-saudara yang kebetulan berkumpul di sana, tapi kenangannya sudah tersimpan di kepala *tsaaah.

Minggu pagi pulang lagi ke Majalengka, tidak lupa sok-sok hiking dulu ke sawah, padahal mah pengen foto-foto yogaan aja sih hahahaha. Tapi lumayan berkeringat karena pagi-pagi begitu (jam 6an) memang masih terasa banget dinginnya.

Pulangnya lewat rute yang lain, konon lebih cepat, meskipun ternyata tanjakan dan turunannya lebih ekstrim, daaaan pak suami dong yang nyetir *terharu. Meskipun saat di tengah perjalanan berhenti ke toilet di mesjid, gantian nyetir sih he he.

Senin bada Ashar, saya dan AM pulang lagi ke Karawang. Begitu masuk tol Cipali sudah mengantri ternyata. Tidak berapa lama semua jalur dibuka untuk arah Jakarta, tapi dijadikan satu jalur lagi. Lihat GPS meraaaaah terus sampai Cikampek.  Berhenti di Rest Area KM 130 untuk sholat pun susah banget parkirnya, berhenti di rest area berikutnya untuk ngisi bensin pun sama aja, antriannya lamaaaa. Akhirnya nekat keluar di Dawuan, eh ternyata sama saja sih macet hihihihi. Masya Allah deh, sampai rumah hampir tengah malam. Rekor nih hampir 8 jam Majalengka – Karawang doang. Jadi Selasanya saya masih mabok dong, bolos kerja deh tuh 2 hari *ups hahahaha.

Tapi yaa, Alhamdulillah masih bisa silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga. Jadi, gimana Lebaranmu kali ini, temans?

 

 

 

 

 

 

 

3 Comments

  1. Maman Firmansyah

    Ketauan lah alesannya nggak ikut reunian SMP tuh.. :).

    Wilujeng boboran siyam, Bu Rinrin, mohon maaf lahir dan bathin ya.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      insyalloh reuni selanjutnya mah tiasa dongkap pak maman hehehe. Sawangsulna nuhunkeun dihapunten sadaya kalepatan 😀

      Reply
  2. Arman

    Selamat Idul fitri ya rin…mohon maaf lahir batin

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: