Rindrianie's Blog

Lelaki Bermata Elang

Baiklah, jika kau demikian memaksa, aku akan bercerita.

Awalnya adalah cinta. Aku terpukau pada sepasang matanya yang elang. Lelaki yang-tidak-ingin-kusebut-namanya itu memiliki sepasang mata terindah yang pernah ada. Aku jatuh cinta padanya begitu saja. Dan rupanya lelaki bermata elang itupun mencintaiku.

Aku tidak lagi ingat, seberapa bodohnya aku kala itu karena cinta yang membutakan logika. Saat aku mencintai sepasang mata elang miliknya, lantas kenapa aku mengizinkan diriku dinikahi oleh seluruh tubuhnya? Sebuah kebodohan yang terlampau terlambat untuk bisa aku sesali.

Mata elangnya memang memesona, seperti seharusnya. Tapi tangannya tak hanya pandai membelai, keduanya pintar juga menampar. Bibirnya yang manis seringkali juga memaki pahit melukis luka. Kaki-kaki tegapnya yang panjang pun tak jarang ikut menendang sekuat tenaga.

Aku tahu, seharusnya aku hanya menikahi sepasang mata elangnya, bukan seluruh dirinya. Tapi seperti yang kukatakan padamu tadi, penyesalanku terlambat datang. Aku tak punya pilihan selain lari, dan janganlah kau katakan pada lelaki itu aku bersembunyi di sini. Di dasar sungai tempat mobilku menemaniku melarikan diri.

Ah ya, jika lelaki itu akhirnya menemukan tubuh kakuku, maukah kau katakan padanya aku tetap mencintai sepasang mata elang miliknya? Aku akan setia menunggunya di neraka.

***

Note : 188 kata, untuk MFF Prompt #49 : In the Eye of You

0 Comments

  1. ysalma

    terlambat untuk menyadari kalau ternyata hanya ‘menyukai’ sepasang matanya, bukan mencintainya, endingnya tragis,

    Reply
  2. rinasetyawati

    cinta membutakan segala galanya ya…

    Reply
  3. jampang

    kali ini si aku bunuh diri…. lain cerita di lain masa, mungkin si aku akan mencongkel kedua mata itu…. ups… jadi sadis 😀

    Reply
    1. latree

      aku hampir menduga seperti itu, karena seringnya itu ‘terjadi’ di flashfiction yang sering kita baca akhir-akhir ini :)))

      Reply
  4. Taufiq Firdaus A A

    tajam!

    Reply
  5. Sarah

    ih wow juga bahasanya, mantap surantap, Teh 😀

    Reply
  6. Masya

    duh 🙁

    Reply
  7. dey

    Kasian banget si aku.

    Reply
  8. Arman

    wuiii bakal balik lagi jadi hantu kayaknya nih. hehehe.

    Reply
  9. ndutyke

    Waow keren jeung! 🙂 maapkan aku bukan komentator karya sastra yg baik, hihi. Cuma bs bilang keren, bagus dsb hehehe

    Reply
  10. titi esti

    Oriiiiin…. kasian ih si cewek.. kenapa harus nyebur sungai dan tenggelam ?

    Reply
  11. Lidya

    duh serem amat nunggunya di neraka ya

    Reply
  12. Bibi Titi Teliti

    Oriiiiin…
    meuni asa sararieun kieu…pikasebeleun ternyata si mata elang teh!

    Reply
  13. latree

    sampai jumpa di neraka! 😀

    Reply
  14. anindita hendra

    WOW bagus!! *masih melongo*

    Reply
  15. myra anastasia

    giliran si mata elang dihantui oleh mata hantu 😀

    Reply
  16. Rizki Wulandari

    Kereen FF-nya. Suka kalimat ini -> seharusnya aku hanya menikahi sepasang mata elangnya, bukan seluruh dirinya.

    Reply
  17. Ani Berta

    Mata memang bisa setajam pedang Rin 😀

    Reply
  18. lianny73

    Ati2 dg mata elang.
    Eh kok jd pengen ketawa baca komennya mak Myra di atas haha :))

    Reply
  19. Ira Gantira Damarwanti

    keren mba, cuma ada serangan-ku dikit, tp ceritanya bagus, kapan aku bisa bikin ff ya, hiks. oiya slm kenal ya, Mba ….

    Reply
  20. Wong Cilik

    Cinta itu memang membutakan …

    Reply
  21. mechtadeera

    aiih… hiks… like this, Orin 🙂

    Reply
  22. Ayu Citraningtias

    dari mata turun ke hati. sebenarnya si wanita ini mencintai suaminya tp alangkah tidak beruntungnya saat si suami berperingai tak sesuai dengan apa yg diinginkannya.

    keren mbak.. aku belum siap untuk kembali ke dunia fiksi. telingaku masih terlalu bising dan mataku masih terlalu gelap. :p

    Reply
  23. Attar Arya

    keren, orin. 🙂

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: