Rindrianie's Blog

Lelaki Tua dan Menara Masjid

Masjid Agung Cirebon, Indonesia

Masjid Agung Cirebon, Indonesia

Senja menjelang, masjid mulai terlihat ramai. Tapi seorang kakek yang kulihat seminggu ini tetap menggelar sajadahnya di beranda masjid, di samping pilar paling ujung yang terlampau sepi. Baru bergabung saat sholat berjamaah dimulai.

Penasaran, aku mendekatinya.

“Assalamu’alaikum, Kek, mari menunggu di dalam, masih banyak tempat kosong.”

“Mas baru ke sini ya?” tanyanya setelah menjawab salamku.

Aku mengernyit, ajakanku berbalas pertanyaan -yang menurutku- tidak berhubungan sama sekali.

“Betul, Kek,” jawabku akhirnya.

Lelaki tua itu tersenyum. “Saya di sini saja, Mas.”

“Kenapa, Kek?”

“Saya suka memandangi menara masjid itu, Mas.”

Aku mengikuti arah pandangan matanya, pada menara tertinggi yang ada di masjid ini. Terlihat begitu tinggi dari tempat kami berada. Megah. Indah. Tapi untuk apa Si Kakek memandanginya berlama-lama?

“Oooh.” Aku hilang kata, hanya kuperhatikan saja saat Si Kakek memandangi sang menara, bibirnya tersenyum lebar, meski matanya kulihat sedikit mengkristal.

Mungkin Kakek ini sedikit gila, pikirku. Kutinggalkan dia menikmati si menara sendirian.

“Dibiarkan saja, Mas. Sudah beberapa tahun ini Pak Irman memang begitu,” ujar seorang anak muda yang kulihat sering menjadi muazin.

“Kenapa Pak Irman begitu menyukai memandangi menara masjid, Mas?” tanyaku masih penasaran.

Anak muda itu menatap Pak Irman yang masih asyik menatap menara. “Anak lelaki pak Irman terjatuh dan meninggal dunia saat sedang membersihkan menara.”

“Oh?”

**

Lombamenulis

Note: 210 kata

 

20 Comments

  1. Santi Dewi

    huwaaa….. mengenaskan, kasihan lelaki tua itu hiks

    Reply
  2. Arman

    Tragis… Kasian pak irman…

    Reply
  3. dani

    Huaaaaaa…. Merinding sedih keinget bapak… ???

    Reply
  4. Agung Rangga

    astaga, kasihan pak irman… ?

    Reply
  5. alrisblog

    Wah ngenes. Tapi menara masjidnya bagus.

    Reply
  6. Erin

    Endingnya sesuai dugaannku.
    Keren mba.

    Reply
  7. Zizy Damanik

    Aduh.
    Aku cukup kaget baca endingnya. Tragis. Sedih.

    Reply
  8. Travelling Addict

    Pak irman *hiks*

    Salam kenal dr blogger ala

    Reply
  9. lialathifa

    Ya Allah, akhir cerita yg menyentak dan mendadak bikin sedih.. keren mbak alur ceritanya..

    Reply
  10. febridwicahya

    Sedih sih endingnya :’ tragis banget :’

    Tapi keren mbak 🙂 hihih

    Reply
  11. brizki

    Kasian anaknya pak irman, tp khusnul khotimah 🙂

    Reply
  12. Efi Fitriyyah

    Suka sama endingnya meski sedih jadinya.

    Reply
  13. nh18

    Saya sudah datang ke sini dan membaca tulisan ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut meramaikan Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid di blog saya
    Semoga sukses.

    Salam saya

    Reply
  14. baiqrosmala

    Innalillahii.. sediiiih 🙁
    Btw selamat sudah menjadi pemenang, salam kenal 🙂

    Reply
  15. dedy

    Cerita nya sedih 🙁

    Reply
  16. rynari

    Selamat ya Orin, menara masjid dan kemenangan. Salam

    Reply
  17. Sultan

    Semoga lelaki tua itu diberi keikhlasan atas kepergian puteranya

    Reply
  18. Sultan

    Semoga lelaki tua itu diberi keikhlasan atas kepergian puteranya. Eniwei, selamat ya, Mba 🙂

    Reply
  19. Dwi Wahyudi

    Insya Allah anak Pak Irman mendapat tempat yang layak karena meninggal ketika sedang membersihkan menara masjid. Al-Fatihaah…

    Reply
  20. lovepasutri

    jadi terharu itu bisa jadi cerminan bagi kita semua

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: