Rindrianie's Blog

Lupa (lagi)

Yup, hari ini saya lupa (lagi) membawa kacamata saya. So, dari jam 11 tadi sudah pusing pening menatap layar laptop dan kertas dokumen pekerjaan saya, hiks.

Minus saya memang tergolong kecil, yang satu 1/2 yang lain-nya kalo tidak salah 3/4 (entah yang mana yang berapa, tidak ingat he he), jadi saya masih bisa beraktifitas tanpa kacamata, bisa mengendarai si Kupi tanpa harus nabrak-nabrak, dan masih bisa memasukkan sendok ke mulut saat makan dengan benar. Akan tetapi, yang besar justru silindris-nya, dan inilah yang seringkali menyiksa, karena seperti sekarang, huruf demi huruf yang sedang saya ketik menjadi sebuah kalimat sempurna ini, membuat mata saya pusyiiiiiinggg.

Teringat guru mengaji saya saat kecil dulu, beliau pernah berkata, bahwa semakin tua, nikmat yang Tuhan berikan pada kita sedikit demi sedikit akan ‘diambil’. Kaki tak lagi bisa bermaraton, gigi tak lagi bisa mengunyah kerupuk, mata tak lagi bisa begadang semalaman, dan sebagainya dan seterusnya.

Saat saya harus memakai kacamata, saya pun merasa nikmat melihat saya pun terkurangi. Pada awalnya saya merasa marah, kesal mungkin ya, karena memakai kacamata itu (bagi saya) lumayan ribet, tidak nyaman, terbatasi, terganggu. Tetapi kemudian saya menyerah dan mengikhlaskan diri menerima ‘kekurangan’ tersebut.

Belakangan saya lebih sadar lagi, bahwa hal ini bukan tidak mungkin mengindikasikan saya yang tidak (atau kurang) bisa menjaga amanah kedua mata saya. Sehingga, saya harus mengingatkan diri ini untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang masih bisa saya miliki. Bukankah segala sesuatu hanyalah titipan yang akan diminta pertanggungjawabannya kelak?

Semoga saya bisa selalu bersyukur atas mata saya, tanpa harus lupa (lagi) membawa kacamata seperti hari ini 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: