Rindrianie's Blog

Ma'Cik

Akhir-akhir ini, postingan saya berkisar antara tulisan untuk lomba atau fiksi geje ya. Adakah yang kangen akan curcol-curcol saya? halah qiqiqiqi. Berhubung saya pun ada bahan curcolan, sila bersiap-siap ya temans 😛

Ma’cik ini sebutan kami untuk cemilan yang disediakan kantor. Jadi, setiap pukul 10 setiap harinya, mba office girl akan menyiapkan (semacam) penganan untuk kami. Dan biasanya kue-kue ini dibeli di sebuah toko kue bernama Ma’cik, walaupun kemudian si penganan kadang berganti jenis dan tidak dibeli dari toko kue tersebut, kami semua kadung memberi judul ‘ngemil time’ ini dengan sebutan Ma’cik.

Setiap hari-nya, si Ma’cik ini terdiri dari beberapa jenis. Pastel-kue sus-bakwan udang, misalnya. Atau roti-sosis solo-pisang goreng pontianak. Atau kue lumpur-apple pie-lemper. Semacam itulah, bervariasi setiap harinya. Masalah terjadi ceilah bahasanya 😛 ketika ada beberapa ‘oknum’ yang memakan jatah orang lain.

Katakanlah seluruh karyawan di kantor saya ini, mulai dari pak bos Jepang hingga para driver, jumlahnya 50 orang. Maka kue yang disediakan memang hanya 50 buah saja setiap harinya. Tapi, terkadang para expat tidak memakan si kue, karena mungkin tidak mengundang selera atau sekedar tidak merasa lapar. Dan kadang-kadang pula beberapa teman harus dinas ke luar kantor/kota/negeri sehingga si kue cemilan berlimpah melebihi jumlah karyawan yang ada. Tapi fenomena yang terjadi adalah, masih saja ada karyawan yang tidak kebagian si Ma’cik.

Benar sekali temans, saya sering sekali menjadi korban tsaaah :P. Terkadang ada saja pekerjaan yang membuat saya lupa waktu, atau tamu yang datang yang tak tahu waktu, atau meeting yang molor membuang waktu. Sehingga jam Ma’cik pun terlewat sudah.

Sebetulnya kalau sudah sarapan di rumah memang tidak menjadi masalah ya, cemilan ini betul-betul hanyalah cemilan hore sebelum makan siang belaka. Ceritanya berbeda saat tidak sempat sarapan, jalanan menuju kantor macet berat, lantas meeting dari pagi dan kemudian jam 10 lebih beberapa menit pergi ke pantry untuk menemukan tak satu pun kue tersisa! Beuh…ngajak gelut pisan eta mah nyaaaaa esmosi sayah pemirsah hihihihi

Jadi begitulah rupanya, banyak teman-teman yang memakan si kue melebihi jatah yang seharusnya, karena asumsi menyesatkan yang menganggap mereka yang tidak datang ke pantry pada jam 10 pagi tidak ingin makan kue. Dan kalaupun tidak langsung memakannya saat itu juga, si kue -yang sebetulnya merupakan hak orang lain- itu dibungkus tissue untuk kemudian disimpan di kulkas -atau di tempat lain yang ‘aman’- untuk dimakan sebagai cemilan sore.  Kreatif sih ya sebenarnya 😛

Namapun curcol ya temans, maafkan kalau masalah sepele seperti ini harus ‘diabadikan’ di blog segala. Walau bagaimanapun, bukankah seharusnya kita menghormati hak orang lain? Kalau si kue masih tersisa setelah jam makan siang, bolehlah ya jadi milik bersama dan dimakan sepuasnya. Tapi jangan memakan jatah orang lain atau menimbunnya seperti demikian, setuju?

Demikian postingan curcol hari ini temans. Sekian.

celoteh karyawan yang sedang lapar hahahaha

0 Comments

  1. ceritasofi

    Kalo lagi laper…emang buat esmosi jiwa ya ketika jatah diambil orang..hihihi…
    ___
    bangeeeeet, jadi pgn nyemil laptop #eh? qiqiqiqi

    Reply
  2. Fans Berat

    Baru dengar Kue Lumpur. 🙂
    Apa gak nyeliliti tih, jatah teman diembat juga ya? Huhuhuhu
    ___
    Masa sih Dah? enak lho kue lumpur, aku suka hehe

    Reply
  3. yeye

    Aku suka lho sm pastelnya Ma’cik ini 😀 *elus2perut*
    ___
    enyak ya Ye pastelnya 😉

    Reply
  4. LJ

    kadang itu merupakan aksi balas dendam, RIn.. misal kmrn oknum gak kebagian.. besoknya pas nemu kue msh banyak langsung embat lebih.

    kayak kasus sendal ilang di mesjid.. krn sebel drpd hrs nyeker lalu main embat aja sendal yang ada.. lhah malah bales nyuri, dan itu dianggap wajar. #pengalaman pribadi ya mak..? 😛
    ___
    Iya, ada indikasi spt itu jg Mak. Hoh? jadi emang suka jum’atan yah? qiqiqi

    Reply
  5. Imelda

    puk puk puk kasian Orin chan…. lain kali kamu minta sama ob nya utk umpetin bagianmu 😀
    ___
    heuheu…sepertinya harus begitu ya nechan.

    Reply
  6. Mayya

    Hihihi…lain kali supaya kebagian, nitip temen atau minta tolong OB taruh di meja aja. Tapi klo dulu pas ngantor, OB biasanya udah bagi-bagi tiap divisi gitu deh, jadi semuanya kebagian 🙂

    Semoga hunting Ma’cik-nya lain kali berhasil yak!
    ___
    kadang lupa sih May, baru keingetan pas terasa laper dan semuanya sudah terlambat *tsaaah* qiqiqiqi

    Reply
    1. bebe'

      Iyaa setuju nih sama sarannya Mayya.. Nitip Rin.. Kali2 ada yang mau bungkusin buat dirimu.. 😛
      ___
      Iya ya Be, drpd laper mesti minta bungkus aja keknya 😛

      Reply
  7. eksak

    Bhahaha, ieu mah curcol geje oge! Naon deui lamun perut keur pabeulit! Eh, si ma’cik dicokot ka urang! Beunang ceurik atuh si pa’cik na.. *halaah… Komen uwopoo iki?* 😉
    ___
    mihihihi…begitulaaah, kegejean yg sudah mendarah daging mas 😛

    Reply
  8. nyonyasepatu

    Jd inget kantor n jajanannya baca ini hehe
    ___
    selamat bernostalgiaaa hehe

    Reply
  9. Arman

    wah asik banget kantor lu rin, disediain snack gitu… 😀
    ___
    Asyik kalo pas kebagian mas hihihi

    Reply
  10. lozz akbar

    andai saja saya dekat situ, mungkin saya mau jualan camilan dan merubah istilah Ma’ Cik menjadi Pa’ Lozz haha
    ___
    ayo uncle, buka lapak di siniiii hohohoho

    Reply
  11. Lidya

    ya udah makan snacknya Alvin aja mau Rin? 🙂
    ___
    Jangan Teh, kesian Alvin nanti hihihi

    Reply
  12. ais ariani

    Teteeeh… teteh ke sini ajah, jatah di sini satu orang satu piring jajan di pagi hari, dan satu kotak snack di sore hari. Teteh mampir tempatku yah
    (hahahhahahahaha…)
    Makcikk makciiik…
    ___
    kantormu di mana Iiiiis? Demi ma’cik rela kok pindah ke lain hati *halah* hahahahaha

    Reply
  13. Wong Cilik

    dibuat pengumuman resmi aja teh,’Dilarang mengambil jatah snack orang lain” …. :mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: