Rindrianie's Blog

Malam Takbiran

Alhamdulillah ya, tahun ini umat Muslim Indonesia merayakan Idul Fitri di hari yang sama. Saat saya menuliskan postingan ini, di luar sana bersahutan takbir, di masjid-masjid, maupun di mobil-mobil yang lewat di jalanan. Riuh. Ramai. Meriah.

Malam takbiran seperti ini membuat saya bernostalgia ke masa kecil dulu, saat kami seringkali menghabiskan hari-hari terakhir puasa, malam takbiran dan libur Lebaran di rumah nenek saya di Ciamis. Saudara-saudara yang menjadi petualang di banyak kota lain pulang, membuat rumah nenek yang tak seberapa penuh, sampai-sampai kami harus menggelar tikar di tengah rumah untuk tidur, bahkan seprai pun disulap menjadi selimut karena tidak cukup lagi. Tapi tetap saja hal tersebut tidak mengurangi kegembiraan saya -sebagai anak kecil- untuk selalu bersuka cita menyambut Lebaran.

Biasanya, kami diberi hadiah masing-masing satu bungkus kembang api batang, yang bungkusnya merah itu lho #eeaaa hihihihi. Lantas kami lari-larian mengayun-ayun kembang api yang menyala di tangan, untuk kemudian membidikkannya ke pohon pisang hingga menancap dan padam sendiri. Pemilik si kembang api yang tidak berhasil tertancap dengan sempurna atau terjatuh ke tanah berarti kalah, dan hukumannya adalah dikelitikin sampai dia minta ampun bhuahahaha. Absurd juga sih kalau diingat-ingat lagi sekarang :D.

Belakangan, kembang api batang seperti itu memang masih ada, tapi saat malam takbiran begini, saya jarang sekali melihat anak-anak memainkannya. Adik bungsu saya (yang baru kelas 4 SD) bahkan tidak tertarik untuk dibelikan. Dia lebih suka menonton kembang api yang meledak pecah di angkasa membentuk beragam bentuk yang indah. Zaman sudah berubah ya *langsung berasa tua banget*.

Tapi tak apalah, yang penting kegembiraan malam takbiran itu tetap sama. Bagaimana suasana malam takbiran di tempatmu, temans?

0 Comments

  1. @brus

    tEh Orin, masa kecil dengan kenangan malam takbiran selalu terkenang manis … terasa indahnya malam takbiran … 😉
    Saya mengucapkan “Taqobbal Allahu minna wa minkum –
    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436H – Minal aidin walfaidzin, Maaf lahir & bathin …”

    Reply
  2. Titis Ayuningsih

    Petasan di daerah rumahku banyak banget mbak, sampai kalah suara takbirannya -,-

    Reply
  3. Arman

    seru ya kalo takbiran itu… kangen sama irama takbiran 🙂

    Reply
  4. alrisblog

    Kalo dulu waktru kecil saya suka mengiringi iringan orang takbir.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: