Rindrianie's Blog

Mamah

Mamah saya bernama Eti Kuswati, urang sunda aseli pisan, lahir Desember 1962 di Bandung. Saat kelas 2 SD, ayahnya -kakek saya- meninggal dunia, hal ini menyebabkan beliau hanya bisa sekolah hingga kelas 4 SD, dan hidup menumpang di salah satu bibi-nya hingga menikah dengan Bapak saya.

Konon, Bapak sedang berkunjung ke rumah saudaranya, yang merupakan tetangga dari bibi Mamah saya itu (semoga bisa terbayangkan ya he he). Dan cinta pada pandangan pertama itu hadir saat Bapak melihat Mamah sedang menjemur pakaian di pekarangan rumah! What a moment πŸ™‚

Mamah menikah di usia 18 tahun, lantas melahirkan saya setahun kemudian setelah pernikahannya, dan ke-empat adik-adik saya di tahun- tahun berikutnya. Ibu rumah tangga tulen, Ibu yang selalu memasak bagi kami sekeluarga, Ibu yang selalu saya temui saat saya pulang sekolah, Ibu yang mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah sendiri, Ibu yang hebat. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika Ibu saya bukan Mamah.

Saya tidak terlalu dekat dengan Mamah, dalam artian kami sering sekali berselisih paham bahkan sejak saya masih kecil. Saya suka merah beliau suka hijau, rambut saya lurus, rambut beliau ikal, tapi kami sama-sama pecinta bakso! sigh

Saya ‘langganan’ diomeli, dimarahi, bahkan pernah beberapa kali ‘diem-dieman’ hahaha. Entah Mamah yang memang galak, entah saya yang terlalu bandel, saat kecil saya sering juga dicubit, dipukul pantat, disintreuk (aduh..ini bahasa sunda, bahasa Indonesia-nya apa ya, pokonya ‘hukuman’ dengan menjentikkan dua jari di cuping telinga itu lho), atau dihukum dikunci di kamar mandi πŸ˜›

Sejak kecil dulu, saya memang jarang sekali curhat dengan Mamah, mungkin karena beliau selalu sibuk, mungkin juga karena saya terlalu mandiri sehingga sungkan. Saya bisa bercerita tentang banyak hal yang terjadi, tetapi tidak dengan masalah-masalah yang sedang saya hadapi. Sehingga di mata Mamah, saya adalah si anak hebat yang selalu baik-baik saja πŸ™‚

Hmm…masih akan panjang sekali daftarnya jika saya bercerita tentang Mamah. Saya pikir akan sama seperti kisah Ibu-anak perempuan lainnya yang penuh dinamika, berbeda pendapat, tidak saling memahami, bahkan mungkin bersaing tanpa sadar hehe.

Yang jelas, berbicara tentang Mamah -seorang Ibu- mengingatkan sayaΒ  pada betapa masih banyak yang belum saya lakukan untuknya, masih banyak harapan-harapan beliau pada saya yang belum saya penuhi, masih banyak tindakan saya yang mengecewakan bahkan menyakiti beliau, masih banyak “masih banyak-masih banyak” lainnya yang tak mampu saya rinci satu per satu.

Saya tahu hari ini tanggal 22 Desember, tapi saya tidak ingat ini adalah hari Ibu. Seorang teman yang menyapa pagi tadi dengan “Orin, sebentar lagi jadi ibu kan ya? (Amiiin…) Selamat hari Ibu yaa…” – lah yang mengingatkan saya. Dan juga telah menuntun saya mengingat Mamah. Walaupun saya memang tidak terbiasa mengucapkan “selamat hari Ibu” pada beliau, tetapi saya menyayangi beliau, menghormati beliau, memuja beliau. Bersyukur dan menikmati ber-ibu-kan seorang Mamah dan terpilih menjadi anak yang beliau lahirkan.

Love you Mah..

*Photo note : Hampir semua orang mengatakan kami sangat mirip. Ya iyalaaah, namanya juga ibu sama anaknya ya. hihihi… πŸ˜›

0 Comments

  1. ilmaffectional

    Neng orin.. meni geuliss.. emang loh rin pas kemaren orin nikah meni pangling pisan πŸ™‚

    dan emang mirip pisan sama mamah, hehehehe..

    Reply
  2. Yos Beda

    selamat hari bu buat mamahnya kak πŸ™‚

    Reply
  3. achoey el haris

    selamat hari ibu utk mamahnya
    beneran mirip deh, kayak anak dan ibu πŸ˜€

    suda pesan namina, sapertos nami abdi πŸ™‚

    Reply
  4. niquΓ©

    emang sih bagai pinang dibelah 2
    aku juga dibilang mirip sama mamakku Rin πŸ˜€

    selamat hari Ibu juga ya Rin, semoga kita lekas ada yang memanggil dengan sebutan Ibu, aamiin πŸ™‚

    Reply
  5. wanspeak

    Selamat hari ibu, cintailah ibu , dengan sepenuh cinta… Karena Rasul saja menyebut 3 kali nama ibu sebagai orang yang patut kita hormati….

    Reply
  6. prih

    Keteladanan dan didikan Ibu Eti Kuswati menghasilkan profil Ibu Rindrianie yang tangguh. Terima kasih para bunda. Salam

    Reply
  7. opickaza

    emankni artikel adalah sejarah dari seorang ibu dari dia dilahirkan sampai menikah bertemu dengan ayah sampai profilnya penulispu sering dimarahi ibu yah karena berselisih paham berarti ndak spaham dong
    selamat hari ibu yah

    Reply
  8. saidah

    Selamat hari ibu utk seluruh ibu di dunia πŸ™‚
    Aku juga gk pernah ngucapin selamat hari ibu atau sekedar ngomong aku sayang sm ibu tp apapun itu ibu sll tahu aku sayang sm beliau.
    Semoga sebentar lg segera ada yg memanggil teh orin dgn sebutan ibu…amiiiiinnnn πŸ˜‰

    Reply
  9. Indi

    seorang ibu memang pasti hebat ya πŸ™‚ betul, mirip banget sama mamanya, hihihi πŸ™‚ kalau aku mirip bapak πŸ˜€

    Reply
  10. LJ

    eleuuhh, geulis pisan anaknya bu eti… πŸ˜›

    selamat hari ibu wat mamah,
    semoga mamah sehat selalu, aamiin.

    Reply
  11. evi

    Ibu kita hebat ya Teh,mengerjakan segalanya. sama seperti ibuku. mungkin karena lelah sumbu emosinya jadi pendek. tapikita mencintai mereka
    selamat hari ibu teh πŸ™‚

    Reply
  12. Evan

    Disintreuk,, bahasa indonesiana ‘disentil’ sigana mah teh.. πŸ˜€

    Reply
  13. Arman

    salam bua mama lu ya rin… emang mama2 itu selalu hebat2 semua.. πŸ™‚

    Reply
  14. ceritabudi

    Cantikkkkk mamamnya cantik…selamat hari Ibu yach..berbicara tentang mama memang ngak pernah ada habisnya, dan selalu memberikan nuansa kedamaian

    Reply
  15. Urang Kampoeng

    mamahku..ibuku… selamat hari ibu

    Reply
  16. Aninda

    selamat hari ibu teh Orin.. salam buat mamahnya.. πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: