Rindrianie's Blog

Meeting

Sejak dulu saya tidak terlalu suka kegiatan yang satu ini. Mungkin karena saya memang jarang bicara alias cenderung pendiam ya, jadi meskipun (katakanlah) meeting adalah hal serius yang tidak terpisahkan dari pekerjaan apa pun yang kita geluti, tetap saja konsep dasarnya adalah ngobrol, bukan? Kadang bikin mumet, kadang bikin ngantuk. Apalagi kalau meeting dilangsungkan bukan dengan bahasa Indonesia, tambah ngeselin deh hahahaha :P.

Akhir-akhir ini intensitas meeting di kantor entah kenapa meroket tajam. Dalam seminggu, rasanya hanya ada 1-2 hari saja yang bisa dilalui tanpa meeting, dan dalam satu hari (hari Senin lalu, misalnya) bisa saja saya punya 5 (((lima))) jadwal meeting! Hedehhh.

Hitung saja deh, satu kali meeting taruhlah 30 menit sampai 1 jam, habislah itu kurang lebih 5 jam cuma untuk meeting kan? Wajar dong ya kalau saya suka sebel meeting karena pekerjaan lainnya jadi tidak bisa terkerjakan. Tapi ya balik lagi sih, walau bagaimana pun, si meeting kepiting ini harus kudu wajib dilakukan untuk kasus-kasus tertentu. Dan setelah saya pikir-pikir, ada juga sih poin menyenangkan dari kegiatan yang satu ini.

Mengenal Karakter Manusia

Ish, gaya bener ya hahahaha. Karakter termudah yang bisa langsung terlihat dari meeting adalah soal ketepatan waktu. Plis deh ya, macet dan sebagainya dan sebagainya itu (seharusnya) tidak bisa lagi dijadikan sebagai alasan untuk terlambat datang untuk sebuah meeting yang sudah dijadwalkan jaduh-jauh hari sebelumnya, bukan? Saya bisa langsung bete kalau ada yang telat begini, apalagi kalau dia jadi ‘mencuri’ waktu jadwal meeting berikutnya, biasanya saya langsung pasang muka jutek hahahaha.

Ketelitian seseorang juga bisa dilihat dari meeting ini. Misalnya sudah confirmed tanggal 17 Maret 2017 untuk meeting, lah terus dia datang hari Senin (padahal tanggal 17 Maret itu hari Jumat) karena ternyata salah melihat kalender bulan April yang bertanggal 17 di hari Senin. Sepintas konyol ya, tapi ya tetap mengganggu sih kalau buat saya, karena jadi mengganggu jadwal yang sudah ada, kan?

Pernah nggak di tengah-tengah meeting menerima telepon tanpa keluar ruangan? Perilaku ini adalah sikap yang juga tidak saya sukai. Saya bahkan dengan sengaja tidak membawa ponsel (atau menyimpannya di tas kalau meeting di tempat lain) agar tidak mengganggu jalannya meeting lho. Jadi kadang level respek saya akan menurun drastis kalau ada yang karakternya semacam demikian.

Mengetahui Hal Baru

Pastinya ada topik tertentu yang dibicarakan saat meeting ya, karena kalau ngobrol ngalor ngidul mah di warung kopi aja nggak usah di meeting room #eh hihihihihi. Tapi terkadang diperlukan ice breaker membicarakan sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan topik bahasan, atau basa basi informal sebelum meeting diakhiri dengan memperbincangkan hal-hal ringan di keseharian, dan ini bisa menjadi ilmu dan pengetahuan baru tanpa diminta ternyata ya.

Misalnya saja beberapa hari yang lalu saya mendapat tips menghindari macet saat pulang kerja (kebetulan si bapak ini rute pulangnya sama dengan saya). Antrian keluar pintu tol Karawang Barat itu kadang panjangnya ampun-ampunan kalau pulang kerja, saya pulang tenggo atau maghriban di kantor dulu pun, teteuup weh macet pas di gate itu. Dan ternyata setelah mengikuti saran si bapak untuk keluar kantor sekitar setengah 6 (jadi pas di gerbang tol itu pas adzan maghrib), memang kosong lhooooo takjub hihihihihi.

Mungkin orang-orang pun mikirnya sama ya, pulang pukul 5 tepat agar bisa sholat di rumah, atau ya sholat dulu di kantor karena maghrib ini memang jamnya nanggung dan cuma sebentar pulak. Tapi masalah ini bisa teratasi dengan baik sih kalau buat saya, karena ada mesjid besar tak seberapa jauh dari gate tol yang bisa dimampiri dulu sebelum pulang ke rumah. Beberapa kali bahkan sempat ikut sholat berjamaah lho, menyenangkaaaan.

Maka, terima kasih banyak untuk bapak-yang-tidak-bisa-saya-sebutkan-namanya untuk tips yang menyenangkan ini ya hehehehe.

Tapiiii, kadang-kadang momen ice breaking sebelum meeting atau basa basi ngobrol ini itu sebelum si tamu pamitan ini suka nggak habis-habis, jadi jatohnya ngeselin juga karena nggak mengerti pertanda kalau kepengen udahan ngobrolnya hahahaha. Biasanya terjadi kalau orangnya memang hobi ngobrol ya, jadi adaaaa aja yang diobrolin, untungnya yang begini paling satu-dua sih.

 

Sebegitu dulu analisa ngaco tentang meeting dari saya yang tidak seberapa suka dengan meeting. Hari ini saya sudah meeting tiga kali lhoooo (serasa minum obat) :P.

Well, happy weekend yaa

9 Comments

  1. Arman

    haha emang ribet kalo kebanyakan meeting. sayangnya begitulah kerjaan gua. setiap hari selalu meeting. 5 meeting sehari itu biasa… hehehe.

    tentang icebreaker juga nyebelin kalo orangnya terlalu bawel dan gak brenti2 ngomongnya. yang ada jadi topiknya melenceng terus… 😛

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hahhh?? 5 meeting sehari biasa? ampun deh mas, saluuuuut, aku pasti senewen kalo ada meeting mulu hahahaha

      Reply
  2. Lidya

    meeting itu ngantuk Rin hehehe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      iya banget Teeeeh, apalagi kalo bahasannya ga mudeng, tunduh pisaaan hahahaha

      Reply
  3. monda

    haduuuh… meeting itu bikin capek he.. he..
    apalagi kalau banyak silang pendapat, kepala rasanya langsung cenat cenut

    Reply
    1. Orin (Post author)

      iya betul Buuuuun, sepaham kita, meeting itu bikin pusing heuheu

      Reply
  4. infoana

    meeting.. oh meeting aku juga sering begitu ketika hendak meeting. cukup melelahkan

    Reply
  5. nh18

    Meeting bagi saya harus punya agenda, sehingga pembahasan tidak ngalor ngidul
    dan lagi meeting harus dibatasi waktu … selesai tidak selesai harus selesai jam sekian

    demikian

    Salam saya Rin

    Reply
  6. William

    Iya mbak bener, apalagi dikit dikit meeting. Itu pun habis meeting belum kelar pembahasan. Lama lama ya kerja kerja.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: