Rindrianie's Blog

Mimpi yang (Tak) Sempurna

“Bu?”

“Iya, Nak?”

“Aku ingiiiiin sekali seperti Maddie Ziegler, Bu.”

“Hah? Medi Zi… Duh. Siapa dia, Nak?”

“Penari, Bu.”

“Penari?”

“Iya, lihat, lihatlah itu, Bu!”

Seorang gadis kecil berambut pirang menari sendiri di dalam kotak televisi. Seolah bercerita dengan setiap gerakan yang ditarikannya. Si Ibu ikut terpukau melihatnya, Si Anak diam terpaku menontonnya. Si Gadis berambut pirang yang menari seperti menghipnotis keduanya, tariannya mungkin memiliki keajaiban sihir atau semacamnya.

“Tariannya begitu indah, bukan? Meliuk. Berputar. Melompat. Seperti memiliki sayap.”

“Ya. Menakjubkan sekali, Nak”

“Aku ingin menari seperti dia, Bu.”

“T-tapi kenapa, Nak?”

“Sepertinya, sepertinya aku akan merasa benar-benar hidup saat menari, Bu. Seperti dia.”

“Oh…”

“Tak apa kan, Bu? Aku punya mimpi semacam itu?”

Si Ibu hanya mengangguk pelan, lantas menelan ludah susah payah, kemudian memaksakan diri tersenyum, pahit. Si Anak bahagia, bibirnya merekah tersenyum begitu lebar. Sambil bersenandung lagu yang baru saja mengiringi Si Gadis Berambut Pirang menari,  dia menyeret kaki kirinya yang layuh mengecil dengan susah payah, menuju kamarnya yang mungil.

***

Note: 164 kata, untuk Monday Flash Fiction Prompt #72: Chandelier

0 Comments

  1. Gusti 'ajo' Ramli

    Mungkin amat jarang sekali dijumpai saat ini anak-anak yg bermimpi jd seorang penari..

    Reply
  2. Arman

    kan bisa operasi kakinya atau pake kaki palsu ya… 🙂
    biar bisa nari2 kayak sia sambil nyanyi chandelier ya… 😀

    Reply
  3. jampang

    bisa nari yang sambil duduk 😀

    Reply
  4. junioranger

    bisa ga ya?

    Reply
  5. Attar Arya

    Anak-anak sekarang sih cita-citanya pengen jadi artis.. 😛

    Reply
  6. prih

    Kepakkan mimpimu sayang….mau melihat bagaimana Tante Orin menari bersama tuts keyboard dan menghasilkan tarian fiksi elok….kamu bisa Nak.
    Khas Orin, mempesona….menginspirasi tanpa mengasihani.
    Salam

    Reply
  7. myra anastasia

    Ibu yang bijak. Walopun mimpi seorang anak itu mungkin aja mustahil untuk terwujud, tapi ibu tidak ingin mematikan mimpi anaknya 🙂

    Reply
  8. della

    Orin rese ih, kenapa sih selalu bikin nyesek tiap endingnya? Graaaaaaooooooooorrrrr..

    Reply
  9. dani

    Hiiiks. Oriiiin..

    Reply
  10. De

    aku pernah liat sanggar tari di Bali, ada penari yg duduk di kursi roda. Tarian bali yang dibawakan dia, gerakan pinggang ke atas aja. tapi keren banget

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: