Rindrianie's Blog

Nasionalisme Itu Bernama Nusantara Sehat

Wuidiihhh, judulnya meni gaya yah :).

Jadi begini temans, beberapa hari lalu saya ikut dalam sebuah acara blogger bersama #SahabatJKN, yang fokus membahas tentang Nusantara Sehat. Ada yang tahu apa itu Nusantara Sehat? Belum? Sama deh, sebelumnya saya juga tidak tahu sama sekali.

Mari saya ceritakan.

Nusantara sehat ini semacam program dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) yang merupakan salah satu bagian dari fokus kebijakan untuk penguatan Pelayanan Kesehatan Primer di seluruh wilayah Indonesia. Sederhananya, misi utama Nusantara Sehat adalah memperkecil gap pengertian kesehatan dasar antara daerah terpencil dan kota-kota besar.

Tim Nusantara Sehat idealnya terdiri dari 9 orang untuk setiap puskesmas, yaitu dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat. Targetnya, 120 puskesmas di 44 kabupaten di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan bisa terbantu dengan program ini.

Diskusi bersama ibu Diah Saminarsih (@Adetje) dan Kang Maman Suherman (@Maman1965) dimoderatori Eyang Anjari Umarjianto (@Anjarisme) berlangsung seru. Banyak hal menarik yang baru saya ketahui.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Misalnya saja pemahaman masyarakat di pelosok masih berkisar pada ‘4 sehat 5 sempurna’ yang so yesterday. Penyediaan MCK dengan jamban yang tetap bersih karena masyarakat lebih suka BAB di kebun. Atau masih tingginya angka kematian Ibu dan bayi karena minimnya pengetahuan tentang kehamilan.

Masalah-masalah itu semakin membesar karena infrastruktur jalan yang menyulitkan distribusi obat, atau keengganan masyarakat setempat menerima ‘orang baru’ atau berobat di Puskesmas. Tapi harapannya, program Nusantara Sehat ini setidaknya bisa mengurangi masalah-masalah tersebut.

Tim pertama relawan Nusantara Sehat yang berjumlah 960 orang sudah berangkat Mei 2015 lalu, mereka baru akan kembali setelah 2 tahun bertugas! Kami sempat mendengar wawancara via telpon Eyang Anjari dengan salah satu relawan yang bertugas di Kalimantan Timur bernama Mbak Putri Indah Nurmala. Mbak Putri bercerita, bahwa untuk mencapai puskesmas di Long Pahangai tempatnya bertugas, diperlukan perjalanan darat selama kurang lebih 21 jam dari Samarinda, belum termasuk perjalanan dengan perahu melintasi sungai Mahakam!

Itulah kenapa program ini, bisa dianggap sebuah sebuah nasionalisme yang sesungguhnya, setidaknya bagi saya ya. Mbak Putri dan tim, juga relawan Nusantara Sehat di daerah terpencil lainnya, layak disebut pahlawan. Sejujurnya nih ya, setiap saya pulang ke Majalengka, kadang suka ngedumel karena sinyal modem tidak bisa saya pakai di sana. Lah apa kabar kalau di pedalaman Kalimantan? Jangankan jaringan internet, TV pun mungkin tidak ada kan?

Kenapa dua tahun? Karena diperlukan pendekatan dan pembiasaan yang terus menerus untuk bisa mencapai hasil yang optimal. Diharapkan dalam jangka waktu ini, tim sudah bisa dekat dengan masyarakat sehingga edukasi bisa lebih mudah diterima.

Mau mendengar langsung testimoni Mbak Putri yang sampai saat ini masih berada di Long Pahangai? Sila tonton video berikut.

Adakah temans yang tertarik menjadi relawan Nusantara Sehat? Pendaftaran batch kedua sudah dibuka. Konon, sudah ada 12 ribu pendaftar, meskipun nanti yang terpilih dan diberangkatkan hanya 800 orang saja. Persyaratan detailnya silakan langsung ke http://www.nusantarasehat.kemkes.go.id/ yaa. Atau simak di twitter @nusantara_sehat.

Menurut Ibu Diah, masih sedikit sekali dokter umum yang mendaftar, wahai para dokter-dokter muda, sok atuh mendaftar jadi relawan :). Ada beberapa tahap seleksi tentu saja, dan nantinya kandidat relawan akan diberi pelatihan untuk bisa bertahan di pedalaman. Tapi yang terpenting adalah komitmen, untuk mengabdikan diri, tenaga dan waktu 2 tahun ke depan.

Seandainya saya masih di bawah 30 dan memiliki pengetahuan di bidang kesehatan, sepertinya mau juga deh mendaftar jadi relawan *mengkhayal siang-siang*.

Terima kasih untuk Kemenkes yang sudah mengundang blogger, semoga program Nusantara Sehat bisa berhasil dengan baik, kita doakan dan dukung bersama. Mengutip apa yang dikatakan Kang Maman di akhir acara, bahwa “yang kau lakukan untuk dirimu sendiri adalah kesenangan, yang kau lakukan untuk orang lain adalah kebahagiaan”, hormat saya bagi para relawan yang sedang dan akan bertugas, Anda layak disebut sebagai pahlawan.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

0 Comments

  1. titi esti

    jaman aku kecil, masih ngalamin lhooo… BAB di kebun yang kalau udah nyenggol disuruh pindah haha.. tapi alhamdulillah bukan aku pelakunya, karena bapak dan ibuku sudah membuatkan jamban untuk kami sekeluarga meski sederhana.

    Reply
  2. Mechta

    Semoga program ini sukses dan Nusantara tercinta benar2 sehat .. Aamiin…

    Reply
  3. alrisblog

    Masih banyak daerah terpencil terutama di Kalimantan dan Indonesia Timur yang butuh tenaga kesehatan. Semoga program ini berkelanjutan.

    Reply
  4. dani

    Semoga programnya ini bisa secepatnya merata seIndonesia ya Rin. gw dulu juga pernah ngalamin jamban galian di tanah. Hueeee. Gw jadi terinspirasi bikin postingan Nasionalisme itu dengan Investasi di Pasar Modal. Hahahaha..

    Reply
  5. Lia

    meluncur ah lihat persyaratannya siapa tau minat

    Reply
  6. Irvan

    Teh bade nanya,,
    Kalau program nusantara sehat 2016 sudah adakah daftar puskesmas yang akan menjadi lokasi penempatan bagi batch selanjutnya?

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: