Rindrianie's Blog

Ndut!

Saya meng-ndut, bertambah 5 kilogram hanya dalam jangka waktu 3 bulan ini!! Ouch… demit banget deh ah >_<

Frankly to say, saya merasa ‘seram’ melihat foto saya ini. Foto tersebut diambil hari minggu lalu, saat company trip kantor saya di Puncak. Memang posenya sedang menggigit-mengunyah makanan seperti itu ya. Tapi tetap saja, pipi chubby, mata yang semakin menyipit, muka yang mbulet, dan semua tanda bin gejala overweight-obesitas itu jelas terlihat. And it hurts me a lot, ugh.

Oke, sudah berlebihan sepertinya ya hihihi..

Tapi…tapi… saya memang tidak suka melihat saya sendiri berpenampilan seperti itu. Dan jika saya sudah merasa tidak nyaman dengan tubuh saya sendiri, alangkah menyedihkannya bukan?

Zaman SMU saya dulu, saya pernah mengalami kenaikan berat badan drastis, dari anak SMP yang kurus ceking, menjadi gadis ndut bin ajaib -sebetulnya masih proposional karena saya pemain basket sekolah yang rutin latihan minimal 3 kali seminggu- tanpa alasan yang jelas, mungkin karena pada saat itu saya menjadi manusia pemakan segala ya he he he.

Seingat saya, badan saya kembali agak kurus karena sakit radang usus dan lambung sesaat akan masuk kuliah. Dan tetap begitu (berkisar di berat 49 kg) hingga wisuda karena lumayan menjadi mahasiswi aktif yang banyak kegiatan, selain kurang makan karena minimnya uang jajan hehehe.

Memasuki dunia kerja, saat saya menjadi guru les bahasa inggris dengan penghasilan 400 ribu sebulan, tubuh saya pun tetap kurus dengan sempurna, karena seringkali hanya bisa makan 1 kali sehari bahkan berpuasa dengan terpaksa. Lantas berangsur-angsur menggendut sejak bekerja di kantor sekarang, dan semakin menggemuk seiring berkurangnya waktu olahraga dan seringnya begadang.

Tapi, beberapa saat sebelum menikah, saya ‘sedikit’ meng-kurus kembali, berat saya saat itu 54 kg! Mungkin karena cape mengurus ini itu sementara bekerja dan kuliah pun jalan terus. Nah, berapa badan saya sekarang ini?? tadaaaa…. 59 kilogram sodara-sodara!! dan sepertinya akan terus bertambah, hiks.

Padahal, saya manusia yang lumayan sibuk. Pagi-pagi melakukan aktivitas khas ibu rumah tangga, cuci piring, menyapu lantai, masak, you name it. Lantas ngantor hingga jam 5, dilanjut kuliah hampir setiap hari hingga (maksimal) jam 10 malam, terkadang harus beraktivitas a la ibu rumah tangga lagi sebelum tidur, dan atau belajar plus mengerjakan tugas kuliah.

Olahraganya kapan? Ya, saya jadi hampir tidak pernah berolahraga. Jika dulu saya bersepeda keliling komplek kostan hampir tiap pagi, atau nge-gym seminggu 2 kali, atau berenang sebulan 2 kali, atau sekedar main basket di kantor sepulang kerja, semuanya sulit saya lakukan setelah menikah. Weekend? Biasanya itu adalah quality time dengan suami tercinta, karena kami memang jarang bertemu, bukan?

Phew, sepertinya rutinitas yang error seperti itu lah yang menjadikan saya bertransformasi menggemuk seperti kaleng kerupuk begitu ya. Karena frekuensi maupun jumlah asupan makanan saya tidak error, masih dalam kategori normal dan sehat, bahkan saya sudah lama sekali makan malam tanpa nasi, tapi mungkin memang sering terlupakan mengkonsumsi buah 🙁

Well, doakan saya bisa mengupayakan kembali ke berat badan normal yaa…. 🙂 Ganbarou!

0 Comments

  1. ilmaffectional

    Orinn?? 59 kg rin?? *takjub* hahaha…

    gpp ketang rin, kan udah “laku”, hehehe… lagian si Aa pasti akan tetap mencintaimu apa adanya kok, jieee, cihuyyy!! 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Begitulah Il, takjub jg diriku hahaha.
      Amiiiinnn…semoga setiap suami tetap mencintai istri mereka walaupun meng-ndut ya Il (halah.. :P)

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: