Rindrianie's Blog

Ngebolang Berpassport

Ish, so iyeh banget yah judulnya hihihihi.

Jadi ceritanya minggu lalu saya dan Akang Matahari ngebolang berpassport, kali ini ke Bangkok lanjut ke Kuala Lumpur, berdua aja. Maka begitulah, foto-foto berduanya cuma selfie semata, nggak ada Neng Iqoh sahabat saya yang biasanya jadi tukang foto hihihihi.

Tapi dalam postingan ini saya tidak (atau belum) akan bercerita tentang acara ngebolang itu sendiri, tapi ingin sedikit curcol perihal judgement yang beberapa hari ini saya terima karena ngebolang ke luar negeri.

Label Horang Kayah (Aamiin…)

Tolong di-Amin-kan dulu saja ya teman-teman, terima kasiiih *biggrin*. Kalau indikator label ‘orang kaya’ ini cuma pernah ke luar negeri, ya baiklah saya rela-rela saja disebut orang kaya *apasih?!* Tapi faktanya kan tidak seperti itu yaa hehehe. Intinya sih, kami bukan (belum sih mudah-mudahan he he) orang kaya sama sekali. Biasa-biasa saja, punya cicilan ini itu, menahan diri dari keinginan membeli ini itu, menabung sekuat tenaga untuk rencana ini itu, semacam demikian.

Apalah di dunia ini yang tidak membutuhkan uang, yes? Tapi masalah uang ini memang cukup sensitif untuk dibahas, karena setiap individu-setiap pasangan-setiap keluarga pasti punya prinsip dan pandangan sendiri-sendiri, mari saling menghormati saja toh?

Saya -dan pak suami- suka sekali ngebolang (baca: traveling), sehingga dibuatlah anggaran khusus untuk kesukaan yang satu ini. Kami ini backpacker kere pun, begadang nyari tiket promo, browsing sana sini nyari hostel murah, dan sebagainya dan seterusnya yang memungkinkan acara ngebolang kami tidak mengakibatkan kebangkrutan yang merugikan. Bahkan nih ya, pas di Bangkok kami memilih naik bus yang ongkosnya cuma 6,5 baht daripada naik BTS bertarif 42 baht lho demi menghemat hahahaha.

Jadi begitulah, jangan suudzon dulu mereka-mereka yang bisa ke LN itu orang kaya ya, temans! hihihihi.

Bersenang-senang

Poin ini pengertiannya adalah bersenang-senang dalam hidup, atau bisa disebut nggak-ingat-mati. Maafkan kalau agak-agak menyeramkan ya :D. Rasanya entah di postingan yang mana saya pernah menyinggung hal ini juga, bahwa ada seorang teman yang menganggap sikap kami berdua ini terlalu ‘duniawi’, mengisi hidup dengan kesenangan belaka yang tidak bermakna, tanpa mengingat bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan untuk bekal di akhirat nanti.

Duh.

Saya berpendapat bahwa hubungan manusia dengan Tuhannya adalah hubungan yang privat sekali. Jadi saya sulit mengerti kenapa teman saya ini merasa berhak menghakimi saya semacam demikian. Mari berpositive thinking saja bahwa maksud dia adalah mengingatkan saya ya :). Karena dengan ‘bekal’ judgement dari blio itu, saya tidak lupa bertasbih saat melihat segala hal yang menakjubkan, tidak meninggalkan sholat, hingga berhati-hati memilih makanan.

Lantas bagaimana dengan kematian?

Ini sesungguhnya pertanyaan langsung dari Mamah saya sendiri. “Memangnya nggak takut naik pesawat yang pernah jatuh dan penumpangnya meninggal semua itu?” Demikian Mamah bertanya saat menelepon saya. Rasanya hanya manusia yang-bukan-manusia-betulan (atau manusia super, mungkin?) yang tidak memiliki rasa takut, dan karena saya manusia biasa yang biasa-biasa saja, rasa takut itu tentu saja ada. Tapi, berhubung waktu dan cara kematian saya dirahasiakan, ya sudahlah ya, pasrah aja :).

Sebetulnya masih ada beberapa hal lagi sih, tapi sudah terlalu panjang untuk sebuah postingan curcol belaka, jadi mari kita akhir saja di sini ya, temans. Niatnya sih nanti saya akan buat postingan tersendiri hari per hari dari acara ngebolang kemarin, meskipun kok saya jiper duluan nanti malah dianggap pamer *galau* hahahaha. Ya sudahlah ya, itu nanti saya pikirkan lagi :P.

Baiklaaah, ada bonus beberapa foto selama di sana. Enjoy 🙂

21 Comments

  1. belalang cerewet

    Percaya kok Orin bukan orang kaya dan suka pamer, xixixi…
    Berasa kenal ma buku ijo itu, ahaha…
    Namanya jalan-jalan ya terserah yang jalanin. Soal kewajiban lain, itu juga urusan yg jalanin.
    Selama tidak melanggar syariat, ya oke oke aja. Tapi melanggar syariat ga sih, aahahaha.
    Ditunggu laporan ke LN (cieee..ke LN!) 😀

    Reply
  2. rinasusanti

    biar ga galau postingannya kirim ke media aja rin , kan banyak tuh yang nerima rubrik travelling, dapat honor bisa buat ngebolang lagi deh hehehe

    Reply
  3. @brus

    tEh Orin … asikk tuh plus so iyeh banget bisa curcol kenapa bisa ngebolang ke Bangkok lanjut ke Kuala Lumpur … sip 3x … 🙂

    Se7 banget tentang hidup dan kehidupan pribadi kita terhadap Tuhan YME … biarlah orang komen apa – yg penting kita gak rugiin siapa2 kok … paling2 ‘rugiin mas Matahari kan? … eh, itu si’aa ya … mantappp deh … oo ya apa kabar tentang dedek si-acha … sudah punya belum…? Salam sejahtera ya …

    Reply
  4. Rumambay

    Mana… mana mbak yg bilang jalan” tu mubadzir? nanti biar ane jeweerr. :3 Namanya jalan” itu kan salah satu kebutuhan. Selama perjalanan / rihlahnya itu ngga mengandung maksiat dan bisa ambil hikmah dr jalan”nya. Malah diperintahkn tu, 😀
    Kalo nanti jalan” lg, beli tiketnya di ane aja ya. *loohhhh, malah promosi :mrgreen:

    Reply
  5. Lidya

    Nikmati hidup ya Rin, soal hubungan sama yang di atas mah urusan masing-masing :). Yang ngomong gitu ke orin diajakin aja jalan-jalan hehehe

    Reply
  6. nyonyasepatu

    Hihihi…..amin semoga emang benaran kaya ya jadi tambah sering jalan2 🙂

    Reply
  7. Susie Ncuss

    haters gonna hate, mbak…
    hehehe

    Reply
  8. rinasetyawati

    ada aja yah yang komen macam-macam, selama niatnya baik insya Allah kegiatan dunia juga bisa bernilai ukhrowi

    Reply
  9. Lyliana Thia

    Oriiiin… hihihi…
    Just write anything you want, as long as it’s positive…

    Apalagi cerita jalan2, itu national geographic traveler langgananku kayaknya bukan semata pamer deh hihihi…

    Ohya, judgement label horang kayah jg sering nih nimpa eike… hanya dgn melihat satu parameter sj… tp yah itu rin, diaminkan sj, yg penting kaya hati.. #tsaaah..

    😀 #biggrin

    Reply
  10. dey

    Diaminkan saja kalau ada yang bilang orang kaya, mudah2an jadi doa yang terkabulkan. *Amin …

    Nulis jalan2, salah. Curcol, salah. Review, salah. Jadi harus nulis apa atuh di blog ? Hihihi… santai aja Neng Orin …
    Jadi, berencana jalan2 ke mana lagi ? Saya mah suka seneng aja ngeliat foto2 kalian. Romantis benerr…

    Reply
  11. desweet26

    katanya kalo ga ada yang nyinyirin hidup kita, berarti hidup blom berwarna maakkk…hihihihi
    sok lah di aminkan saja… ;))

    eykeh tunggu ya mak cerita ngebolangnya 😀

    Reply
  12. Tiwied

    Aamiin.. semoga bertambah kaya. Biar bisa sering jalan2 terus posting foto2 perjalanan.

    Reply
  13. mechtadeera

    Cueki aja, Rin… Ibarat anjing menggonggong kafilah asyik selfian aja deh… *upsganyambung…
    Daan….ikut bahagia melihat keserasian kalian berdua.. 🙂
    Ditunggu cerita pjg ttg jln2nya yaa… Lengkap dg biaya yg dibutuhkan lbh baik..hehe..

    Reply
  14. Arman

    iya jalan2 itu penting. selain untuk refreshing juga untuk dapet pengalaman baru 🙂

    Reply
  15. Rami Musrady Zaini

    Tulisan ini penuh motivasi…setidaknya ketika kudalami. Trimakasih.

    Reply
  16. myra anastasia

    cuekin aja, Rin. Yang namanya komentar ini-itu emang selalu aja ada hehehe

    Reply
  17. Beby

    Aku lupa di surah apaan, tapi dalam Al-Quran kan memang menganjurkan kita buat traveling, Mbaaaak.. 😀

    Orang sirik mah sirik aja yah. Yang penting kita bahagia. Hihihi. 😛

    Reply
  18. Febriyan Lukito

    Amin aja kalau mbak dibilang orang kaya Mbak. Hehehe. Biarkanlah yang lain blg apa. Sing penting enjoy aja.

    Reply
  19. Evan

    Wah,, sekalinya mampir ke sini, sudah sampai ke negeri tetangga.. Selamat ya teh.. serasa dunia milik berdua siga na mah 🙂

    Reply
  20. prih

    Orin sang pembolang begitu kata sang kisah…..
    …just being me…sesantinya.
    Salam

    Reply
  21. kado biru

    ngebolang bareng temen itu yg paling seru..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: