Rindrianie's Blog

Ngebolang ke Inggris

Ngimpi kamu, Rin!? Iya, emang ngga boleh? *sigh* hihihihi.

Izinkan saya menjenguk masa lalu sebentar ya. Dulu, saat saya SMU, ada semacam study tour khusus kelas 3 di sekolah, kota tujuannya adalah ke Bali. Maka sejak kelas 1, saya seringkali berkhayal alangkah menyenangkannya jika saya bisa menginjakkan kaki di Bali. Meskipun di saat yang sama saya pun tidak bisa membayangkan seperti apakah rupanya kota itu, maklum lah ya, zaman itu kan internet belum seperti sekarang ini, paling hanya bisa tahu sedikit-sedikit dari tivi atau majalah/koran.

Begitu kelas 3, saya ternyata tidak bisa ikut si study tour ke Bali yang sudah saya mimpikan selama dua tahun itu. Alasannya klasik, saya tuna dana *halah*, biayanya ternyata cukup mahal, sungkan saya meminta sama orang tua. Dan karena memang tidak wajib, saya memilih tidak ikut, meskipun artinya kandas sudah impian saya untuk pergi ke Pulau Dewata itu.

Saat bertahun-tahun kemudian akhirnya saya bisa ngebolang ke Bali untuk pertama kalinya, nostalgi kekecewaan saya saat SMU itu tentu saja menguap mengasap. Tahun 2008 itu berarti hampir 9 tahun setelah saya lulus SMU. Ah, senang banget lah pokoknya mah ya, impian yang tetap saya pelihara selama itu akhirnya kesampaian juga. Saking gembiranya, saya mengabari seorang teman soal liburan ke Bali itu, berbagi kegembiraan maksudnya. Dan sang teman membalas SMS saya dengan kalimat -kurang lebih- begini “Hah? Ke Bali? Negeri para kaum kafir itu, Rin?” Gubrak, saya tidak menyangka sebuah impian yang akhirnya terwujud akan mendapat reaksi sepedas itu :D.

Tapi kemudian saya sadar, terlepas dari shallow mindednya sang teman tadi yang bisa dikatakan SARA itu, bahwa traveling (saya lebih suka menyebutnya ‘ngebolang’ he he) mungkin tidak cocok untuk semua orang. Yahh…sama lah ya dengan ada yang lebih suka mie ayam daripada bakso, atau lebih memilih ngemil cimol daripada cilok, atau sesederhana ada yang lebih suka nonton Tukang Bubur Naik Haji daripada Grey’s Anatomy *apasih*.

Intinya, saya tidak pernah berhenti bermimpi untuk mengunjungi kota (dan atau negara) yang mayoritasnya bukan muslim. Saya dua kali ke Bromo, tiga kali ke Thailand, dan selalu masih bisa menunaikan sholat dan tetap mengkonsumsi makanan halal kok. Bukankah semakin banyak tempat yang saya kunjungi, semakin luas kaki saya melangkah, semakin sering saya berada di belahan bumi yang lain, akan semakin banyak-luas-sering juga saya mengimani kebesaran dan ke-Maha-anNya?

Ish, kenapa jadi serius begitu ya? hahahaha *abaikan*.

Saya ingin bercerita tentang impian ngebolang saya yang lain. Jika Akang Suami pernah berkata “sekali seumur hidup ingin sekali bisa menjejakkan kaki di Milan”, maka saya ingin berkesempatan pergi ngebolang ke London, berkali-kali ya boleh banget, tapi sekali saja pun mungkin cukup he he.

Sejak pertama kali belajar bahasa Inggris SMP dulu, saya betul-betul penasaran sama negara ini, sehebat apa sih mereka sampai-sampai bahasanya dijadikan bahasa internasional begitu? Hla wong negaranya cuma seuprit begitu doang kok, bahasanya pun susah pula. Well, pertanyaan -dan pernyataan- itu mungkin cuma karena saya ngga pinter-pinter banget bahasa Inggris ya, apalah itu segala macam tenses, irregular verbs, passive voice dan sebagainya dan sebagainya, bikin pusing ajah hihihihi.

Tapi ternyata, ‘kebencian’ awal tersebut membuat saya menyukai belajar bahasa Inggris, meskipun ya tetep aja kemampuan bahasa Inggris saya estede (baca : standar), ngga jago-jago banget tapi bisa dibilang tidak memalukan. Saya cukup menyukai bahasa Inggris, terutama yang british english. Aksennya itu -buat saya- sangat seksi *halah*. Saya suka sekali menonton film ber-british english, semacam Bridget Jones’ Diary, The King’s Speech, Harry Potter atau Sherlock (terutama yang serial TVnya). Saya ngga bosen meski nonton berulang-ulang, karena terpukau melihat mereka ngomong! Bahkan, cara mereka memaki terlihat lebih berkelas daripada Inggrisnya orang Amerika, coba deh perhatikan saat si Ron Weasley mengumpat dengan berseru ‘bloody h*ll’, sense-nya entah kenapa berbeda saat seseorang mengumpat ‘what the mother f*cker’ atau semacamnya kan?

Ini kenapa malah umpat mengumpat yang dibahas ya? hahahaha.

Jadi sudah jelas kan ya, kenapa saya harus ke Inggris? Alasan pertama adalah karena saya ingin sekali mendengar langsung orang-orang Inggris ngomong bahasa Inggris! Terdengar absurd sih, tapi begitulah, ini kan mimpi saya ya, suka-suka saya dong berarti :P.

Nah, nanti, saat saya bisa ngebolang ke Inggris, pasti kan ke London dulu ya, maka si London Eye ini yang akan saya datangi pertama kali.

Iyaa…mungkin masa kecil saya kurang bahagia karena tidak pernah naik ferris wheel kayak gini, lah di kampung saya mana ada yang beginian kan. Kalaupun sesekali ada pasar malam biasanya saya dilarang naik sama Bapak saya, khawatirnya ngga aman, padahal sih mungkin karena saya aja yang takut ha ha. Tapi entah kenapa, belakangan saya suka sekali naik semacam bianglala ini. Apalagi kalau naik si London Eye ini kan, dengan view yang bikin takjub pula, hedeeehhhh *mupeng berat*.

Saya mau naik di 3 waktu yang berbeda. Pagi menuju siang saat matahari udah agak tinggi tapi ngga panas-panas banget, sapanas pager kalo kata orang sunda mah :P. Berikutnya saat senja ketika langit bersemu jingga, ini mistis banget nih kayaknya kalo pas di puncaknya. Terakhir malam hari untuk menikmati London dan semua atributnya yang dihiasi kerlap kerlip lampu. Ah, kayaknya mah saya bisa lupa sama Akang Matahari hihihihi.

Titik tertinggi The Eye adalah 135 meter, tenang…tenang….saya tidak kepikiran untuk loncat ke sungai Thames kok *halah*, tapi sudah bisa dipastikan, saya bisa melihat kota London sekitar 40 kilometer jauhnya dari titik ini. Semacam bonus yang menyenangkan gitu kan ya, satu kali putaran The Eye cuma selama 30 menit, tapi saya sudah ‘melihat’ sebagian besar London! Horey banget itu mah.

Maka alasan berikutnya saya harus ke Inggris adalah untuk menaiki The Eye yang fonumenal itu, wahana yang -sepertinya- saya takuti saat kecil dulu, dan telah menjadi obsesi terpendam yang meringkuk diam-diam di alam bawah sadar saya *tsaaah*.

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, salah satu film (serial) favorit saya adalah Sherlock. Novelnya sudah sering saya baca saat sekolah dulu, film layar lebarnya tidak terlewat saya tonton, tapi si Benedict Cumberbatch yang menjadi Sherlock Holmes di serial TV ini membuat saya semakin kepincut. Apalagi ceritanya sudah dimodifikasi bersetting di zaman sekarang, jadi si dokter Watson (diperankan Martin Freeman) ini menuliskan kasus demi kasus yang ditangani Sherlock di dalam sebuah blog! Duh, serasa sehati gini sama John Watson ya hahahaha.

Jadi sudah bisa ditebaklah ya, alasan berikutnya kenapa saya harus ke Inggris? Yup, saya teramat sangat ingin sekali masuk ke 221B Baker Street, berimajinasi saya curhat sama Sherlock di sana, dengan John Watson yang khusyuk mendengarkan dan sibuk menulis, meskipun si Sherlock mungkin cuek aja main biola karena menganggap curhatan saya kurang menarik, terus nanti tiba-tiba si Mrs. Hudson nyelonong aja ke atas, nawarin saya teh dan cookies, lanjut ngerumpiin si Sherlock yang ngga punya pacar mulu. Oke, kalo diterusin bakalan kepanjangan ngayal sama si Sherlock nih hihihihi.

Museum ini sebetulnya terletak antara nomor 237 dan 241, tapi kemudian atas seizin pemerintah City of Westminster dianggap sebagai rumah bernomor 221B, sesuai deskripsi Sir Athur Conan Doyle  dalam novelnya. Aih, pasti seru banget berkunjung ke museum ini. Dan kekaguman saya pada seorang penulis bertambah lagi berkali-kali lipat, bayangkan, Doyle ini kalah terkenal lho sama si Sherlock Holmes yang notabene ‘hanya’ karakter ciptaannya belaka! Oke, ini mungkin keabsurdan saya yang lain hihihihi.

Well, sebetulnya masih baaaaanyak yang ingin saya kunjungi di Inggris. Menatap langsung Big Ben dan mendengarnya berdentang pasti akan memberikan aura magis tersendiri. Menginjakkan kaki di Buckingham Palace mungkin bisa membuat saya merasa bagaikan seorang ratu. Memotret patung-patung di Trafalgar Square tentunya akan sangat mengasyikan. Mencari peron sembilan tiga perempat di stasiun King’s Cross untuk mengunjungi Hogwart pasti mendebarkan. Nonton konser -Adelle mungkin(?)- di The Royal Albert Hall. Bahkan menonton tim Liverpool latihan di stadium Anfield secara langsung bagi saya yang bukan penggemar Sepak Bola tetap akan super seru.

Belum lagi ada Westminster Abbey, museum The Beatles, bus tingkat Double Decker, si penjaga istana bertopi bulu berseragam merah itu, universitas Oxford, hingga mencicipi fish and chip di kampung halamannya sendiri. Dan siapa tau bisa papasan sama Jude Law, David Beckham, atau personel One Direction pas lagi jalan kaki di jalanan apaaa gitu kan ya :D.

Duh, ini mah ngga cukup kalau ngebolangnya cuma seminggu keknya ya? Emang seru ya kalau udah ngayal *nyengir*.

Sekali lagi, ini memang satu dari sekian impian saya. Tapi bercermin pada impian ke Bali di masa lalu itu, saya akan tetap menyimpannya di sudut hati, berdoa diam-diam berharap Tuhan akan mengabulkannya suatu saat, entah kapan, entah bagaimana.

Someday, somehow, I will go to England, saat ngebolang ke Inggris bukanlah impian belaka, Insyaalloh. Mohon di-Amin-kan ya temans 🙂

0 Comments

  1. Ryan

    mba… ini lagi ikutan lomba kah? *blog kedua yang saya baca soal ke London*

    Tapi memang penasaran sih sama London… pengen…

    Reply
    1. syifna

      Iya ini kayak lomba deh mas ryan.aku juga nemuin tulisan yang behubungan dengan Inggris.

      Mba Orin, semoga bisa ke London yaaaa …. hehehe . aku juga pengen ke Londo 🙂

      Reply
  2. titi esti

    Aamiiiin….. semoga cita-cita / keinginan Orin yang ini segera terkabul.
    Orin bak sudah sangat mengenali seluk beluk kota London gini. Pastilah mengamatinya sejak lama.
    Sukseees buat Oriin

    Reply
  3. nyonyasepatu

    Kalo ketemu sherlock mauuuuu dong

    Reply
  4. ysalma

    Aamiin, semoga mimpinya tercapai ya Rin,
    *bonus ngeblog 🙂

    Reply
  5. Arman

    moga2 ya rin bisa kesampean… 🙂

    Reply
  6. abi_gilang

    Ikut…ikut….ikutan ngehayal dink :mrgreen: Pokonya akang ikut mengamini deh semoga kesampaian ya Orin 🙂

    Reply
  7. Bibi Titi Teliti

    Oriiiiiin…
    daku pun turut meng Amin kan semua impian mu yah Riiiin…
    Mudah2an bisa terwujud semua nya yaaaaah 🙂

    Dan ampun itu temen mu ke Bali aja dibilang negri kaum kafir…
    apalagi kalo ke Korea meureun nyak?

    Reply
  8. ferdiansyah30

    ngebolang ke inggris? keren keren
    apalagi ngebolang versi ‘gembel’ traveller 😀

    Reply
  9. bebe'

    aamiiiin.. Semoga kesampean ya Rin.. Aku pun juga mau kesana dan ketemu sherlock di 221B.. Bareng yuuuuk.. Hihihi
    Ga sekalian mau liat Harry Potter Rin?

    Reply
  10. prih

    Dari rumah Sherlock Homes mampir ke Lima Sekawan ya Orin. Sukses dalam lomba, mimpi jadi nyata.

    Reply
  11. Vinda Filazara

    Allahumma aamiin.
    Moga segera di ijabah impiannya ^^ dan aku dengan senang hati disuruh nemenin kesana 😀 #ngareep

    Salam ta’aruf, Salam ukhuwah mbaak 🙂

    Reply
  12. Uniek Kaswarganti

    ooooo London Eye itu ternyata dremolem klo org Jawa bilang hihihiii…. dremolem-nya keren banget tp yg di London itu. Ajak aku dong Mba Orin 😉

    Reply
  13. Lyliana Thia

    semoga impian kesampaian Oriiin… ^_^
    dan bisa naik ferris wheel yang megah itu.. 😀
    kalau aku mimpinya bisa keliling duniaaa…. hahahaha…
    aaaah itu terlalu muluk kali yaaah.. hahaha…

    good luck oriiin,,, 🙂

    Reply
  14. Heni Puspita

    Good luck Mbak

    Reply
  15. Lidya

    ikuuuut ya rin kalau menang 🙂

    Reply
  16. Hasyiem

    Wahhh sneng bgt pasti,.. Pa jga brkunjung di studio tour harry potter.pasti goOod bgt’

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: