Rindrianie's Blog

On-Off

Zaman saya kecil, ada tetangga kami yang memiliki ‘kebiasaan aneh’. Saat keluarganya dalam kesulitan, sang Bapak rajin sekali pergi ke Mesjid. Berangkat saat senja menjelang, masih terpekur setelah maghrib hingga Isya datang, sholat Shubuh pun dipastikan berjamaah di mesjid.

Akan tetapi, setelah kesulitan-kesulitan itu teratasi, dan keluarga mereka ‘baik-baik saja’, Bapak ini mulai jarang terlihat di mesjid, baik maghrib-Isya, apalagi Shubuh. Dan kemudian menghilang sama sekali di hari-hari berikutnya.

Lantas, beliau akan kembali ‘berkunjung’ ke mesjid beberapa bulan berikutnya. Dan itu sudah bisa dipastikan beliau (atau keluarganya) sedang dalam masalah (lagi). Aneh tidak? hehehe…

Bagi kami hal tersebut cukup aneh. Setidaknya, Ibu saya menasehati kami untuk tidak mencontohnya, bahwa beribadah (berdoa, sholat dan semua derivasinya) janganlah ‘On-Off’ seperti itu, karena harus tetap ‘dekat’ dengan Beliau Sang Pemilik Segala walaupun apapun. Bersyukur padaNYA kala bahagia, berserah diri padaNYA saat berduka.

Dan nasehat tersebut entah kenapa terngiang kembali hari ini. Mungkin karena saya sedang On-Off akhir-akhir ini, dan mengerjakan ibadah-ibadah tersebut sekedar sebagai ritual belaka. Atau mungkin karena saya sedang merindukan Mamah -my lovely Mom- dan nasehat-nasehatnya.

Tapi tetap saja, semoga saya bisa belajar dari tetangga saya itu, untuk tidak melakukan On-Off padaNYA, sehingga Beliau Yang Maha Cinta pun selalu menyayangi saya. Amiiinn..

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: