Rindrianie's Blog

Perfect

Ampun deh ah, kepengen buat satu postingan tiap minggu aja kok susah banget yaaa. Alasan sibuk terlampau basi rasanya, tapi ya begitulah faktanya berdalih.

Eniwey, daripada kebanyakan prolog, yang ingin saya ceritakan kali ini (tentu saja) adalah hal remeh temen berikutnya. Soal lagu kesukaan yang belum membuat saya bosan mendengarnya meski diulang lagi diulang lagi diulang lagi. Mirip saat saya sukkkka banget sama All I Ask-nya Adelle tempo hari, pak suami aja sih yang suka protes kalau di mobil saya bolak balik nyetel lagu ini kenceng-kenceng, mana sambil sing along pula kan seraya karokean hahahaha.

Lagu apaan sih, Rin? Judulnya Perfect, tapi yang versi duet sama Beyonce. Ada yang tahu lagu ini kah?

Dalem ya liriknya, dan saya literally suka merinding dengernya hihihihi.

Mungkin, karena kisah dibalik penciptaan lagu ini yang so sweet banget ya. Konon katanya, inspirasi Ed saat menciptakan lagu ini adalah sosok Cherry Seaborn yang adalah kekasihnya. Ed rupanya naksir Cherry saat SMA, dan Cherry juga mencintai Ed sebelum akhirnya mereka patjaran. Berasa cerita novel nggak sih? hihihihi. Bahkan kalimat “bare foot on the grass, listening to our favorite song” itu benar-benar terjadi, mereka bertelanjang kaki mendengarkan lagu kesukaan March Madness Future di Ibiza. Kok jadi mupeng ya dancing in the dark nyeker di padang rumput #eh. Kabarnya sih si Ed mengakui kalau dia Cherry ini adalah ‘the one’nya dia, apakah ada yang segera melakukan pernikahan dalam waktu dekat? jreng…jreng… :P.

Tapi ngomong-ngomong soal the one alias soulmate alias belahan jiwa alias apa pun itulah ya namanya, seorang teman baru-baru ini curhat sama saya, perihal pernikahannya yang (sepertinya) tidak akan bertahan lama, lantas berasumsi bahwa soulmate atau semacamnya itu omong kosong belaka. Saya bisa mengerti kesimpulan tersebut dikarenakan peristiwa pahit yang sedang dialami teman saya ini sih ya. Meski tetap saja saya tidak bisa sepakat sepenuhnya, karena toh menikah memang bukan melulu persoalan soulmate atau rasa cinta di antara pasangan saja, di dalamnya harus ada respect, kompromi, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan sebagainya dan seterusnya bla bla bla yang membuat sebuah pernikahan awet hingga keduanya menjadi kakek nenek atau terpisahkan maut.

Menikah itu berat, Dilan #eh *abaikan.

Makanya, saya (juga) mengerti jika ada seseorang yang beranggapan bahwa “menikah bukan untuk saya” dan kemudian memilih melajang selamanya. Meskipun (sekali lagi) tidak bisa saya sepakati karena somehow itu seperti ‘menyalahi’ aturan semesta. Memang benar kita terlahir sendiri dan akan mati pun tanpa mengajak siapa pun saat menghadap-Nya, tapi memutuskan untuk tidak menikah (bukan karena belum bertemu jodoh dan atau semacamnya) -menurut saya- serupa mengharapkan bintang bermunculan di siang hari. Ya begitulah ya, semoga paham maksud saya *mbulet.

Dan kenapa ini jadi (sok) serius begini bahasannya hahahaha. Udahan ah, sebelum saya pusing sendiri :P. Dengarkan saja lagunya dek Ed Sheeran sama mbak Beyonce ini ya, pasti suka juga deh sama kayak saya *nyari temen.

🙂

 

 

 

 

4 Comments

  1. Carolina Ratri

    Haeee. Nulis di blog aja terus, Oyiiin. Nggak usah di wattpad.
    Wkwkwkwk.

    Reply
  2. Agung Rangga

    Waaah, saya juga suka banget sama lagu versi duet ini! Jauh lebih bagus dari versi aslinya (karena ada Queen Bey~ 😍).
    Tapi dari album Divide-nya Ed Sheeran, saya paling suka sama lagu “Happier” sih teh… 😂

    Reply
  3. adelinatampubolon

    suka juga sama ini lagu.

    Reply
  4. Igniel.NET

    Pembahasan yang sensitif deh *buat pribadi*

    Saya masuk golongan “menikah bukan untuk saya”. Mungkin karena belum nemu yang cocok aja. Atau sebenernya udah nemu dari dulu tapi nggak bisa nyatu haha

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: