Rindrianie's Blog

Pertemuan Kembali

IMG_243032605751181

Suatu hari, Udin bertemu dengan Badu.

Dulu, saat keduanya masih berseragam putih merah, seringkali bermain gundu sama-sama, berenang di sungai sama-sama, main layangan sama-sama, hingga bolos sekolah pun sama-sama. Meskipun tidak seperti pinang dibelah dua, Udin dan Badu serupa anak kembar beda ayah ibu.

Maka saat tiba-tiba saja mereka dipertemukan semesta di warung kopi di negeri antah berantah ini, Udin berteriak gembira, Badu terisak penuh haru. Keduanya berangkulan erat dan kuat.

“Aku pikir kamu sudah mati, Du.”

“Lah? Aku pikir kamu yang sudah mati, Din.”

Lantas keduanya tergelak, merasa konyol menganggap sahabatnya sendiri sudah mati, sekaligus bahagia karena bisa berjumpa kembali.

“Jadi bagaimana kabarmu, Din?”

Udin geming, hampir dua dekade mereka tak saling bertukar kabar, bagaimana dia bisa merangkum kehidupannya selama dua puluh tahun terakhir itu dalam satu kalimat pendek yang bisa menjelaskan segalanya? Perlukah dia bercerita dirinya sedang menjadi buronan polisi karena jadi bandar narkoba?

“Baik, Du,” jawab Udin akhirnya. Klise. Basi. “Kalau kamu, Du?”

Badu tersenyum. Benaknya berpikir berputar-putar kabar apa yang ingin didengar sahabat kecilnya itu. Apakah soal dirinya yang pernah menghamili anak gadis orang? Atau si Badu yang hampir mati dikeroyok orang sepasar karena ketauan mencopet?

“Baik, kabarku juga baik, Din.” Badu memilih jawaban aman.

Udin mengangguk-angguk, senang Badu baik-baik saja. Badu tersenyum-senyum, gembira kabar Udin ternyata baik-baik saja.

Hingga kemudian kopi pesanan mereka datang. Keduanya menikmati kopi dalam diam. Badu dan Udin mulai berpikir, pertemuan kembali ini mungkin pertanda, bahwa mereka diberi kesempatan kedua, untuk menjadi manusia dan hidup yang baik-baik saja. Seperti dulu, seperti seharusnya.

***

Note : 251 kata. Selamat ulang tahun kedua untuk MFF-ku tercinta *ketjup*

0 Comments

  1. nurlailazahra

    mantap, untuk kesekian kalinya aku seneeeeenggg bgt sama gaya bahasa Teh Orin, slalu ada ide baru yg ditonjolkan 😀

    Reply
  2. ajenangelinaa

    kerenn Tante Orinnnn

    Reply
  3. jampang

    negatif bertemu negatif hasilnya jadi positif 😀

    Reply
  4. dani

    Indah banget ini Rin ceritanya. Sukak BANGET.

    Reply
  5. Arman

    silence is golden ya. hehe

    Reply
  6. selseya

    bagus banget mbak ceritanya :”)))

    Reply
  7. Ryan

    kesempatan kedua yang indah Mba Orin. Suka.

    Reply
  8. bukanbocahbiasa

    Teh orin selalu menohok. Nujeess bgt fiksinyah!

    Reply
  9. Lidya

    jadi sama-sama insyaf ya

    Reply
  10. desweet26

    ih mak Orin kereeeeen pisaaan ceritanya… ;))

    Reply
  11. Bibi Titi Teliti

    haduuuuh…
    emang semuanya gak perlu diceritain yah Riiiin 🙂
    Keren seperti biasaaaaa 🙂

    Reply
  12. susanti dewi

    pertemuan kedua yg semoga menjadi kehidupan yg lebih baik bagi mereka berdua 🙂 nice story 🙂

    Reply
  13. Putri

    di awal awal pas baca aku langsung ketawa sendiri , gaya bahasanya luar biasa bu 🙂

    Reply
  14. liannyhendrawati

    Pertemuan kembali yang membawa kebaikan bagi keduanya. Semoga 🙂

    Reply
  15. jan

    lebih suka kalo endingnya gelap. 😀
    sama-sama ditangkap polisi waktu lagi nyeruput kopi, misalnya.

    Reply
  16. linda

    suka!

    Reply
  17. myra anastasia

    cukup dengan jawaban baik-baik saja, ya. Gak perlu semua diceritain 🙂

    Reply
  18. Wisang

    keren saya suka gaya bahasanya

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: