Rindrianie's Blog

[FF250Kata] Pesta Kembang Api

“Amelia, Papamu hilang ditelan awan kumulonimbus.” Kalimat itu terus berputar di kepalanya, melayang tenggelam, berlari terdiam, menolak pergi enggan menjauh. Kenapa awan bernama aneh itu berbuat jahat pada Papa? Tanya Amelia dalam hati tak mengerti.

“Papa akan pulang, Amelia, sebelum tengah malam. Kita akan pesta kembang api saat tahun berganti nanti, seperti biasanya.” Sebelum pergi, demikian Papanya pernah berjanji.  Tapi seharusnya lelaki itu sudah pulang seminggu lalu, maka Amelia mulai curiga, Papanya memang tertawan awan hingga tak bisa pulang.

“Wahai kembang api, bisakah kau mengantarku pada awan kumulonimbus?” lirih, Amelia memohon pada selarik kembang api kebiruan yang meledak di dekatnya. Sang Kembang api geming, hanya menatap Amelia sesaat untuk kemudian menghilang.

Amelia mengesah, kecewa. Tapi dia tidak akan menyerah, kalau perlu, dia akan memohon meminta mengiba pada setiap kembang api yang ada, untuk bisa membawanya pada awan bernama aneh yang telah menawan Papanya.

“Wahai kembang api nan jelita, bawalah aku pada awan kumulonimbus,” iba Amelia pada segerumbul kembang api jingga merona. Kembang api itu mengabulkannya, membawa Amelia ke angkasa. Sesaat sebelum kembang api jingga itu sirna, Amelia meminta kembang api lain untuk membawanya. Begitu terus menerus, semakin tinggi dan semakin tinggi, hingga tengah malam pun lewat, dan tak terlihat lagi kembang api meledak di dekatnya.

“Apakah kau awan kumulonimbus?” tanya Amelia sebelum sebentuk petir menyambar. Sang awan bisu, tapi sepintas Amelia melihat Papanya di sana, gegas dia menaiki petir yang baru datang. Amelia pun menjelma kembang api, bersama petir dia meledak bahagia. Pesta kembang api itu tetap terjadi, seperti seharusnya.

0 Comments

  1. bukanbocahbiasa

    Duuuh… Sediiih saya bacanya teh.
    airasia bgt

    Reply
  2. chocoStorm

    Kasihan, kau, Nak … hiks … 😥

    Reply
  3. nengwie

    Cerita2 FF nya selalu keren teeeh… ??

    Reply
  4. ajenangelinaa

    Ya ampunnnn kebapa meledak sihh? :'(
    sedihhh FFnya Mbak Orinn

    Reply
  5. junioranger

    Kok aku ngerasa endingnha ngegantung… Amelia ga ngobrol dulu sama Ayahnya? Tapi ini happy ending atau gimana. Haha *iya kan amelia seneng

    Reply
  6. Pingback: (FF250Kata-TimRiga) Laki-laki yang Menjolok Rembulan | Rumah Ide Ajen

  7. Pingback: [#ff250kata] Menunggu Kepulangan Ayah | JUNIORANGER

  8. Anindita Hendra

    Duh, sedih 🙁
    Ayahnya gk bisa nolong ya?

    Reply
  9. Arman

    Semoga Amelia ketemu sama papanya ya…

    Reply
  10. Lidya

    jadi sedih bacanya Rin

    Reply
  11. Lianny Hendrawati

    Sedih hiks

    Reply
  12. dani

    Baca ini beneran berasa sedih Rin. Suka ama ceritanya. Selalu bawa pesan yang kuat. Keinget Airasia. Hiks.

    Reply
  13. jampang

    hiksss,,,

    Reply
  14. Swastika Nohara

    Sedih…. akankah amelia ketemu papanya? semoga jd cerita bersambung…

    Reply
  15. ikhlassamad

    hampir sama kayak cerita terbentuknya aurora

    Reply
  16. Pingback: [Flashfiction] Sehari Lebih Dulu | AttarAndHisMind

  17. Attar Arya

    jadi, kenapa papanya Amelia diculik awan kumulonimbus? kenapa Amelia langsung berubah jadi kembang api tanpa ketemu dulu dengan papanya?

    Reply
  18. Kevin Uspessy

    Keren, Mbak rin. saya bisa ngebayangin kejadian yang digambarkan.

    Reply
  19. cputriarty

    tragedi penerbangan indonesia yang belum usai ya mbak #airasia hikss

    Reply
  20. Andri Poernawan

    Semoga duka ini cepat berlalu dan kita semua bisa belajar mengambil hikmahnya..

    Reply
  21. Pingback: Postingan Pertama (?) | Rindrianie's Blog

Leave a Reply

%d bloggers like this: