Rindrianie's Blog

#PestaFiksi05 – Di Sebuah Halte

15401145_10154777807520489_4796649926150452351_n

Seorang anak kecil menatapku takut-takut dari tempatnya duduk ketika aku mendekat, tubuh kecilnya merapat pada ibunya yang begitu gelisah menunggu bus. Halte itu hanya milik kami bertiga.

“Bu …”

Bisikan anak kecil itu masih jelas kudengar. Aku hanya tersenyum dalam hati. Mereka-reka sendiri apa gerangan yang akan ditanyakan si bocah pada ibunya.

“Apa?” Si Ibu terdengar sewot.

“Mmm … tante itu … ”

“Pssst. Jangan dilihat, Nak.” Si ibu sedikit menyerongkan badannya, seperti melindungi si bocah agar tidak bisa melihat ke arahku.

“Kenapa, Bu?”

“Tidak perlu melihat perempuan-perempuan seperti tante itu.”

“Kenapa?” Kepala kecilnya muncul, semakin penasaran ingin melihatku. Membuatku sedikit tersenyum.

“Perempuan seperti itu tidak baik untuk dilihat.”

“Kenapa?”

“Tante itu bukan perempuan baik-baik.”

“Perempuan baik-baik?”

“Lihat saja pakaiannya, tidak sopan.”

“Tidak sopan?”

“Yang sopan itu seperti pakaian ibu, tidak terbuka ke mana-mana.”

“Kenapa yang terbuka ke mana-mana tidak sopan, Bu?”

“Sudah! Jangan terlalu banyak bertanya. Diamlah, sebentar lagi busnya datang.”

Sekarang aku tergelak kecil, menertawakan si ibu yang berdalih saat tak bisa lagi menjawab pertanyaan si bocah. Mereka terselamatkan bus yang menepi. Si ibu mengajak bocah lelaki yang matanya tak mau lepas dari memandangku untuk segera naik bus.

Aku terbahak di halte yang sepi.

Ah, seandainya bocah lelaki itu tahu, berapa pasang mata lelaki yang tertawan tubuhku. Terlampau banyak untuk bisa kuingat satu per satu. Mungkin ada mata milik ayahnya, atau pamannya, atau pak guru di sekolahnya, atau entah siapa lelaki dewasa yang dikenalnya. Dan mungkin kelak, mata si bocah yang telah dewasa juga akan menjadi tawanan tubuhku. Ha ha!

Sebuah sedan menepi, dua klakson pendek menjadi pertanda buatku untuk menaikinya. Sepasang mata lagi tertawan.

**

263 kata, untuk Pesta Fiksi #05: Penyihir-penyihir di Manik Mataku

3 Comments

  1. Heritage

    Terharuuuuu…. ehehehe

    Reply
  2. Blogger Jepang

    Ceritanya bagus kak. Dan bisa dipastikan sepasang mata berikutnya yang kamu temui nanti akan menatapmu dengan cara jenaka. 🙂

    Reply
  3. Isi Ulang Toner Printer

    benar2 bikin aku baper nih kisah

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: