Rindrianie's Blog

#PestaFiksi06 – Lelaki Kurus Berkacamata

Lelaki kurus berkacamata itu datang lagi. Baru dua kali ini memang, tapi mudah-mudahan saja dia akan terus datang ke restoran ini lagi dan lagi.

Kali ini rupanya dia sangat lelah. Begitu duduk, dia tak segera membuka menu yang kusodorkan, malah menyandarkan diri seraya memejamkan mata. Aku tidak keberatan menunggu, Malah, aku menikmati setiap detik melihatnya semacam demikian. Lelaki itu tetap terlihat begitu tampan meski dengan mata terpejam. Dan sepertinya dia benar-benar pulas meski hanya beberapa detik yang terlampau singkat.

“Eh, sorry …,” ujarnya, lantas tergeragap membuka buku menu saat disadarinya aku masih setia berdiri di depannya.

Aku hanya tersenyum sopan. Sedikit terbahak di dalam hati. Setia katamu, Tik? Ck!

“Mmm … menu andalannya apa? Mbak … Atik?” Oh! Hei, dia membaca pin nama di dadaku! Bukan, aku tidak sedang berlebihan karena merasa begitu gembira, tapi memang tak banyak pengunjung yang demikian. Jangankan memanggil kami dengan nama masing-masing, terkadang mereka seolah enggan sekadar untuk memandang wajah kami saat memesan, bukan?

Aku menelan ludah sebelum menjawab pertanyaannya. Lelaki kurus berkacamata itu memandang kedua bola mataku saat aku bicara, nyaris membuatku lupa bernapas, untunglah tatapan matanya tak sampai membuat lututku lemas.

“Oke, saya pesan itu saja, mbak Atik,” ujarnya mantap. Membuatku bungah, tanpa banyak bertanya dia menyetujui rekomendasiku! Dan dengarlah, sekali lagi dia memanggil namaku! Ya Tuhan.

“Oh? Minum ya.” Dia membolak balik lagi si buku menu, lantas menunjuk gambar cangkir putih berisi kopi hitam. Aku mengangguk mengerti, lantas pamit setelah memintanya untuk sabar menunggu.

Lelaki kurus berkacamata itu hanya tersenyum samar, kemudian tak lama kembali menyandarkan kepalanya di kursi untuk terpejam bahkan sebelum aku benar-benar pergi. Tak bisa tidak, kesempatan itu tak boleh aku sia-siakan. Refleks aku mengambil ponsel di saku celanaku, memotret wajah tampannya diam-diam, lantas segera memasukkan si ponsel cepat-cepat sebelum bosku -atau lelaki itu, atau siapa pun- melihatnya.

Aku menunggu pesanan si lelaki kurus berkacamata dengan tidak sabar, seperti banyak pengunjung yang berulang kali bertanya kapan pesanan mereka datang karena telanjur lapar. Aku tahu, lelaki di meja itu akan sabar menunggu, karena itu akan membuatnya bisa terpejam sedikit lebih lama. Akulah yang tak sabar ingin segera menemui dan berada di dekatnya lagi. Ha ha, sudah gila rupanya kau, Tik!

Pesanan si lelaki kurus berkacamata sudah tertata rapi di nampan yang akan segera kubawa ke mejanya. Tapi di sana, si lelaki kurus berkacamata tak lagi duduk sendiri. Di sisinya, kini seorang gadis manis berambut panjang tengah mengecup pipinya, membuat si lelaki kurus berkacamata tergelak, lantas memeluk gadis itu gembira.

Kuembuskan napas panjang sebelum melangkahkan kaki menghampiri mereka. Memiliki lelaki kurus berkacamata itu memang hanya akan terjadi di dalam mimpiku. Tapi tak apa, setidaknya aku sudah memiliki potret wajah tampannya di ponselku yang bisa kunikmati kapan pun aku mau.

**

Note: 445 kata

Pssst, ikutan #PestaFiksi06 yuks, hadiah bagi pemenang adalah satu buah novel Pulang (Karena Mereka yang Pergi Pasti Kembali). Sudah punya novelnya? Nanti diganti buku lain yang tak kalah keren *tsaaah*. Sok atuh ikutan ya, cuma nulis FF maksimal 100 kata dari lagu Photograph Ed Sheeran ini kok. Gampil kan kan kan? 😉

2 Comments

  1. vitamin ayam

    tulisanya bagus mbak, mga makin sukses yaa tulisanya..

    Reply
  2. dhonnies

    bahasanya enak di baca. gimana sih biar bisa gtu mbak??. terkadang ketika aku coba buat cerita gtu bahasanya ‘mbulet’ aja. -.-“

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: