Rindrianie's Blog

Piutang

Iya, masih menyambung masalah uang, dan terinspirasi dari beberapa komentar dari postingan sebelumnya. Kali ini mengenai piutang.

Sebelum piutang, kita bicarakan hutangnya dulu ya.

Sejak kecil, saya tidak pernah terbiasa berhutang. Mungkin karena Mamah dan Bapak saya juga tidak pernah berhutang seperti tetangga kanan kiri yang hobi membeli dengan kredit. Kulkas, sepeda, panci, bahkan handuk dibeli kredit. Saya menyaksikan acara berkredit-kredit ria itu tidak pernah terjadi di rumah kami, sehingga secara tidak langsung saya belajar untuk juga tidak terbiasa berhutang. Itulah kenapa, TV berwarna baru menghiasi rumah kami saat saya kelas 2 SMP! hehehe, jadi ingat TV hitam putih dengan kotak kayu besar itu 🙂

Pengalaman berhutang saya dimulai saat lulus kuliah dan bekerja sebagai pengajar freelance di sebuah lembaga kursus bahasa Inggris. Mengajar selama 90 menit hanya dibayar Rp. 12.000. Awal mengajar saya hanya memegang 4 kelas, setiap kelas memang masuk 2x seminggu, tapi bisa dihitunglah berapa uang yang saya terima di akhir bulan itu he he. Akhirnya saya terpaksa menjadi seorang yang selalu ‘gali lubang tutup lubang’, karena habis di ongkos. Saat itu saya tinggal (baca : ikut menumpang) di rumah paman saya di daerah Penggilingan Baru Bekasi, sementara si tempat kursus itu berlokasi di Pondok Gede. Habislah uang tak seberapa itu sekedar untuk ongkos. Kenapa tidak ngekost dekat tempat kerja? Karena uangnya tidak cukup 🙂

Pada saat itu, saya selalu meminjam uang pada seorang sahabat (beliau sama-sama bekerja di tempat itu) yang walaupun gajinya pas-pasan seperti saya, masih menerima subsidi yang cukup besar dari orang tuanya. Hutang-hutang tersebut langsung saya lunasi tanpa sisa, segera setelah menerima gaji. Walaupun tidak bisa tidak, saya kembali berhutang di beberapa hari berikutnya karena memang pendapatan tersebut jauh dari cukup.

Singkat cerita. Kelas yang saya pegang bertambah, bahkan sempat mengajar private -yang tentu fee-nya berkali lipat- sehingga saya bisa menyewa kamar kost-kostan murah persis di gang depan tempat kursus itu. Lantas dipercaya menjadi staf akademik (yang bertugas mangatur jadwal kelas dan guru, menyiapkan bahan ajar sampai membuat soal ujian) sehingga memiliki gaji tetap (kalau tidak salah jumlahnya 400.000 hihihihi), dan kemudian berakhir diterima bekerja di tempat saya bekerja sekarang. Intinya, sejak penghasilan saya membaik, saya tidak lagi ‘gali lubang tutup lubang’ alias saya bebas dari hutang. Alhamdulillah.

Dan sekarang, saya jadi memiliki banyaaaaak sekali piutang. Entah karena pengalaman berhutang yang saya alami dulu itu, entah karena saya memang karunyaan (bahasa Sunda, artinya gampang merasa kasihan), atau entah alasan apa (yang jelas bukan karena saya kebanyakan uang he he he), saya mudah sekali memberi pinjaman pada siapapun yang datang pada saya untuk meminjam uang. Mamah dan suami saya seringkali keberatan dan mengomeli saya gara-gara hal ini 🙁 Bisa dimengerti sih, karena sekitar 90% dari piutang-piutang saya itu belum (atau tidak?) dikembalikan glek.

Tapi saya punya pembelaan diri terhadap kasus ini. Saya pernah berada di posisi tidak memiliki uang sama sekali seperti itu, dan bagi saya meminjam uang -ke sahabat terdekat sekalipun- adalah sesuatu hal yang sangat memalukan. Mungkin karena itulah saya bisa memahami perasaan orang-orang yang meminjam ke saya itu, bahwa mereka -dengan mengenyahkan rasa malu- terpaksa menghubungi saya untuk meminjam sejumlah uang, tanpa bisa menjanjikan entah kapan bisa dibayar. Karena pinjam meminjam ini berbeda dengan saat kita meminjam uang gara-gara kelupaan bawa dompet atau belum sempat ke ATM untuk mengambil uang.

Saya mengenal baik orang-orang tersebut. Mantan teman kantor, kakak sepupu, paman, keponakan, teman waktu kecil, teman di komunitas, semacam itulah, bukan ‘orang lain’ yang baru saya kenal sebentar. Saya meminjamkan dengan i’tikad baik mudah-mudahan sejumlah uang itu betul-betul bisa membebaskan -atau paling tidak meringankan- kesulitan mereka. Karena uang itu memang dipinjam saat sang istri baru kecelakaan motor, atau sang anak harus bayar SPP sementara suami baru di-PHK, atau karena baru kecopetan padahal uang yang hilang itu untuk modal berdagang, hal-hal semacam itu. “Bagaimana jika saya yang berada di posisi itu?” Pemikiran ini yang selalu menjadi landasan saya memberi piutang.

Kesalahan saya (mungkin) adalah karena saya tidak pernah bertanya kapan mereka bisa mengembalikan piutang tersebut. Tapi itu karena saya pikir -mengacu pada pengalaman saya berhutang itu- jika sudah ada uang untuk membayar hutang, pasti mereka akan mengembalikannya bukan? Naif yah? Terlalu polos kah saya? Atau justru bodoh karena bisa dimanfaatkan?

Saya teringat akan piutang-piutang itu karena sekarang saya sedang ingin berhutang. Iya, saya -dan suami- ingin sekali memiliki rumah sendiri. Membeli cash? Hadeeeuuhhh, mimpi di siang bolong itu mah he he. Tidak bisa tidak, kami harus mengambil KPR, yang baru akan terlunasi 10 hingga 15 tahun ke depan dengan menyicil sekian rupiah tiap bulannya. Yang ternyata, memerlukan sejumlah uang lain -diluar si harga rumah- yang harus kami siapkan untuk administrasi, notaris , pajak dan teman-temannya itu. Huft, alangkah terbantunya saya jika menerima kembali piutang-piutang itu. Apakah harus saya ikhlaskan saja semuanya? Hmm…sepertinya saya belum bisa se’tinggi’ itu.

(Eh, memang berapa sih Rin piutangnya? Psssttt…kalo ditotal bisa untuk beli si Kupi baru qiqiqiqi..)

Ckckckck…panjang sekali tulisan ini. Saya bisa mengerti jika teman-teman fast reading he he. Tak mengapa, karena (lagi-lagi) saya hanya sedang ingin curhat 🙂

Semoga kita selalu diberi keluasan rezeki yang barokah ya Teman. Aamiin.

Happy Friday Pals 😉

0 Comments

  1. Suwati

    Sy mau pinjam juga deh ke Teh Orin buat beli kupi pink… 😀

    Orin : hahaha….harusnya jg Orin yg pinjem ke mba Wati 😛
    Apa kabar mba? maafkan Orin udh ga pernah chat lg ya ^^

    Reply
  2. Puji Irwanto

    Amien semoga yang berhutang kepada teh Orin segera sadar dan bersedia mengembalikan uang – uang tersebut.
    Selamat beli rumah baru teh Orin

    Orin : Pgnnya diikhlaskan aj mas Jier, tapi dapet rezeki lain gitu hehehe *ngelunjak*. Aamiin.. Tengkyu yaa…msh dalam proses kok rumahnya, msh blm terbeli 😀

    Reply
  3. niQue

    klo sudah lama, ya ikhlaskan saja, mungkin Orin selama ini tidak menyadari bahwa sebenarnya Tuhan sudah membayarkan semua piutang itu dalam bentuk uang, kesehatan, keselamatan dan lain sebagainya.

    Saya, ketika meminjamkan uang, berusaha untuk tidak harap kembali, tidak gampang, karena sekali sekala saya juga sempat jengkel, apalagi yang ketika meminjam sok2 bilang cuma mau pinjam seminggu, eh taunya sebulan dua juga malah ga ada kabarnya. sebetulnya yang menjengkelkan bagi saya adalah, setelah minjam dan blum bisa ngembaliin, eh malah tidak tampang punggung lagi, jadi ngerasa gara2 uang malah mutus tali silaturahim.

    So, Orin, percayalah, Tuhan sudah atur rejeki kita masing2, sesuatu yang tidak mungkin dalam hitungan kita, tapi Dia bisa mewujudkannya jika Dia memang mau memberikannya pada kita, termasuk membeli rumah yang menurut Orin mahal sekali itu 🙂

    Tetap berusaha untuk mendapatkan yang terbaik ya 🙂

    Orin : Iya Kak, selama ini jg inget sm piutang itu ya karena diingatkan. Mamah tuh yg paling sering nanya “si ini udh bayar blom? si itu udh bayar blom?” hehehe…

    Bener bgt Kak, kadang ada yg gitu jg, pas mau minjem rajin nelpon, smp dateng ke rumah, begitu udh dapet menghilang deh entah kemana 🙁

    Aamiin…memang Orin berpikir begitu, bersyukur ga perlu berhutang spt mereka. tapi ya itu tadi, teringat sm si piutang2 krn pas momennya gi perlu uang buanyak hehehe… Makasih nasehatnya Kak, jd optimis nih bisa beli rumah (baca : kredit bertahun2) walopun mihil bgt ^^

    Reply
  4. Emanuel Setio Dewo

    Wah, jadi pengen minjem ke Mbak Orin. Xixixi…
    Salam

    Orin : *ngeluarin dompet* pinjem berapa mas Dewo? *hihihihi

    Reply
  5. Mabruri Sirampog

    mungkin saya juga seperti itu bun, karena merasa ga tegahan, jadi gampang skali buat ngasih pinjeman sama orang lain, terlebih masih kelaurga sendiri, semisal sepupu, pade, bulik dan sebagainya.
    Justru karena mereka2 yang berhutang, jadi malah ga tega kalau mau nagih, padahal di sisi lain terkadang saya lagi butuh duit juga, malah jadi dilema akhirnya,,, hehehe

    mungkin mengantisipasinya sih sekarang, kalau ga mau orang lain minjem, ya sayanya berusaha untuk tidak pernah minjem. 😀

    Saya doakan semoga cepet dapat rumah sendiri bun, meskipun sederhana tpi penuh dengan cinta di dalamnya… aamiin.

    Orin : Aih…sama ternyata ya Mab, dilematis 🙂
    Kalo saya mengantisipasi dg memberikan uang sejumlah yg bisa saya ikhlaskan, bukan sebesar yg ingin dipinjam, begitu skrg ini kalo ada yg mau pinjam Mab, wong udh ttd di atas materai aj tetep ga bayar kok 🙁

    Aamiin…tengkyu doanya Mab, aplikasinya udh disubmit, mudah2an bisa diapprove ^^

    Reply
    1. lozz akbar

      Bunda maneh hahaha,

      Orin : hihihi…

      Reply
      1. Sofyan

        Kebiasan Mas Mabruri uncle hehehe….

        Orin : hehehe…ad pendukungnya nih Mab :p

        Reply
  6. Dhymalk dhykTa

    Semoga kita selalu diberi keluasan rezeki yang barokah….

    saya mengaminkan…amin2 ya Rabbal Alamin

    Orin : Aamiin…semoga ya Di ^^

    Reply
  7. fanny

    tapi jgn dibiasakan meminjamkan uang. kadang ada orang yg malas berusaha karena bisa dg mudah dpt pinjaman.

    Orin : Iya sih mba Fan, tapi saya suka ga tegaan nih T__T”

    Reply
  8. hilsya

    mau japri ka orin ah.. buat plesir, qiqiqi *pasti ditimpukin da*

    Orin : Tah..nu kitu tah nu piton teh… (baca : piton-jokkeun) hahahaha

    Reply
  9. sibair

    Mengenai piutang memang klo udah terlanjur hobi ngutang pasti keterusan.. dan pasti ujung-ujungnya repot di belakang.. hehe

    btw itu di kasih keterangan gitu ya klo gpp fast reading hihi

    Orin : Ugh…hobi ngutang? harus dihindari itu mah mas.
    hehehe…kalo keterangannya di depan nanti beneran ga dibaca mas qiqiqiqi

    Reply
  10. dewifatma

    Biarpun panjang, daku selalu membaca hingga tuntas dimari. Soalnya tulisan Neng Orin enak dibaca.

    Kembali ke laptop; orang yang melepaskan seseorang dari kesulitan, Tuhan akan melepaskan dia (juga) dari kesulitan kelak diakhirat, katanya gitu sih…

    Semoga piutang2 nya cepat dilunasi yah, Jeng. Biar cepat bisa beli rumah. Amiinn…

    Orin : Aih…tersapu malu aku jadinya mba Dew hihihi… tengkyu yaa *peluuuk*

    Aamiin…semoga kita termasuk ke golongan itu ya mba.. Soal rumah msh dalam proses, tengkyu doa baiknya mba ^^

    Reply
  11. dewifatma

    Eh, kelupaan…

    Bisa pinjam duit gak Rin? Mau beli baju lebaran nih…
    *memelas, biar dikasihani*

    Orin : haiyyaa…Orin jg ga beli baju Lebaran *judes*

    Reply
  12. Alid Abdul

    hieee saya juga tidak suka berhutang dan juga tidak suka dihutangi karena kapok banget waktu jaman sekolah dulu banyak temen yg ngutang dan gak dibalikin… kesannya kaya banget yak saya hahaha… ndak jg, cm kasihan liat temen yg wktu itu kepepet gak bisa bayar uang sekolah, jd terpaksa mecah tabungan, dan sampek sekarang gak dibalikin, nyesekkkkkkkkkkk rasanya… tapi biarlah,,, anggap aja amal,, makanya sya ndak bisa percaya klo ada yg utang ke saya… bodoh biar dikatain pelit 😛

    Orin : Duh…nyesek-nya poll bgt keknya ya Lid hehehe… Aamiin…semoga kita terhindar dari hutang yg tidak perlu, tapi kalo bisa bantu mah ya bantu aja kali yaa, sesuai kemampuan 😉

    Reply
  13. alamendah

    Wah, mau punya rumah baru, ki….
    Soal hutang saya pernah hidup gali lubang tutup lubang saat SMA yang berada di lain kota.

    Orin : Doain ya mas he he.
    Hari2 pahit itu menjadi kenangan indah sekarang ya mas ^^

    Reply
  14. Dhenok

    kita sama lagi mbak Yin, toss lagi deh.. 😛
    itu juga kelemahan dhe, dhe sama sekali kagak tegaan apalagi dengan teman sendiri. tapi namanya hutang ya tetep hutang, kalo menurut saya sudah saatnya dia bayar saya pasti nagih, dan jatahnya cuma 2x nagih. lebih dari itu yaudah mencoba ikhlas saja, anggap saja sedekah lah sambil terus ngeluh dada.. kapan kita bisa kejam kek rentenir2 itu ya mbak??

    Orin : Iya Dhe…biasanya lgsg diikhlaskan aja, apalagi yg udah lama itu. Tapi ya itu tadi, pas lg butuh uang jd inget, trus berandai-andai deh si piutang bisa kembali lg hehehe…masih blm ikhlas sepenuhnya ternyata Dhe 🙁

    Reply
  15. G

    Hiks… susah memang nolak org yg mau ngutang itu… Saya pun sama juga. Yang payahnya, ada lho yg bener2 mengira kita ini kartu ATM-nya, huaaa…. itu tuh, parah bin ajaib.

    Orin : Hah??? dikira kartu ATM?? itu mah t.e.r.l.a.l.u, tapi aktualnya susah nolak ya G kalo ada yg dateng mo minjem sambil memelas gituh 🙁

    Reply
  16. djangan pakies

    memberikan kemudahan kepada orang lain, maka Insya Alloh ada banyak kemudahan yang kita dapatkan yang seringkali tanpa kita sadari.

    Jika ada piutang seperti itu, Kalo dikembalikan syukur, kalo tidak
    maka ikhlaskan saja. Anggap saja itu sebagai sedekah.

    Orin : Aamiin…semoga saya bisa mengikhlaskan ya Pak Ies… Terima kasih nasihatnya ^^

    Reply
  17. ais ariani

    semangat Teeeh.. ayoh Teh, dicari jalannya, kalau niatnya baik insya Allah ada rejeki

    belon nyampek ke tahap itu sih Teh, masih berkutat ngomongin utang pas buka bareng kemaren *ups

    Orin : Aamiin…doakan ya Is, tengkyu bgt dukungannya. Semoga dipermudah jalannya. Hayo, bayar dulu utang bukbernya *hihihihi

    Reply
  18. lozz akbar

    saya rasa intine ada dalam sebuah keikhlasan mbak jika kita mau menghutangi orang lain, tapi tetap perhitungan harus kita pikir matang-matang. sebab bisa jadi kita malah salah menghutangi.

    Maaf mbak Orin saya cuma bisa menghutangi, eh engga ding.. iuran doa saja semoga cicilan KPR cepat lunas.. aamiin

    Orin : makasih lho mas Lozz mau iuran doa. cicilan KPR boro2 lunas, disetujui aja blm je hehehe…
    Aamiin…semoga kita termasuk golongan yg ikhlas ya mas^^

    Reply
  19. Lidya

    itung2 nabung rin 🙂

    Orin : Investasi untuk nanti ya Teh he he

    Reply
  20. Ichi

    Jangan sampe gara2 utang piutang, bisa bikin merusak persahabatan.

    Orin : Mudah2an begitu ya Wan ^^

    Reply
  21. arman

    yah emang gak ada salahnya sih ngasih temen pinjeman uang. apalagi kalo emang kondisi nya memprihatinkan ya…

    cuma kadang yang namanya uang itu bisa bikin hubungan pertemanan jadi hancur.

    jadi kalo menurut gua sih, kalo emang ada uang lebih dan mau ngasih pinjem, ya direlain aja. kalo balik ya syukur, kalo gak ya udah… abis gimana lagi…

    Orin : Iya mas Arman, skrg ini jadinya ya begitu, misalnya dia mau minjem 100 ribu, aku kasih 20 ribu aja deh, jadi in case dia ga balikin yawda, ga terlalu gede kan ‘ilang’nya he he *pelit*

    Reply
  22. tunsa

    beneran deh, panjang…hehe..
    untung bukan aku yg utang, kalo aku yg utang pasti ku bayar mbak, hehe…
    insya Allah ada balasannya…sapa tau mereka yg berhutang pada mbak tiba2 nanti malem dateng dg membawa uang tuk bayar hutang, hihi

    Orin : hihihi…maafkan ya Ri :p
    Pembelajaran aja buat kita ya, kalo berhutang ya jgn lupa bayar, dan kalo memberi hutang hrs ikhlas jika tidak dibayar he he he

    Reply
    1. tunsa

      satu lagi, kalo ngasih piutang anggap saja uang kita hilang, hehe..biar gak berasa punya uang. dibayar syukur, enggak ya…ditagih donk…qqq

      Orin : hahaha…kirain Ri :p syiiip, mari kita berpiutang *halah*

      Reply
  23. Lyliana Thia

    Emang serba salah ya Rin, klo jd org yg gampang kasian itu. Apalagi pernah ngalamin jg..
    Keluargaku jg spt itu Rin, malah ujung2nya qta bs yg kekurangan..

    Yah tp dgn memudahkan org lain, insya Allah qta pun dimudahkan oleh-Nya yah Rin. 🙂

    Orin : Betul mba Tia, mgkn krn Orin msh (merasa) kekurangan jadi blm ikhlas yah? *pembelaan* he he.
    Aamiin, InsyaALLAH begitu ya mba, dimudahkan Allah karena memudahkan orang lain. Semangat 😉

    Reply
  24. susisetya

    kalau udah urusan utang piutang emang susah, ujung-ujungnya malah suka berabe, balik lagi ke kebiasaan si peminjamnya apa ada niat buat balikin atau enggak…?

    Orin : Tapi aneh ya mba, banyak sekali orang yg hoby berhutang tapi ga mau bayar, duh 🙁

    Reply
  25. HALAMAN PUTIH

    Itulah yang saya heran, ketika orang berhutang nadanya sangat butuh dan mendesak bahkan terkesan minta dikasihani seraya berjanji akan segera dikembalikan. Giliran tiba waktu mengembalikan diulur-ulur atau bahkan lupa sama sekali. Karena biar bagaimana pun hak pemberi piutang adalah menerima pengembalian hutang tersebut secara sah.

    Orin : Iyaaa…betul sekali Pak, sepertinya mereka2 yg seperti ini punya kelainan psikologis ya Pak *halah*.

    Reply
  26. Sofyan

    Ada kalanya kita mengingatkan kalau ada orang lain mempunyai hutang pada kita,,,,apa boleh saya ngutang sama kak orin nih hehehehe

    Orin : Iya jg ya Sof, sekali2 mungkin perlu diingatkan, hmm…
    boleh..boleh…perlu berapa *ngeluarin dompet* hihihihi

    Reply
  27. Puteriamirillis

    kalo pu teh lebih suka dikasih aja walopun cm sedikit ga sebanding ama kebutuhan orang itu,,atao dijadiin zakat kita. kalo piutang mah tetap aja hak,,kalo kt ga ikhlas,,,
    tapi wajar kok teh…^^

    Orin : Iya Put, sepertinya mulai skrg harus begitu aja, drpd ngedumel begini kan ya hihihi…

    Reply
  28. Belajar Photoshop

    bisa buat beli si kupi baru?!??! ckckckcckk…

    Orin : Iya Pak, takjub jg sayah hihihihi. ternyata setelah diingat2 dan dihitung satu persatu bisa sebanyak itu 😀

    Reply
  29. Kakaakin

    *Peluk Orin…*
    Psst…gajiku kini yg tersisa cukup buat beli bensin selama sebulan aja loh, hiks. Maklum… gajiku dipotong buat bayar cicilan bank untuk beliin rumah yang telah keluargaku diami selama belasan tahun ini (bukan rumah baru).
    *curcol abis*
    Semoga keinginanmu tuk punya rumah bisa segera terwujud ya…
    Semoga kita selalu diberikan limpahan rizki yang barokah oleh Allah Ta’ala 🙂

    Orin : Oh? begitu ya Ka, sebentar lg Orin temani ya *peluuuuk*. Tapi namanya punya keinginan, harus ada yg dikorbankan sepertinya ya Ka he he. Aamiin…semoga ALLAH selalu menyayangi kita.

    Reply
  30. nia/mama ina

    Kalo ngga salah nechh, aku pernah denger ceramah dimana gitu….katanya kalo kita mau minjemin uang ke orang lain, jangan berharap orang itu akan mengembalikan uang kita…makanya kalo kita mau ngasih pinjem ke orang…harus uang yang berlebih…jadi maksudnya bukan uang yang memang kita perlukan untuk kebutuhan sehari-hari….Kalo emang kita ngga punya, lebih baik jangan dikasih…ini maksudnya untuk menghindari pertengkaran karena kita nagih hutang sementara yg berhutang belum punya uang untuk membayar….

    Insya Allah kalo kita ikhlas…akan diganti dengan rejeki lain yang lebihh dari yang dipinjamkan tsb….

    Orin : Iya mba Nia, akan diterapkan pola seperti itu, biar ga ngarep ya hehehe..
    Aamiin…sedang mencoba meng-ikhlaskan, semoga tergantikan ya mba. makasih doanya ^^

    Reply
  31. kettyhusnia

    wah baca postingan dan postingannya serasa dapet ilmu two in one euy,…
    saya juga suka gali lubang lalu main pergi hehehehe becsnda

    semoga Mbak Orin deberi kemudahan utk menyicil kredit rumah ya ..Amiin!!!

    Orin : Nah yaa…gali lubang buat apaan tuh mba? hihihi…
    Aamiin, terima kasih doa baiknya mba^^

    Reply
  32. bundadontworry

    bunda baca lho dgn urut dr awal sampai akhir tulisan Orin ini, walaupun panjang , tapi tetap enak dibaca nya 🙂

    Karena Orin niatnya baik banget sewaktu meminjamkan , insyaAllah , Allah swt akan menggantikannya dgn yg lebih baik lagi, agar tercapai segera keinginan Orin utk memiliki rumah idaman ,aamiin
    salam

    Orin : Makacih Bundaaa *peluuuk*

    Aamiin…semoga dimudahkan ya Bun, terharu deh, banyak yg mendoakan. Sekali lg makasih ya Bun ^^

    Reply
  33. Nchie

    Aku baca satu persatu..
    Abis kejadian ini mengingatkan akan kejadian aku ma temenku juga..

    Ya sutrahlah,kta emang niat nolong..
    Suka bingung ya Nagihnya..
    Ga tega,aku suka diemin aja..

    Kalo ga di kembalin,ikhlasin saja..
    Semoga orin mendapatkan rizki yang lebih lagi ya..

    Orin : Iya Teh, bismillah sedang mencoba mengikhlaskan saja. Aamiin, semoga kita diberi keluasan rezeki ya Teh. Hatur nuhun pidu’ana ^^

    Reply
  34. dedekusnpeace

    Insya Allah rumah idamannya segera dimiliki…,
    Sy juga dulu (ketika masih kuliah) sering ngutang, tapi Insya ALlah 100% dibayar.. hehe…
    sekarang Alhamdulillah hampir ngga pernah.
    Salam kenal & sukses terus. 🙂

    Orin : Aamiin…terima kasih doa baiknya ^^.
    hehehe…Alhamdulillah kalo sudah 100% terbayar, semoga kita tidak diberi ujian berhutang ya.
    Salam kenal jg, terima kasih sudah berkenan mampir ^^

    Reply
  35. yuniarinukti

    Ternyata nasib kita sama Mbak Rin..
    aku sendiri juga suka kasihan sama orang akhirnya ngasih utangan..
    Tapi demi mengurangi rasa sakit, aku ngambil inisiatif langsung “Kalau mau ngutangi orang maka harus siap uang kita ga kembali” Jadi ya begitu kalau kita mau ngasih ya semampunya aja, jadi besok2 ga usah berharap uang kita dikembalikan…

    Orin : Iya mba Yun, harus mulai seperti itu sepertinya ya he he… Bismillah, mudah2an bisa ikhlas ^^

    Reply
  36. nurlailazahra

    untuk ikhlas emang gak gampang mbak, apalagi kl lg butuh. tp krn berangkat dr niat baik, mudah2an semua urusan diperlancar oleh Allah ya mbak. semangat berpiutang, hehehe *kacaudah

    Orin : hihihi…semoga bisa berpiutang dengan ikhlas ya^^

    Reply
  37. Batavusqu

    Reply
  38. Batavusqu

    kode html untuk bendera ,
    Hilangkan titik

    Orin : Makasih Kang ^^

    Reply
  39. Batavusqu

    maap ga bisa di kirim via email ya

    Orin : Gpp kang, ga bs buka email jg di kantor 🙁

    Reply
  40. Elsa

    masalah uang memang susah susah gampang yaaa…
    sebaiknya memang menghindar dari kebiasan berhutang.

    Orin : Sepakat mba, mari kita hindari berhutang ^^

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: