Rindrianie's Blog

Project Harakiri

Iya, mengirimkan naskah “Bundo Rahmi” yang masih sangat mentah ke sebuah lomba penulisan novel romance Qanita 2012 yang diadakan oleh Mizan Group adalah project harakiri saya di tahun ini.

Tanggal 29 Juni,ย FF Bundo Rahmi berakhir di Raja Ampat. Sorenya, saya kirimkan FF yang sudah saya copas ke Ms word itu ke guru menulis saya -Maggie- mengharapkan pencerahan darinya harus diapakan si calon naskah novel itu, karena naskah tersebut masih jauh dari kriteria sebuah naskah novel. Di hari yang sama, saya terjatuh dari motor, sehingga yang rencana awal saya ingin mengutak atik si calon naskah itu batal total.

Tanggal 3 Juli, Maggie membalas email saya, mengatakan bersedia membaca si naskah itu dan akan memberikan masukan-masukan, tapi tentu saja tidak bisa cepat karena beliau memiliki jadwal yang cukup padat. Menggembirakan, walaupun saya tahu saya tidak boleh ‘mengandalkan’ bantuannya untuk hal ini. Hingga tanggal 10 Juli, si naskah itu sama sekali belum saya sentuh lagi.

Info lomba penulisan novel romance Qanita ini memang sudah saya ketahui sejak lama, itulah kenapa saya memaksakan diri membuat konsep #15HariNgeblogFF part 2 sambung bersambung, dengan harapan si FF ini kelak bisa saya ikutkan ke dalam lomba. Tapi tentu saja, penulisan sebuah cerpen (apalagi flash fiction yang super pendek) sangatlah berbeda dari penulisan novel, setidaknya begitu teori yang saya pelajari. Dan fakta ini membuat saya kalah sebelum berperang saat membaca ulang si naskah yang tidak mencerminkan sebuah novel sama sekali, terlalu banyak yang harus diubah, terlalu banyak yang harus ditambahkan, terlalu banyak yang harus diriset ulang.

Tapi, berhubung ini memang project harakiri, maka hajar bleh saja lah ya ups hihihihi.

Sejak hari Rabu tanggal 11, saya rombak satu persatu FF yang ada. Mengganti ‘aku’ menjadi kata ganti orang ketiga, menambah detail-detail setting, merombak dialog, memperkaya konflik, dan sebagainya dan seterusnya. Seingat saya, minimal jumlah halaman adalah 80 (maksimalnya 100 halaman), per hari Jum’at tanggal 13 target itu sudah terpenuhi.

Deadline pengiriman adalah tanggal 14 Juli, bukan harakiri namanya kalau tidak giri-giri alias mepet hehehehe. Hari jum’at itu, saya anggap naskah saya selesai (walaupun tetap masih mentah banged), dan siap dikirimkan hari sabtu tanggal 14 Juli. Maka masalah selanjutnya adalah nge-print. Jadi, selain dikirimkan softcopynya dengan email, penyelenggara juga meminta hardcopy terjilid yang dikirimkan lewat pos. Tapi tidak mungkin menggunakan printer kantor ‘kan? Mengeprint di warnet pun akan mahal sekali, bisa sampai 1000/lembar, membeli printer pun rasanya tidak memungkinkan.

Ndilalah, teman kubikel saya menawarkan printer miliknya yang tidak pernah terpakai, dan si printer memangย ada di kantor sejak lama karena seorang teman yang lain berniat membelinya tapi tidak jadi. Langsung saya terima tawaran itu dengan cepat, apalagi bayarannya cuma dengan “bayarin gue makan aja deh” gitu hohohoho.

Si printer pun diboyong ke rumah, dengan tali rapia dan solatip di sana sini saya membonceng sang printer bersama si kupi. Padahal saya masih trauma membonceng, jadilah sepanjang perjalanan saya deg-degan bukan main, full dzikir dan merayap perlahan-lahan. Alhamdulillah tiba di rumah dengan selamat, disambut si akang matahari yang terkaget-kaget saya membawa sebuah printer qiqiqiqi.

Prosesi pasang memasang printer, menginstal, mengetes dan ini itunya dikerjakan suami, sementara saya anteng nonton TV :D. Ternyata walaupun printer abal-abal (maksudnya bukan merk terkenal, karena teman saya pun mendapatkannya secara gratisan hadiah membeli netbook), si printer ini cukup canggih. Selain ngeprint, ternyata printer imut-imut itu bisa juga scan dan copy, saya mulai panik kira-kira dimana nih sang teman ingin ditraktir makan halah ๐Ÿ˜›

So, setelah semuanya beres, saya membuka file dan siap-siap ngeprint. Saya baca ulang dari awal, saya edit yang masih typo, saya tambahkan ini itu, dan bersiap mengirimkan si naskah by email sambil ngeprint. Sekali lagi saya baca ketentuan lomba agar supaya tidak ada satu pun syarat yang terlewat, mencocokkan semuanya secermat mungkin.

Waitaminute,ย ย di point ke-tiga tertulis “Panjang naskah 80-100 halaman A4, spasi 1,5, Times New Roman 12, disertai sinopsis singkat sepanjang satu halaman”. Saya cek naskah saya, spasinya 2 sodara-sodara! Tidaaaakkkk, naskah itu menyusut hinggaย berakhir di halaman 63 setelah berubah ke 1,5 spasi, hiks hiks.

Insiden halah…insiden bo ๐Ÿ˜› itu terjadi pukul 10 malam. Sabtunya saya sudah punya jadwal lain, jadi mau tidak mau si naskah itu harus selesai malam itu juga untuk dikirimkan secara kepepet Sabtu pagi, kecuali saya menyerah dan batal mengirimkan. Dan kemudian saya memutuskan ingin tetap mengirimkannya saja, walaupun masih harus menambah 17 halaman lagi, walaupun mungkin harus begadang hingga pagi.

Sabtu, tanggal 14 Juli, naskah itu selesai dikirimkan by email danย selesai diprint padaย jam 3 pagi. Saya tidur, bangun sholat shubuh, tidur lagi, bangun jam 8, menjilidnya di tukang fotocopy, mengirimkannya lewat JNE, dan pergi bersama akang matahari hingga sore.

Project harakiri terselesaikan, walaupun saya sangat percaya diri naskah itu tidak akan lolos penilaian hahahaha.

Well, tidak ada foto apapun yang bisa saya sisipkan dalam postingan ini. Saya cukup puas sudah memiliki -dan kemudian menuntaskannya- si project ini dengan baik, walaupun masih jauh dari sempurna. Naskah itu masih bisa saya revisi untuk kemudian dikirimkan ke penerbit lain di kesempatan lain. Saya menganggap ini adalah ‘langkah awal’ saya untuk mewujudkan impian saya menjadi penulis. Semoga sebuah langkah yang baik ya ๐Ÿ™‚

Have a great day Pals ๐Ÿ˜‰

20 Comments

  1. Arman

    good luck ya rin!! moga2 bisa tembus!!! ๐Ÿ™‚
    ___
    Yakin mas, ngga akan lolos hahahaha. tengkyu eniwey ya mas ๐Ÿ˜€

    Reply
  2. LJ

    Bundo Rahmi berakhir tgl ’29 juni’..

    tau gak Rin, poin2 di postingan terakhir itu sangat merujuk pada bundo rahmi yg itu,, kebetulan yg kebetulan.. ๐Ÿ˜›

    apapun bentuk naskahnya.. kita memang perlu berbuat nekat
    untuk hal2 yg seperti ini terutama.. hajar bleh!
    ___
    Bundo Rahmi yg mana Maaak? *penasaran mode : ON*
    heuheu, iya Mak, konsep hajar bleh emang penting bgt sekali2 ๐Ÿ˜€

    Reply
  3. ~Amela~

    hahhaha.. pengalaman tak terlupakan ya teh..
    semangat teh.. menurutku FF bundo rahmi itu keren kok..
    aku malah kangen nih sekarang sama cerita bundo rahmi ๐Ÿ˜€
    ___
    qiqiqiqi…begitulah Mel, project harakiri ini pasti tak terlupakan ๐Ÿ˜€

    Reply
  4. nurlailazahra

    perjuangan itu insya Allah akan berbuah manis Teh. Kalopun menghasilkan sesuatu yg tdk kita inginkan, gak usah terlalu kecewa, sebab Thomas Alfa Edison pun pernah gagal hingga 10083 kali ๐Ÿ˜€ so, don’t give up ๐Ÿ˜€ sama2 berjuang ya Teh…………
    ___
    qiqiqiqi…iya Sarah, jarang sekali percobaan pertama lgsg berhasil kan, menyerah memang ga boleh dijadikan pilihan. Semangaats ๐Ÿ˜‰

    Reply
  5. melly

    Semangat mbaa.. aku doain smoga projectnya berhasil
    ___
    he he, tengkyu Mel. baru langkah awal, ga ada target berhasil kok ๐Ÿ˜€

    Reply
  6. Niar Ningrum

    Perjuangan yang bener2 melelahkan dan semuga membuahkan hasil yang ciamik yaa mbak rie ๐Ÿ˜€

    Bundo rahmi itu nyata kah? ?(masih tanya lagi gag baca cerita nya yaa, wakakakak :p)
    ___
    Aamiin…matur nuwun dukungannya Niar.
    hihihihi….namanya jg fiksi Niar, si Bundo nyata cuma di kepalaku ajah ๐Ÿ˜›

    Reply
  7. Idah Ceris

    Maggie itu penyanyi dangdut era 60an ya Teh?
    Atau penyedap makanan. . . ๐Ÿ™‚

    Semoga Bundo Rahmi menjadi winner barsama Mister Bule dan Teh Orin. . .
    ___
    Maggie Tiojakin Idah, penulis novel Winter dream, Balada Cingcing, Homecoming, dan lain-lain he he.

    Aamiin, tengkyu Idah, ga berharap banyak kok, bisa selesai aja udh alhamdulillah ๐Ÿ™‚

    Reply
  8. della

    Oriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn.. Congrats!!!!
    You’re on the right track ๐Ÿ™‚
    Moga menang, moga menang, aku pasti beli kalau “anak”mu ini lahir ๐Ÿ™‚
    ___
    ealah, anakku msh prematur bgt Del, entah dia masuk jd kandidat atw ngga qiqiqiqi. tengkyu eniwey ya Bubil cayang ๐Ÿ˜‰

    Reply
  9. mechtadeera

    lolos gak lolos, yg penting sudah berusaha! salut, Rin ๐Ÿ™‚

    Reply
  10. prih

    Menyelesaikan project dan mengirimkan itu sudah point kemenangan neng Orin yang lain mah tinggal bonus. Maju terus.

    Reply
  11. rina s esaputra

    hehehe…emang harus nekat semoga menang ya Rin….

    Reply
  12. irmarahadian

    Sukses y teh…
    Semoga tercapai keinginannya…:)

    Reply
  13. Wong cilik

    proses yang ‘menegangkan’ seperti itu seringkali membawa kepuasan tersendiri …
    good luck ya teh Orin …

    Reply
  14. Evan

    Nanti klo dah terbit,, aku pesan satu teh

    Reply
  15. bintangtimur

    Amiiin…
    Kagum dengan semangat Orin, kagum dengan keuletan Orin.
    Semoga ini adalah awal yang baik buat meraih mimpi Orin jadi penulis, biarpun dibela-belain nggak tidur sampe pagi gara-gara harus namabahin cerita… ๐Ÿ˜€
    Sukses ya, didoakeun ku abdi!

    Reply
  16. yayats38

    Bundo Rahmi itu Bundo Adel ya ? he he .. pisss ๐Ÿ™‚

    Reply
  17. kakaakin

    Semoga sukses ya, Rin..
    Aku turut berdebar-debar baca postingan ini. FF kemarin keren-keren sangad. Membayang sudah di-touch up olehmu, pasti jauh lebih keren lagi ๐Ÿ™‚
    Ehm, 80 halaman? Aku udah mual duluan kalau harus menulis sebanyak itu, Rin.. Pusyiiing ๐Ÿ˜€

    Reply
  18. mama hilsya

    Rin, kenalin ama teman kubikelnya dong…
    *pingin printer berbayar maksi*

    Reply
  19. danirachmat

    Keren semangatnya Rin *sok kenal*

    Passion di dunia tulis menulis kerasa banget di sini. Semoga sukses si naskah yang prematur itu. Dan kalopun memang belum lolos, bisa jadi cikal bakal untuk sesuatu yang lebih besar.

    Seneng deh nemu blog yang ditulis dengan penuh passion.

    Reply
  20. Aplikasi Blackberry

    mantep tulisannya bagus

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: