Rindrianie's Blog

[Reportase] One Step Ahead Mum

Orang bijak bilang,¬†“busy while waiting“, dan itulah yang sedang saya coba lakukan. Untuk tetap sibuk dalam prosesi saya menunggu. Dalam hal ini menunggu kehadiran malaikat-malaikat kecil di rumah saya. Tak ada salahnya jika saya tetap belajar ilmu parenting, yes? ūüôā

Tangga; 29 April lalu, saya menghadiri¬†Office to Office Parenting Talkshow¬†yang diadakan oleh¬†Nutrilon Royal di gedung BEI. Mengangkat tema “One Step Ahead Mum, Selangkah Lebih Maju Menyiapkan Kesuksesan Anak di Masa Depan”, saya dan teman-teman yang hadir belajar tentang 4 pilar yang bisa menjadikan kita sebagai seorang ibu yang bisa selangkah lebih maju.

Apa aja kah itu? Mari saya jelaskan satu per satu, temans.

Pilar Pertama: Nutrisi yang Tepat

DSC_0154

Pembicara untuk pilar pertama ini adalah Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang, Dr. Bernie Endyarni Medise, SpAK, MPH. Sejak kehamilan, setiap ibu mana pun pasti sudah menyiapkan nutrisi terbaik bagi janin, begitu pun saat buah hati terlahir, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi perhatian utama. Dengan asupan nutrisi yang baik dan stimulus yang tepat di setiap tahap tumbuh kembang anak, akan berdampak positif pada kesehatan anak, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh (imunitas).

Pilar pertama ini menjadi salah satu faktor penting untuk memaksimalkan potensi anak dengan baik. Sederhananya begini, misalkan si anak bercita-cita jadi pemain sepak bola seperti idolanya di masa depan, hal tersebut akan mustahil dicapai jika nutrisi yang diberikan sejak kecil kurang tepat, bukan?

Pilar Kedua: Menggali dan Mendukung Potensi si Kecil

DSC_0163

Di pilar kedua, Psikolog Ajeng Radiando, Psi yang menjadi pembicara. Ini pasti sudah hapal jugalah ya buibu di mari hehehe. Tentang 8 Tipe kecerdasan Majemuk (Bahasa, Logika/Matematik, Musikal, Spasial, Kinestetik/Jasmani, Naturalis, Interpersonal, dan Intrapersonal). Setiap anak (dan juga manusia pada akhirnya) adalah individu yang unik, memiliki kecerdasannya masing-masing. Dan kecerdasan ini tumbuh subur di usia anak.

Itulah kenapa, pilar kedua ini menjadi faktor lain yang juga tak kalah penting untuk sang Ibu yang selangkah lebih maju. Ibu, sebagai seorang pertama dan utama yang ‘dekat’ dengan anak, haruslah pintar menggali potensi yang dimiliki si Kecil. keinginan anak memang¬†cenderung selalu berubah, tapi dengan observasi dan pengenalan yang baik, pasti bisa kok ditemukan potensi terbesar yang dimiliki anak itu apa.

Pilar Ketiga: Pendidikan yang Tepat

DSC_0179

Drh. Damayanti Jusuf, M.Sc., Ph.D. mengulas bagaimana sinergi orang tua dan guru akan sangat berpengaruh bagi melambungnya potensi anak di masa depan. Mengenai pendidikan ini, harus dilakukan identifikasi terlebih dulu tergantung bagaimana kesukaan anak dan bagaimana value dalam keluarga, jangan sampai nantinya justru akan membuat anak stres dan tidak menikmati proses belajar.

Hal penting lain yang saya pelajari adalah jangan sampai si anak menjadi sesuatu yang ‘diinginkan’ orang tuanya. Pernah dengar ibu yang memasukkan anaknya kursus balet karena cita-cita si ibu jadi balerina tidak kesampaian? he he.

Jadi, kenali potensi anak apa, dan masukkanlah dia ke sekolah (dan kemudian ekskul atau les) yang akan membuat potensinya semakin maksimal.

Pilar Keempat: Perencanaan Keuangan yang Baik

DSC_0192

Yep, pilar keempat ini dibawakan oleh sang Financial Planner, Ligwina Hananto dari QM Financial. Sudah kita ketahui bersama, apa-apa serba mahal buibu di zaman ini. Termasuk urusan sekolah anak-anak. Zaman saya SMU, SPP per bulannya masih sepuluh ribu rupiah saja. Sekarang??

Itulah kenapa ibu, sebagai manajer keuangan keluarga, harus mulai belajar tentang perencanaan keuangan. Dana pendidikan harus mulai dipikirkan bahkan ketika si anak baru terlahir ke dunia. Berbagai jenis investasi beserta risiko dan benefit yang menyertainya harus segera dipahami. Agar potensi anak, apa pun itu, bisa tetap dicapai olehnya tanpa kendala kekurangan biaya.

DSC_0194

ki-ka : Ligwina Hananto – Dr. Bernie – Astrid Suryatenggara – Ajeng Raviando – Damayanti Jusuf – Mbak MC

Terakhir, ada Mbak Astrid Suryatenggara yang merupakan ibu dari Chef Revo, sang Junior Masterchef Indonesia berusia 13 tahun. Ibu yang satu ini merupakan contoh nyata dari one step ahead mum yang telah melaksanakan keempat pilar di atas untuk buah hatinya.

Diceritakan mbak Astrid, Revo sudah mulai suka memasak di usia 8 tahun. Meski tidak langsung percaya (karena anak kecil biasanya suka berubah-ubah kesukaannya itu), mbak Astrid mendukung keinginan Revo menjadi chef. Misalnya saja dengan mengizinkannya magang di restoran saat libu sekolah, agar Revo tahu bagaimana beratnya pekerjaan di dapur restoran.

Ternyata Revo tidak mundur setelah sebulan ‘cuma’ jadi pengupas kentang di dapur yang panas dan terus-terusan berdiri. Hal ini membuat mbak Astrid yakin bahwa salah satu potensi Revo memang memasak. Tapi selain mendorongnya belajar teknik memasak dan sebagainya, mbak Astrid juga meminta Revo untuk belajar berbisnis.¬†Misalnya saja¬†bisa menghitung berapa biaya yang diperlukan satu porsi makanan dan berapa profit yang diinginkan untuk menentukan harga jual. Jadi Revo tidak menjadi chef yang ‘cuma’ bisa masak.¬†Huwaaah, keren ya langkah yang dilakukan mbak Astrid.

Hmm … sudah sih sepertinya reportase kali ini. Meskipun saya tahu menjadi ibu bukanlah pekerjaan mudah, setelah belajar kok kayaknya bakalan sulit banget ya #eh hihihihi. Eniwey, mudah-mudahan saja kelak saya bisa jadi ibu yang selangkah lebih maju ini ya. Aamiin :).

3 Comments

  1. nyonyasepatu

    gak mudah ternyata yaa….banyak banget PR nya

    Reply
  2. Anne Adzkia

    Wah perjalanan belajarnya Revo menarik ya. Anakku kan suka memasak juga nih, pgn belajar dari ahli ceritanya.

    Reply
  3. dani

    Wuih, pengen bisa kasih kesempatan kayak Revo deh. Belajar beneran kek gitu berdasarkan minatnya. Thanks for sharing Orin ūüôā

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: