Rindrianie's Blog

Riyadhah 40 hari

Lagi susah? Punya hajat? Coba ngebut di Riyadhah 40 hari… Sekalian jadi upaya tolak bala dan bencana buat negeri kita…

  • 40 hari jaga berjamaah, di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam. Bila Anda adalah perempuan, minta izin sama suami, atau jalan sama muhrim. Kalo ga aman, jangan. Ga apa-apa di rumah. Tapi standby sebelom azan.
  • 40 hari jaga dhuha dan shalat malam. 40 hari jaga qobliyah ba’diyah.
  • 40 hari jaga senen kamis, syukur-syukur bisa puasa daus, sehari puasa sehari engga.
  • 40 hari baca waaqi’ah saban habis shubuh dan habis ashar, yaasin saban habis isya, dan al mulk saban jelang tidur. Di antara itu, khatamin Qur’an. Ga usah 40 hari khatam. Yang penting ada usaha ngatamin.
  • Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelomnya susah untuk dikeluarkan. Yang beda lah pokoknya.
  • 40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300x, bebas jamnya, pokoknya 300x. Istighfar harian 100x, shalawat 100x.
  • Tetap kerja, tetap dagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadiin ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah.
  • Saban habis shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh bahasa indonesia.

UDAH BANYAK “ALUMNI” RIYADHAH YANG BERHASIL. Buktiin aja. Sebar dah informasi ini ya. Supaya amalan orang JADI MILIK ANDA.

Salam, Yusuf Mansur.


Tulisan diatas merupakan ‘salam’ dari Ustad Yusuf Mansur di website resmi-nya www.wisatahati.com. Baru saja saya ‘temukan’ pagi ini, sedikit terlambat sih ya, tapi lebih baik  daripada tidak sama sekali kan? 🙂

Terlepas dari isi/informasi/nasehat/himbauan-nya, saya suka gaya bahasanya. ‘Betawi’ banget ya hehehe. Tidak resmi atau formal menggurui, tetapi sopan dan tetap serius. Dalam bayangan saya, saat saya bertanya pada beliau masalah yang pelik sekalipun, beliau akan menjawab pertanyaan tersebut seperti menjelaskan step by step cara menumis kangkung, atau memberi tahu rute jalan menuju ke sebuah gedung hihihi…

Dari salam Pak Ustadz diatas, saya teringat obrolan seorang teman, yang pernah bercerita beliau kerap kali berdebat dengan ibunya, jika mereka bercakap mengenai kesuksesan (baca : kaya) dengan ibadah. Sang Ibu seringkali berkata “Tuh si anu, udah sukses di perusahaan anu, dia rajin banget sih ibadahnya, makanya bisa sukses begitu”. Perdebatan panjang akan dimulai, karena teman saya akan menimpali dengan kalimat yang kurang lebih berbunyi “Iya. Tapi banyak juga kan Bu, yang tidak pernah sholat sama sekali lebih sukses daripada yang tiap hari ga tinggal sholat dluha?”. Nah, sudah terbayangkan bukan, bagaimana kelanjutan ‘perdebatan’ ini? he he 😀

Tentu saya tidak akan mencoba menganalisa perdebatan tersebut ya. Saya hanya teringat sebuah nasehat lain, bahwa selalu ada hukun kepantasan untuk segala sesuatu. Sebagai seorang hamba, tidak ada cara lain untuk menginginkan sesuatu selain memintanya pada Beliau Sang Pemilik Semesta. Akan tetapi, mungkinkah seseorang yang baru sanggup membawa sebutir kerikil, diberikan sebuah batu gunung besar untuk dipikul?

Menurut saya, sebuah doa (dan atau permintaan) akan selalu berbanding lurus dengan upaya sang pendoa untuk menjadikan dirinya pantas menerima jawab dari doa yang diinginkannya itu. Cukup logis bukan?

Jadi, tidak perlu cape-cape Riyadhah 40 hari, berdoa siang malam, dan sebagainya dan seterusnya, jika tidak diiringi dengan usaha, upaya, ikhtiar, atau apapun yang memungkinkan doa itu menjadi logis untuk dikabulkan. Sehingga, tidak ada lagi alasan menghujat-menyalahkan Tuhan, karena Beliau Yang Maha Segala tidak akan pernah mendzolimi hambanya, karena tugas si hamba lah untuk memantaskan dirinya menerima ‘sebuah batu gunung besar’ yang dimintanya.

0 Comments

  1. andry

    good advice

    Orin : terima kasih 🙂

    Reply
  2. ade

    iya, mba orin. waktu aku baca judulnya “riyadhah 40 hari”, yang aku pikir adalah…wadduuuhhh…..bukan karena harus melakukan ini itu nya tapi karena sebagai seorang perempuan, kan ga bisa lah kita 40 hari non stop melakukan itu. jadi pendapat mba orin disitu lumayan mengena dech 😀

    Reply
  3. [L]ain

    Riyadhah?
    baru denger…
    iya yah klo mereka yang cewe nggak bisa non-stop 40 hari karena ada datang bulan~

    Reply
  4. Puteriamirillis

    setelah 40 hari pasti sudah terbiasa dan akan jadi selamanya dg ibadah2 itu ya teh

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: