Rindrianie's Blog

Sang Mantan

Jodoh? Sepertinya ini adalah masalah paling pelik abad ini.

Perempuan baik untuk lelaki baik, konon demikian teorinya, sederhana saja tampaknya. Bahwa sebentuk wedges tidak akan pernah layak disandingkan dengan sesosok sandal jepit, sudah begitu takdirnya. Bukan karena semesta berkonspirasi membuat mereka tak bisa bersama, tapi semata karena keduanya merusak  tatanan mayapada, dan tak bisa juga berperan dengan baik sesuai fungsinya. Bagaimana kau bisa berjalan saat kaki kanan ber-wedges dan kaki kiri bersandal jepit ria? Betul ‘kan?

Tapi apakah itu berarti kelasku masih senista sandal jepit? Apakah si Anton itu merasa kastanya tak sebanding denganku hingga memutuskan sepihak hubungan kasih kami? Apakah…”

“Woi…lo kenapa sih, Ta? Ngomong sendiri di depan cermin?”

“Gue kepengen jadi sepatu boot, Kay.”

“Hah??”

“Mungkin gue sekarang memang masih jadi sendal jepit.”

“Ta? Lo kenapa?”

“Tapi gue akan berubah. Pokoknya gue mau jadi cewek sepatu boot, biar cowok yang kelak jadi suami gue juga sama-sama sepatu  boot. Titik!”

“Nyebut, Ta, nyebut. Lo kerasukan jin sendal jepit atau gimana sih?”

Aku bergeming, menenangkan diri, mungkin memang ada jin sendal jepit yang tak sengaja menyentuhku tadi.

“Lo masih sakit hati diputusin Anton, Ta?”

Aku mengangguk, pelan. Menatap pantulan wajahku di cermin. Mataku masih bengkak, beberapa minggu terakhir mata itu seperti dikuras habis, entah berapa kotak tissue yang aku habiskan untuk menghapus air mata yang rasanya tak kunjung surut. Rambutku sedikit masai, pipiku sedikit pucat, bibirku sedikit kering. Bayangan itu seperti bukan Mita yang selama ini aku tahu.

“Mungkin yang gue omongin ini klise ya, Ta. Tapi yang jelas, kalo kalian putus, itu berarti dia emang bukan lelaki terbaik buat lo.”

“Atau mungkin, gue yang belom baik buat dia, Kay.”

Kayla menghela napas, lantas duduk di tempat tidur yang sudah berhari-hari sengaja tidak aku rapikan. Walaupun berlebihan dan sangat lebay, tapi duniaku runtuh tanpa Anton di dalamnya. Dan cuma kasur butut di kamar kostanku itu yang tetap begitu hangat mendekapku yang mendadak hobi menangis setiap teringat tentangnya.

“Lo nangis kayak gitu mau sampe kapan, Ta?”

Pertanyaan macam apa itu? Aku benci pertanyaan yang tidak mudah aku jawab seperti itu. Aku ingin membenci Anton, tapi tidak bisa, entah kenapa. Maka aku diam, menatap keluar jendela, memandangi seekor burung pipit yang rupanya sedang mencari-cari makanan di halaman.

“Pangeran berkuda putih lo itu lagi nungguin lo kok, tuh, di tikungan. Tapi lo harus move on dulu, udah 2 bulan lo kayak gini. Rugi, Ta, si Anton mungkin aja udah punya pacar baru. Iya kan?”

Hah? Iya juga ya. Kurang ajar kalau sampai si Anton duluan punya pacar lagi. Tidak bisa dibiarkan. Kayla memang benar, ada seorang lelaki -berkualitas sepatu boot- yang sedang menunggu aku temukan, dan aku tak pernah mengenalnya jika aku melulu terpaku pada masa lalu bernama Anton, sang mantan yang seharusnya sudah aku lupakan. Wahai jin sendal jepit, terima kasih sudah mengirim seorang Kayla padaku, bisikku pelan.

“Kay, tungguin gue mandi ya.”

“Oke, Ta. Gue temenin lo ke kampus.”

“Ngga, kita ke mall aja, Kay”

“Hah? Ngapain?”

“Gue mau beli sepatu boot.”

***

Note : 492 kata, ditulis khusus untuk MFF Prompt #30 : Sang Mantan (yang tidak sesuai dengan aturan hihihihi)

0 Comments

  1. nyonyasepatu

    aku juga mau beli sepatu boots
    ___
    Sebetulnya Non, fiksi ini ditulis krn emang aku lg kepengen bgt sepatu boot hahahaha

    Reply
  2. erdidik

    Kenapa mantan itu selalu enak tuk bahan tulis kak?
    ___
    hahaha masa sih? 😀

    Reply
  3. Mayya

    Ngebayangin klo jodohnya high heels, itu bentuk lakinya gimana yah? *salahfokus*

    Seperti biasa, good job darling! Aku suka bingung mau mulai intro cerita darimana, keren dah ini 🙂
    ___
    qiqiqiqi…ayo Maaaay nulis lg 😉

    Reply
  4. srisugiarti

    Mak orin dah keren dah kalau bikin FF..lah saya…. heuu-heuu
    ___
    Sama2 belajar Maaak, hayuk nge-FF 😉

    Reply
  5. ade anita

    tapi enakan pake stiletto daripada sepatu boot… sepatu boot kalau dipake tiap hari bisa bikin bau kaki *malah ngomongin sepatu
    ___
    Masa sih mbak? Aku ngga sih, atw krn ga tap hari bgt makenya ya? heuheu

    Reply
  6. jampang

    pake crocs aja 😀

    *teh… tokoh utamanya bukannya harus cowok yah?*
    ___
    qiqiqi…iya bangRif, ini aku lg error nulisnya, jd semaumau aku gituh 😛

    Reply
  7. riga

    bu….maksimal 300 kata lhooooo… 😉
    ___
    hihihi…iya bang tau, lg bandel *ups* hihihi

    Reply
  8. Ryan

    jadi inget temen kos yang mengatakan mencari cinta itu layaknya mencari sepasang sepatu yang pas di kaki. 😀

    mba Orin kelebihan kata….
    ___
    hehe…iya mas, tokohnya jg salah ini hihihihi

    Reply
  9. della

    Gubrak!
    Endingnya, Rin xD
    ___
    qeqeqeqe 😛

    Reply
  10. latree

    ayo dah aku temenin. aku juga mau beli sepatu but.
    ___
    aku jg mbak Laaa hihihi

    Reply
  11. Lidya

    sepatu boots buat nyuci hahaha .
    ___
    Buat pas banjir Teh hihihi

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: