Rindrianie's Blog

Sarjana

Alhamdulillah, setelah sidang skripsi (Juli) dan wisuda (September) 2011 lalu, saya resmi menjadi seorang sarjana per 21 Agustus 2014, karena Ijazah (berikut transkrip nilainya) baru ada di tangan saya hihihihi.

Maafkan kenorakan (atau kesombongan?) saya ini temans. Tapi boleh ya saya gembira -dan bangga- karena ternyata, IPK saya 3,84 lho. Ini sulit saya percayai karena saya belajar menggunakan sisa-sisa tenaga sepulang ngantor. Seingat saya, nilai-nilai saya pas-pasan meskipun tidak terlampau jelek, tapi rupanya setelah digabungkan dengan nilai-nilai sebelumnya, hasil akhirnya masih tetap bagus 😀

Si transkrip nilai dan ijazah ituh!

Si transkrip nilai dan ijazah ituh!

Terkadang saya bisa sangat perfeksionis untuk urusan mengejar target nilai, menghapal materi atau menyerahkan tugas, harus semaksimal dan sebaik mungkin. Tapi saat itu, saya pasrah saja mengerjakan semua hal tersebut dengan standar yang ala kadarnya. Yang penting saya tidak perlu mengulang mata kuliah, yang penting saya bisa menjawab soal seadanya saat ujian, yang penting saya bisa menyerahkan tugas sesuai tenggat waktu, semacam itulah. Maka hasil akhir yang -Alhamdulillah- masih bisa cum laude ini membuat saya bangga pada diri saya sendiri. I am proud of you, Rin *tepuk bahu* 🙂

Bagi sebagian besar orang, menjadi sarjana mungkin merupakan hal yang biasa-biasa saja, semacam sebuah kewajaran yang pasti terjadi dalam kehidupan seorang manusia. Tapi bagi saya, proses menuju ke sana telah melalui perjuangan tersendiri.

Setelah gagal dua kali mengikuti UMPTN, saya berbesar hati untuk hanya kuliah Diploma 3. Itu pun dengan susah payah, karena Bapak saya sudah pensiun, sementara adik-adik saya masih bersekolah. Maka saya menjadi seorang beasiswa hunter *halah*, Alhamdulillah,  uang semester saya beberapa kali dibayari kampus. Tidak itu saja, selain berbagi kamar kostan untuk berhemat, saya terpaksa puasa senin kamis dan jarang jajan hanya demi menjaga si uang saku (yang tidak seberapa) tidak cepat habis.

Hingga menerima jasa pengetikan bagi teman-teman pun saya lakukan, saat dosen memberikan tugas membuat paper, saya rayu teman-teman supaya menggunakan jasa saya, seribu rupiah per lembarnya. Dengan cara ini (setidaknya) saya bisa mengeprint paper saya sendiri dari hasil menjadi tukang ngetik tersebut. Bahkan saya ingat, beberapa kali saya meminjam komputer di Student Center untuk menghemat uang sewa ke warnet saat menjalani profesi ini hihihi *nyengir*.

2003, Kuliah Diploma 3 selesai, saya tidak punya pilihan lain selain segera mencari pekerjaan. Lupakan saja meneruskan extension S1, apalagi meneruskan kuliah ke Jepang seperti teman-teman, atau menikah *eh? punya pacar pun tidak saat itu hihihihi*. Saya harus menyimpan keinginan untuk menjadi sarjana itu di sudut hati.

Bertahun-tahun kemudian, keinginan itu muncul kembali ke permukaan. Kali ini saya tidak mau tetap menyimpannya sebagai sebuah keinginan belaka, toh saya sudah bisa membiayai hidup saya sendiri. 2009, saya mengambil kuliah malam di sebuah universitas yang cukup dekat dari kantor. Meskipun ‘dekat’ sudah memiliki definisi yang bergeser di Jakarta ini, karena bisa dipastikan saya selalu datang terlambat di kelas pertama karena macet, malah dosen saya akan takjub kalau saya sudah stand by di kelas sebelum beliau masuk, saat ujian, saya terpaksa harus cuti supaya tidak terlambat datang :D.

Begitulah. Meskipun tertatih tersandung, saya bisa menyelesaikannya. Meskipun status saya berubah menjadi seorang istri di tengah-tengah perjalanan, saya bisa tetap menjadi seorang mahasiswa hingga titik akhir. Meskipun saya heran juga kenapa justru setelah selesai saya malah menunda-nunda untuk mengambil ijazah dan transkrip nilai itu ya? hihihihi.

Tapi ya sudahlah, intinya saya sedang gembira temans. Satu impian saya terwujud sudah. Someday, somehow, saya ingin melanjutkan S2, sepertinya akan menyenangkan mempelajari psikologi pendidikan atau filsafat *ups* hahahaha. Untuk sekarang, saya simpan dulu saja keinginan itu di sudut hati, semoga kelak saya bisa juga meraihnya. Aamiin 🙂

Terakhir, ini dia foto wisuda saya September 2011 lalu, bersama ci Akang Matahari yang kabarnya sekilas mirip Ariel hohoho.

IMG_20140821_162423

Foto yang sudah disimpan di gudang, keberuntungan tersendiri saya masih bisa memilikinya 🙂

0 Comments

  1. myra anastasia

    IPKnya keren, Rin! Ayo kuliah lagi hihi

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hihihi…kudu nabung dulu nih mbak Chi, kuliah S2 mihiiiiil 😛

      Reply
  2. Idah Ceris

    Pas fotonya gak keliatan, Kaa. 🙂
    Btw, keren kumlot. Selamat mengenang 2011.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Pas foto? emang sengaja Idah hihihihi.

      Reply
      1. Idah Ceris

        iNyong pingin lihat, di pas foto senyum atau tegang. Inbox ya, FB. Wkwkkw

        Reply
  3. Rinrin Irma

    Selamat ya maakkk…. semoga segera terwujud S2-nya… somehow 🙂

    PS : dari yang namanya sama itu lhoooo… hehehe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hallo Mak Oriiin *serasa menyapa diri sendiri* qiqiqiqi. Aamiin, semoga terwujud kelak ya, makasiiih^^

      Reply
  4. Arman

    ya ampun lama banget ijazah nya baru dapet padahal wisudanya 3 th yang lalu? hehehe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya Mas, entah kenapa aku males bgt ke kampus lagi pas udah wisuda qiqiqi

      Reply
  5. Yuniari Nukti

    Gak salah tuh, 2011 ke 2014, lama amat? Hihi
    Seru ya klo bayangin masa-masa ngekost dengan uang pas-pasan, lucu aja bacanya.
    Klo gitu selamat mbak Orin.. Dan ngomong2 salam buat kakang ariel, eh kakang matahari 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Wah zaman2 itu emang seru mbak Yun, kadang makan cuma sm kerupuku doang kok kalo keabisan uang qiqiqiqi. Makasih yaa, entar disalamin sm kakang Ariel hahaha

      Reply
  6. ysalma

    Salut buat Orin bisa mewujudkannya, mana nilai okeh banget,
    btw si akang memang mirip ituh dengan penyanyi idola banyak wanita itu 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hehehe…makasih mak Y *ketjup*

      Reply
  7. rinasusanti

    selamat Orin….smg S2 nya tercapai ya

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin, semoga S2 bisa kesampean jg Rin 🙂 Makasih Rinaaaa

      Reply
  8. bukanbocahbiasa

    Teh, ampuni ke-kepo-an saya ini. Kenapa untuk kata “terpaksa” “jasa pengetikan” dan “profesi” hurufnya dimiringin? Apa ini semacam tuntutan bahwa postingan ini harus mengandung ketiga kata tersebut? *kepo tingkat dewa*

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hahahaha…ngga kok Mak, iseng aja itu mah qeqeqeq 😛

      Reply
  9. hilmanfirdaus1410

    wah lama sekali jarak waktunya ….

    Reply
  10. HM Zwan

    uwaaa,lama banget mak hehe..tp gpp yg penting wisuda hehe….

    Reply
  11. jampang

    IPK saya berapa yah? sepertinya kalah sama teteh 😀

    Reply
  12. elsayellowlife

    jempol sepuluh deh buat IPK nya, sedikit lagi aja udah bulat 4 ya…
    aku lupa IPK ku dulu berapa….soalnya udah puluhan tahun yang lampau jadi sarjana, ketauan betapa tua nya… hehehhee

    Reply
  13. sari widiarti

    Perjuangannyaaaaa…
    sama juga puasa senin-kamis, biar ngirit, maemnya seharian cuma mie instan *dilarang menyebutkan merek* 😀
    Selamat Mbak…

    Reply
  14. idang

    Ngebayangin perjuangannya itu loh aku tak sanggup, selamat ya Teh Orin…moga2 kesampean ngelanjutin S2 nya *peluk* 😀

    Reply
  15. bemzkyyeye

    Wewww.. Meuni keren eta IP na.. Selamattttt ?

    Reply
  16. prih

    Oriiin, serasa membaca kisah penulis dalam novel-novel Ibu Maria A. Sardjono, wanita muda yang ulet tangguh, dengan dukungan AM mendalami Psikologi atau Filsafat. Pintu sudah dan sedang dibukakan untuk Neng Orin geulis.
    Salam hangat

    Reply
  17. pinkvnie

    Kerennn … 🙂

    Reply
  18. Evi

    Kerja, kuliah dan bersuami dengan IP tinggi pulak..Tak ada kata yang cocok selain, great! 🙂

    Reply
  19. jenkna

    selamat yaaa, pas cpnsan lagi buka nih hehehe

    Reply
  20. Jual Jam Tangan

    Wah, IPK nya wow, itu yang terakhir kayak yang di indonesian idol mbak, selamat yaaaa! 🙂

    Reply
  21. Jual Kain Troso

    mbak rindri, sudah punya anak belum, ibu rumah tangga yang kece banget nih 🙂

    Reply
  22. April

    selamat, Mak
    moga barokah ilmunya aamiin 🙂

    Reply
  23. desinamora

    hayoo.. lanjut S2 lg mak, hehe ngomporin 🙂

    Reply
  24. Ika Koentjoro

    Selamat mbak orin. Melelh baca ceritanya ^^

    Reply
  25. Una

    Mbaaa kuliah di Unsada tohhh… selamat yaaa ijazahnya sudah di tangan hihihi.
    Aku belum punya ijazah Mbaaa, lulus juga belum wkwkwk.

    Reply
  26. nurlailazahra

    wiiihhh almost perfect, teh. Congrat !! ayo semangat punya baby #loh, hehehe.. aku ga bakal nyemangatin untuk kuliah lg, krn ga perlu pendidikan setinggi mungkin untuk bs jd ibu yg cerdas 😀 fokus nulis ajahh , hihihi #kompor

    Reply
  27. dianryan

    hihihi akang ariel :P, selamat yah mba orin.hebat uey cum laude. jadi inget masa2 kuliah pulang kerja, cape tapi senang 😀

    Reply
  28. Mas Djie

    Selamat mbak Orin, semoga berkah. 🙂

    Reply
  29. titi esti

    SELAMAAAAT…
    barakallah semoga ilmunya bermanfaat dunia dan akhirat. kebayang euy, kuliah sepulang kerja. kebayang capeknya… alhamdulillah ya.. bisa cum laude

    Reply
  30. Esti Sulistyawan

    Wah, IPK nya bagus banget Teh
    InsyaAllah bisa Teh untuk studi lanjutannya..aamiin

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: