Rindrianie's Blog

Sebuah Doa Sunyi

Di suatu senja yang muram.

“Kenapa kau termenung begitu kawan?”

“Aku merasa sedih…”

“Sedih? Karena senja yang muram ini kah?”

“Tidak, aku selalu menjadi pecinta senja. Tidakkah kau tahu banyak keajaiban terjadi saat malam belum benar-benar datang sementara siang sudah hampir menghilang?”

“Ya, dan kau sudah menceritakan kisah ajaib itu padaku, entah berapa ratus kali, aku tak ingin mendengarnya lagi. Setidaknya tidak sekarang.”

Jeda yang membingungkan.

“Jadi, apa yang membuatmu sedih.”

“Bumi yang kita pijak ini penuh darah dan air mata. Udara yang kita hirup dengan bebas ini dulu beraroma kematian. Kau tentu tahu itu bukan?”

“Ya, aku menjadi satu dari sekian banyak saksi saat itu terjadi. Tapi apa hubungannya dengan kesedihanmu?”

“Tidakkah kau sadari tak ada lagi yang peduli akan perjuangan dan pengorbanan itu?”

“Maksudmu? Bukankah mereka itu masih upacara bendera saat 17 Agustus? Hari pahlawan masih diperingati setiap tanggal 10 Nopember, kau juga pasti tahu ada patung Jenderal Sudirman yang sangat besar di jalan sana kan?”

“Ah…itu cara yang sangat dangkal. Kosong. Tidak ada esensinya.”

“Aku masih tidak mengerti.”

“Kau lihat para pejabat di gedung megah itu? Mereka menodai perjuangan sekian ribu nyawa untuk kemerdekaan bangsa ini dengan korupsi, korupsi, dan korupsi!!!”

“Hmm…”

“Lihat mereka, para pemuda di jalanan itu. Kakek-nenek mereka dulu mungkin terpisah karena perang, menderita berbulan-bulan kekurangan makan, harus berjuang dengan fasilitas seadanya, untuk kemudian gugur dan dimakamkan tanpa nisan. Tapi apa yang mereka lakukan sebagai balasan untuk itu semua? Dugem? Narkoba? Hidup yang hedonis? Tak berguna!”

“Hei…kenapa se-apatis itu kawan? Tidak semuanya begitu lho.”

“Oh ya???”

“Lihat anak kecil itu, dia menghiasi sepeda roda tiganya dengan bendera merah putih dari kertas, bahkan dia memakai kaos berlambang burung Garuda. Bagimu mungkin terlihat sebagai simbol belaka, tapi bukankah dia diajarkan untuk segera paham bahwa Sang Saka dan Garuda itu yang harus dia bela kelak?”

“Hmm…”

“Lihat sekumpulan anak muda itu. Mereka tidak hanya bisa berdemo membawa spanduk dan berteriak-teriak dengan toa ke sana ke mari, tetapi mereka juga berkarya, juara olimpiade Fisika mengalahkan negara-negara lain, berhasil membuat robot canggih, bahkan menjadi enterpreneur yang mampu membuka lapangan kerja. Tidakkah itu bisa diartikan mereka selalu mencintai tanah kelahirannya?”

“Maafkan, sepertinya aku telah memakai kacamata kuda yang salah, memandang semuanya sama belaka, padahal selalu ada yang berbeda di setiap masa.”

“Tak mengapa teman, karena aku juga melihatnya. Banyak sekali kebobrokan di sana sini. Tak akan cukup waktu kita memperbincangkannya, bahkan hingga senja kembali menjelang esok hari,karena  daftarnya terlalu panjang.”

“Betul kawan, tak berguna juga mengeluh dan memaki sepertiku tadi. Tapi apa yang bisa kita lakukan?”

“Berdoa, kita selalu bisa berdoa. Untuk kemerdekaan tanah yang kita pijak ini, untuk kebebasan udara yang kita hirup ini. Doa sederhana yang tulus akan didengarNYA.”

“Tapi aku hanyalah sebatang pohon tua, dan kau hanyalah seekor burung pipit yang juga renta. Akankah Tuhan mendengar doa kita berdua?”

“Kenapa tidak? Bukankah kita pun adalah makhukNYA? Doa sunyi kita mungkin tak terdengar mereka, tapi Tuhan Yang Maha akan selalu mengerti.”

“Kau benar! Mari kita berdoa untuk INDONESIA yang lebih baik.”

“Aamiin…”

Gemintang berkerlip, rembulan muncul perlahan, malam datang dengan sempurna.


Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio Mba Nia, Teh Lidya, Pakde Abdul Cholik.

Sponsored By :

0 Comments

  1. bundamahes

    unik! 😉

    sukses ya Teeeeeeeeeh..

    *kalow menang bagi2 hadiahnya yak!

    Orin : tengkyu Bubuuuun. Aamiin…ceritamu manaaa??

    Reply
  2. Agung Rangga

    wiiih~
    saya juga ikut berdoa deh, untuk kak orin..

    Orin : Asyik didoain Agung he he… Tengkyu Dek 😉

    Reply
  3. Sofyan

    Masih seputar senja ni Kak..kayaknya menang nih..MERDEKA !!

    Orin : Iya Sof, lg seneng bgt sm senja hihihi.
    Aamiin. Merdeka!! 😉

    Reply
  4. Lidya

    Amin untuk doanya 🙂
    Hatur nuhun

    Orin : Aamiin. Sawangsulna Teh 😉

    Reply
  5. nia/mama ina

    Terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kontes CBBP
    Artikel sudah lengkap…..
    Siap untuk dinilai oleh tim Juri….
    Salam hangat dari Jakarta…..

    Orin : Eh, ada ibu juri. Terima kasih sudah diresmikan ya Bu hihihi

    Reply
  6. fanny

    keren..keren..sepertinya bakal menang nih

    Orin : banyak yg lebih keren sepertinya mba Fan he he. Tapi meng-Amin-i doa mba Fanny dg takzim ;)<

    Reply
  7. mama-nya Kinan

    Wah mantap nieh mbak..:) tema patriotisme nya dapat..:)
    semoga sukses yah mbak….aku blom ada ide neh..

    Orin : Hehehe…tengkyu Mama Kinan. Ayo tetap semangaaat 😉

    Reply
  8. Nchie

    Merdekaa..!!

    Sukses ya Orin..
    Jangan lupa kalo menang,bagi2…haa

    Orin : Merdeka Teh!! Sok lah kita barteran sama puding brownies yah *kedip2*

    Reply
  9. Mabruri Sirampog

    Gemintang berkerlip, rembulan muncul perlahan, malam datang dengan sempurna.
    Dan akupun tertidur dalam damainya malam yg sunyi… hihihih

    mantap bun,,,,
    sudah kaya sastrawan aja…. 😀

    Orin : hahahaha….endingnya yg luar biasa Mab hihihi… Sastrawan apaan, wong ngasal begituh 😛
    merdekaaa.. !!!

    Reply
  10. Dhenok

    selalu saja senja tak pernah ketinggalan.. sukses kontesnya mbak yin.. 🙂

    Orin : Hihihi…jadi malu sm Dhe 😛 Tengkyu Dhe 😉

    Reply
  11. Suwardana Suwar

    nice story,,,
    can you see http://nak-ungasan.blogspot.com

    Orin : Thank u 🙂

    Reply
  12. Masbro

    Tuhan mendengar doa siapa saja, karena semua adalah mahluk ciptaan-Nya. Nah, yuk kita berdoa rame rame untuk negeri ini.

    Hehehe.. itu penegasan dari postingan ini Mbak. Semoga menang ya Mbak Orin..

    Orin : Berdoaaa : mulai…
    hehehe…tengkyu masbro, sukses jg untuk dirimu ya 😉

    Reply
  13. Arif Bayu Saputra

    Wah ini ceritanya bagus sekali mbak, semoga semangat cinta tanah air & nasionalisme negri ini semakin membara,,,,,,

    Orin : Tengkyu Bay 😉 Aamiin..semangats!

    Reply
  14. Imron

    lam kenal yach…jd terharu nich…smoga qt slalu di lindungi oleh allah swt ….amiennn..jgn lupa mampir2 yach …

    Orin : Terima kasih sudah berkenan mampir 🙂

    Reply
  15. kira

    aamiin… set daaahhhh, nais raiting. gud lak deh mbak…

    Orin : Makasih mas 🙂

    Reply
  16. djangan pakies

    biarlah do’a ini mengalir kita sematkan pada para pejabat koriuptor yang tidak amanah, Insya Alloh masih ada intelektual bersih yang membangkitkan negara ini dari keterpurukan

    Orin : Sepakat Pak Ies, semoga para intelektual bersih semakin bertambah ya Pak. Aamiin…

    Reply
  17. dewifatma

    Yuhuuu… Jeng Orin emang keyeeeen….

    Merdeka!!

    Orin : Haiyyaaa… 😛 Merdeka ah mba Dew hihihi

    Reply
  18. Lyliana Thia

    Subhanallah… Sebatang pohon dan seekor burung pun turut berdoa untuk negeri… Ahya, kenapa harus dilihat yang negatif? kenapa nggak lihat yang positif..?
    begitu banyak anak muda cerdas di negeri ini, justru merekalah yang patut mendapat sorotan ya…

    Orin : Terkadang bnyak yg sudah skeptis bin apatis ya mba, pdhl masih banyak harapan kok, harus selalu optimis untuk kebangkitan negeri kita tercinta 😉

    Reply
  19. alamendah

    Selamat memeriahkan kontes Pakde dan kawan-kawan. Smoga sukses, Mbak.

    Orin : Terima kasih mas Alam 😉

    Reply
  20. yuniarinukti

    woww… ada aroma-aroma mukena baru nih… 😛

    Orin : mukena baru? mana…mana?? qiqiqiqi

    Reply
  21. mechta

    aamiin… semoga sukses ya Rin…

    Orin : Tengkyu Auntieee 😉

    Reply
  22. chocoVanilla

    Waaa, jadi minder ikutan nih bis baca tulisan Orin San….
    Sukses ya, Say 🙂

    Orin : Haiyyyaa…pdhl cerita Memey itu keren banged :p
    Sukses jg untukmu ya mba 😉

    Reply
  23. Kakaakin

    Aku juga turut berdo’a untuk Indonesiaku…
    *gak mau kalah sama pipit dan pohon 😀
    Semoga sukses pada kontesnya ya, Rin… 🙂

    Orin : mari berdoa sama2 Ka ^^ Tengkyu Kakaaaa, ceritamu mannna?? *judes*

    Reply
  24. Puteriamirillis

    suka dg kalimat ini,,,

    Tapi aku hanyalah sebatang pohon tua, dan kau hanyalah seekor burung pipit yang juga renta. Akankah Tuhan mendengar doa kita berdua?”

    “Kenapa tidak? Bukankah kita pun adalah makhukNYA? Doa sunyi kita mungkin tak terdengar mereka, tapi Tuhan Yang Maha akan selalu mengerti.”

    teteh mmuaaahhh…^^

    Orin : muaach jg Put hehehe… tengkyu ya Neng 😉

    Reply
  25. entik

    hayuk berdoa bareng untuk Indonesia tercintah…

    Orin : Aamiin…semoga semakin baik ya Bu 🙂

    Reply
  26. ~Amela~

    Huaaah.. buat kuis ya.. semoga menang ya mbak.
    bagus lho,, suka, suka, suka

    Orin : makasih Meeel 😉 hayu ikutan^^

    Reply
  27. lozz akbar

    langsung terbakar gelora saya pas baca artikel ini.. maklum juga pakai kaos garuda nih di sini.. serius saya membacanya.. ehm ternyata yang dialog sebuah pohon tua dan burung pipit toh.. yah, jika saja merka mau berdoa supaya negeri ini menjadi lebih baik, kenapa kita enggan juga mau berdoa?

    yo wis ayo bareng-bareng berdoa semoga negeri ini diberi kemudahan dalam hal apa saja.. yang melarat bisa segera terangkat, yang suka main embat duit rakyat juga mau segera bertobat..

    amiin..amiin.. ya Robbal Alamin

    tertanda,
    Ketua pengajian kampung Melawai Jember

    Orin :
    Kepada yg terhormat ketua pengajian kampung Melawai Jember
    Terima kasih banyak untuk apresiasi dan doa baiknya… Yuuuk mariii kita berdoa bersama2 untuk negeri kita tercintah ini ^^

    Reply
  28. ~Amela~

    Lagi ga ada ide ngecerpen mbaak

    Orin : Ayo cariiii…msh bisa sampai besok 😉

    Reply
  29. Dhymalk dhykTa

    jadi semangat lg,,,semua berhak berdo’a dan dapatkan rezeki dr Tuhan..makasih sharenya

    Orin : Sama2 Di 🙂 tetap semangat yaa..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: