Rindrianie's Blog

Sebuah Pengakuan

Halah, kayak apa aja itu judulnya ya ha ha :P.

Tapi postingan ini memang akan menjadi sebuah pengakuan dari saya, manteman. Sebuah pengakuan bahwa saya sudah bekerja lagi setelah resign akhir Maret lalu. Baru sekitar 2 mingguan, dan di bidang yang sangat bertolak belakang dari sebelumnya. Jadi Marketing! Jangan kaget ya, karena saya juga sampai detik ini masih tidak bisa percaya :P.

Soal kenapa saya bisa ‘menjerumuskan diri’ ke dalam sesuatu yang sama sekali baru di usia saya yang hampir kepala 4, Itu cerita untuk lain kali lahΒ  ya, biar ada bahan buat nulis lagi di blog gitu lho he he. Dalam pengakuan kali ini saya hanya ingin bercerita bahwa terkadang rencana kita (baca: manusia) memang hanyalah rencana belaka, siapa lagi yang bisa menentukan selain Sang Maha Penentu, yekan?

baca: Kenapa Resign?

Sebelumnya, rencana saya pasca resign adalah sebagai berikut:

Kembali Menulis

Dalam hal ini menulis fiksi ya. Mengirimkan naskah novel untuk diikutkan di Sayembara Novel yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta selalu menjadi obsesi terpendam saya. Maka ini menjadi daftar paling atas saya untuk bisa serius dilakukan setelah saya resign.

Saya ingin meniru penulis-penulis terkenal itu lho, yang fokus sekian bulan melakukan riset, mematangkan konsep cerita, memperkuat karakter tiap tokoh, menuliskannya dalam draft pertama, mengedit setelah mendiamkannya beberapa lama, lantas mengirimkan si naskah itu ke penerbit yang kemudian menjadi karya hebat yang layak dibaca.

Dengan deadline di 31 Juli 2018, saya sudah membuat (semacam) jadwal dalam menuliskan si bakal novel itu. Tapi ya begitulah ya, Mei sudah seminggu dan saya masih sangat jauh menyimpang dari jadwal ha ha ketawa padahal mewek πŸ˜›. Sila cek di web-nya DKJ untuk keterangan lebih lanjut ya. Masih diupayakan untuk tetap bisa dikirim sebelum deadline sih, doakan saya!

Belajar Yoga

Ini project harakiri sebetulnya, hawong sudah cukup lama latihan yoga tapi asana (pose) yang mahir saya lakukan hampir tidak ada kok. Tapi namanya juga si Orin kan ya, suka pengen yang aneh-aneh *halah. Jadi rencana saya berikutnya setelah resign adalah belajar menjadi instruktur yoga!! Mengerti kan ya kenapa saya menyebutkan project harakiri? hihihihi.

Saya tidak bercita-cita membuka studio yoga dan kemudian punya banyak murid atau semacamnya, toh di Karawang pun sudah banyak, saya tidak memandangnya sebagai potensi bisnis atau apalah ya gitu. Niatnya ingin belajar cuma karena ingin tahu lebih banyak, lebih detail, lebih menyeluruh, mengertilah ya maksud saya. Kalau toh nantinya ternyata saya somehow jadi mengajar dan jadi ‘instruktur beneran’ ya itu mah lain urusan.

Masalahnya, selain biayanya cukup mahal (tentu saja itu tidak masalah karena memang tanggung jawabnya nanti tidak sembarangan), tempat latihan kebanyakan di jakarta atau Bogor, dan tidak hanya di akhir pekan. Jadi tidak mungkin saya lakukan saat ngantor.

Maka saya mengatakan kepada guru yoga saya, bahwa saya berencana melakukannya setelah tabungan saya cukup dan saya tidak lagi bekerja. Uangnya sudah ada, ndilalah saya malah kembali bekerja hihihihi.

*

Ada alasan kuat kenapa saya ‘terpaksa’ kembali bekerja secepat mungkin. Benar-benar mengiyakan tawaran pekerjaan pertama yang saya terima, hingga dengan nekatnya menerima pekerjaan yang merupakan pengalaman baru bagi saya. Bahkan ketika saya harus ‘mengorbankan’ rencana-rencana bagi mimpi saya.

Alasan itu adalah karena ibu saya, Mamah, sedang sakit, lumayan serius, dan memerlukan banyak biaya untuk pengobatannya. Betul, ada BPJS, ada pak suami yang pastinya ikhlas membantu, tapi kok rasanya kurang tepat jika saya tidak berjuang juga. Jadi ya begitulah, rencana dan mimpi saya masih bisa dilakukan mesti mungkin sedikit tertunda toh? Segera setelah Mamah pulih kembali, mungkin saya masih bisa mengejarnya :).

Nah, sekian pengakuan saya kali ini. Selamat hari Senin semuanya ^_^

12 Comments

  1. dey

    Pengakuan yang tulus, hehehe.

    Semoga Mamah cepat sehat lagi ya Rin.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hihihi, tulus bari jeung curcol buuuu.

      Aamiin ya robbalalamin, hatur nuhun Ibu *ketjup

      Reply
  2. L J

    semoga mamah segera membaik.. emak bangga membayangkan jika suatu saat si buyung saga melakukan hal yg sama spt yg ateu lakukan.. menunda mimpinya demi sesuatu yg lebih penting untuk ibunya.. πŸ’œ

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Saga udah bisa ngapain eMaaaak, kirimin fotonya ateuh.

      Aamiin, hatur nuhun doa baiknya untuk Mamah ya, Mak *ketjup

      Reply
  3. Ella

    Semoga mamah mbak Rin segera pulih ya, sehat2.. Mbak Rin sekeluarga juga sehat selalu. Aamiin
    Meskipun harus tertunda, harus tetap semangat ya mbak. Btw, kapan2 ku juga mau dong diajarin yoga. Wkwk

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin ya robbal alamiin, terima kasih ya mbak Ella..

      Hayuk, kita belajar yoga bareng πŸ˜€

      Reply
  4. Keke Naima

    Semoga mamah Orin segera sembuh, ya. Aamiin

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin ya robbalalamin, terima kasih doa baiknya mbak Chi..

      Reply
  5. Agung Rangga

    Mudah-mudahan ibunya teteh cepat sembuh ya.
    Semangat terus teh, suatu saat nanti pasti rencana dan mimpinya Teh Orin bakal terwujud. πŸ™‚

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin. terima kasih banyak ya, Gung πŸ™‚

      Reply
  6. Monda

    semoga mamahnya Orin lekas sehat lagi ya..
    btw, ketemu mbak Choca yg cerita Orin sekarang kerja lag, semangat ya Rin

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Aamiin ya robbalalamiin, terima kasih doa baiknya ya bunMon.

      hehehe, iya nih, jadi sekantor sm buCho πŸ˜€

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: