Rindrianie's Blog

[semacam] Behind The Scene

Betuuuull… tulisan ini saya buat karena sudah banyak sekali teman-teman yang berpartisipasi dalam Kecubung 3 Warna yang menuliskan “Di balik kisah” pembuatan K3W grupnya masing-masing. Tapi trigger terkuat adalah karena sudah ada artikel dari shohibul kontes a.k.a Pak Dhe bahwa pengumuman para pemenang akan segera dipublish. Deg. lebay dot com

Hal ini membuat saya ingin segera merealisasikan tulisan [semacam] Behind The Scene ini, yang sebetulnya sudah ada di draft berhari-hari lamanya. Seingat saya setelah membaca Behind the scene-nya Mama Ina. Kenapa kata ‘semacam’ ini dikerangkeng oleh tutup kurung seperti itu? Iseng saja sih hihihi (boong deng). Alasannya adalah karena mungkin proses pembuatan cerbung kami tidak seheboh yang teman-teman lain alami, apalagi di balik kisahnya para the deadliners yang seru ituh 😀

Perjuangan awal saya mengikuti kontes ini bisa sahabat intip di tulisan Sebuah Perjalanan. Saya yang melamar kedua partner saya, yaitu Neng Manjol dan Dek Rezka. Ehem, tumben lho saya berani begitu, biasanya mah ngumpet mulu di pojokan hihihihi.

Komunikasi hanya lewat email dan sms. Hanya 1 kali saja Wulan menelepon saya, dan saya chating dengan Rezka justru setelah cerbung kami publish hahaha.

Awalnya, saya beremail ria dengan Wulan, Rezka selalu di-CC tapi belum ada respon, Adek yang satu ini memang sibuk berat (bener kan Rez? he he). Diskusi awal tentunya tentang tema atau topik yang akan kita pakai sebagai bahan cerita. Rupanya Wulan dan Rezka sudah berdiskusi sebelumnya, untuk membuat kisah seorang anak, yang berusaha membantu ibu-nya bekerja, demi kelangsungan sekolah si anak. Menarik. Tapi saat saya tanya lagu temanya apa? Wulan bilang belum tahu. Wew 😛

Lantas saya melihat-lihat tulisan draft di blog ini (saya memang banyak menulis, tapi banyak juga yang tidak selesai hahaha). Ada satu tulisan fiksi berjudul “Peri Cintaku” yang entah saya buat kapan. Draft yang masih mentah itu saya kirimkan ke Wulan, dan saya katakan pada beliau bagaimana jika kita mengambil tema ini saja, sebuah kasih tak sampai karena kedua tokohnya berbeda agama.

Ternyata Wulan setuju (sampai saat itu Rezka belum ikutan nimbrung), tetapi dengan syarat cara bicaranya tidak ber-gue-lo seperti draft yang saya kirim (LOL). Wulan juga mengatakan Rezka setuju dengan ide tersebut. Dan kami pun sepakat membuat cerbung ini. Rezka bagian pertama, Wulan bagian kedua, dan saya (sok-sokan) di bagian penutup.

Saya juga mengusulkan kisah ini terbagi menjadi episode, 2 episode pertama si tokoh yang bercerita, baru bagian closing si kedua tokoh ini memiliki porsi penceritaan yang sama. Akhirnya Rezka membuat Episode Daniel, Wulan kebagian Episode Syafa, dan saya Episode terakhirnya (waktu itu belum ada judulnya).

Rezka mengirimkan bagian pertama, tentu saja sangat berbeda dibandingkan draft yang pernah saya buat itu. Sesaat setelah membaca cerita Rezka, saya sudah bisa membayangkan bagaimana Daniel dan Syafa di bagian endingnya. Tapi ketika beberapa hari kemudian Wulan mengirimkan bagian ke-duanya, alur cerita yang sudah ada di kepala saya itu langsung bubar jalan hahahaha.. Akan sangat tidak nyambung jika dipaksakan. Terpaksa saya harus membuat ending yang sama sekali baru, dan membutuhkan waktu yang lumayan lama 😀

Tidak ada yang saling mengoreksi. Tidak ada yang mengarahkan atau menunjukkan harusnya begini harusnya begitu. Perbaikan ataupun revisi diserahkan pada masing-masing pembuat cerita. Setiap cerita dari kami bertiga betul-betul asli tanpa polesan dari pihak lain saat di publish. Kami hanya bersepakat bahwa panggilan untuk masing-masing tokoh harus “Dan”, dan “Sya”, juga selalu menggunakan kata ganti “aku”, sehingga konsistensi dalam ketiga cerita bisa menyatukan 3 kisah yang berbeda karakter itu dengan satu ‘rasa’ (halah… :P). Itu saja.

Oh iya, Rezka sempat mengusulkan ide untuk bagian saya, bahwa Ibu Syafa anfal dan memerlukan uang untuk operasi, dan Ibu Daniel bersedia meminjamkan uang untuk biaya operasi dengan syarat Daniel mau meninggalkan Syafa selamanya. “Sinetron banget sih” begitu Rezka bilang he he. Tapi soal operasi itu saya pakai, walaupun untuk membuat ending ini tidak terlalu panjang, saya membuat Ibu Syafa sudah meninggal (hohoho…).

Masalah judul. Saya sangat tidak bisa memilih judul. Biasanya saya akan menulis isinya terlebih dulu, baru memikirkan judulnya, yang kadang tidak selalu berakhir dengan bagus. Sehingga lumayan banyak tulisan saya yang berjudul “untitle” atau “belum ada judul” 😀 Itu juga yang terjadi dalam cerbung K3W ini. Diskusi mengenai judul ini lumayan alot. Awalnya judul cerbung kami “Cinta yang tak termiliki”, agak-agak alay ya hahaha. Dan berganti-ganti sehingga akhirnya diputuskan judul “Sebuah Episode Cinta”, karena tiap bagian memang kami beri judul dengan unsur kata ‘episode’ di dalamnya.

Kenapa grup kami bernama “The fairies”? Ini pun karena kami bingung apa nama yang cocok. Wulan sempat mengusulkan “Rezolan” yang merupakan gabungan dari nama-nama kami, Tapi akhirnya kami mengambil nama grup dari judul lagu tema kami yaitu “Peri Cintaku”, dengan alasan super narsis which is kami adalah tiga peri yang cantik hahaha… iyaa…silahkan muntah! 😛

Hmm…apalagi ya. Ah, saat mempublish! Proses ini yang agak-agak ‘rusuh’. Seperti biasa kami beremail-email ria (yang sebelumnya bersms mengabarkan tolong cek email. hehe, emang ribet :P). Dan sepakat hari itu -Senin, 28 Maret- untuk mempublish cerbung kami. Saat itu, seperti hari senin pada umumnya, saya meeting dari pagi. Cek email kilat sekedar membaca dan mereply sekedarnya. Sehingga saya menjanjikan pada Wulan dan Rezka untuk mempublishnya saat istirahat makan siang.

Rezka meng-sms, “mba, nanti mba Orin dulu yang publish ya, jadi mba wulan bisa link blog mba, trus baru aku”. Saya agak bingung sebetulnya, kenapa tidak bagian pertama dulu saja ya? Tapi saya OK-kan saja berhubung saat itu saya memang masih berada di ruang meeting.

Istirahat siang tiba, setelah makan saya langsung mempublish tulisan saya, dan langsung mengabarkannya pada Rezka dan Wulan bahwa episode terakhir sudah publish. Ternyataaaa, Rezka masih makan siang di luar, dan Wulan masih harus menjadi dek Rafa yang maksutnyah tidak sedang berinternet ria. Hadeeeuuuuhhh… padahal beberapa menit setelah tulisan saya publish, Mama Cal-Vin bahkan sudah memberi komentar! hihihihi….

Tapi, Alhamdulillah Rezka akhirnya publish, kemudian disusul Wulan. Dan saya pun mengirimkan email dan komentar pendaftaran, lantas tak berapa lama kami pun resmi terdaftar dengan nomor peserta 13. What a lucky number, huh? 😉

Kehebohan dan kepanikan itu sudah berlalu, tapi sejujurnya saya masih merasa nervous. Ini adalah proyek kontes pertama saya. Entah bagaimana menjelaskannya, saya cukup terbebani dengan kontes ini. Bagaimana jika grup kami kalah telak? (peringkat ke-19 dari 19 peserta misalnya). Bagi saya, itu sama sekali tidak masalah, tapi bagaimana dengan kedua partner saya itu? Mmm…terlalu parno sepertinya ya 😛

Well, walau bagaimanapun, saya bersyukur telah memberanikan berpartisipasi dalam acara ini. Maafkan jika kita belum beruntung ya Rez? Lan? And thank you so much for being my partner wink…wink… 😉

So Pals, if you haven’t read our works yet, please do! maksa dot com. Dan jangan lupa, doakan kami yaaa… (ga perlu sms ketik reg spasi de es be kok, bener deh, cuma doa saja hehe :D)


Part 1 : Di blognya Rezka

Part 2 : Di blognya Wulan

Part 3 : Di blog ini sodara-sodara 😛

0 Comments

  1. lidya

    cukup panjang juga ya perjalanan menuju K3W nya. berani meminang juga, kalau saya dipinang hihihi naluri wanita menunggu pinangan hahaha lebay.
    penasaran ada diurutan brapa ya kita

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Mungkin itu salah satu “Do what you fear” saya ya mba Lid hihihi *bangga banget :P*.
      He-eh, Pak Dhe emang jago bgt bikin penasaran kita ya..

      Reply
  2. nh18

    Kecubung 3 Warna ini memang lomba yang khas …
    sebab ini Lomba Beregu …
    Saya kira ini adalah satu-satunya Lomba yang dilakukan beregu …

    Sehingga pencarian partner … janjian … konsolidasi antar penulis … rembugan dan sebagainya … mempunyai cerita tersendiri …

    demikian juga yang kami alami di Tim Bapak-bapak YIN YANG

    eni wei …
    Sukses selalu untuk Tim THE FAIRIES

    Salam saya

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Sepakat Om, sensasinya memang luar biasa ya. Alhamdulillah berkesempatan ikut dalam pagelaran ini 😀
      Sukses jg untuk Om-om YIN YANG he he he….

      Reply
  3. wulanmanjol

    huahhahhahaha…
    memang kita sedikit narsis yah mbak :p
    cuman sedikit kok…
    ternyata pas aku inget-inget grup kita gampang-gampang ribet yah?
    *heleeehh,,maksudnya apa toh?
    tapi alhamdulillah bisa selesai juga 🙂
    masalah kalah atau menang, yang penting kita sudah berusaha dan sudah numpang narsis.jiahahhah

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Toss dulu ah Lan buat kenarsisan kita hihihihi…
      Iya, maaf kalo kita ga menang ya Lan 😀 Tapi udah seru2an kan kemarin ya ^^

      Reply
  4. Prima

    😀 hehehhhe… begitulah repotnya lomba “unik” ini, mudahan perjuangan kita berakhir manis ya mbak, meskipun tidak, selalu ada nilai positifnya, jadi memang kalah, tetep persodaraannya makin erat, plus eksis selalu! Hahahaha… 🙂 sukses buat Grup Peri Cintaku!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ish…grup kita namanya The Fairies Prim! 😛
      Iya sih, tetep bakalan jadi pengalaman seru. In case menang ya Alhamdulillah juga hihihihi

      Reply
      1. Prima

        emang sengaja salah nyebut… biar keliatan alay… wuakakakak…

        Reply
        1. Orin (Post author)

          Ish…ngeles aja kyk bajaj *sigh*

          Reply
  5. ysalma

    Panjang juga ternyata dibalik K3W-nya ya Rin,,
    saya ikutan kontes, buat ngeramaiin yang punya hajat,, lewat email dan inbox di FB
    semoga kita sukses yaa,, 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Waah…mba Y en the gank lewat inbox FB ya 🙂
      Syiiip, gudlak buat para peserta K3W *semangaaat*

      Reply
  6. giewahyudi

    Sungguh sebuah perjuangan, jangan nyerah dulu ya..
    kami mendoakan..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Makasih doanya Mas Gie 😉

      Reply
  7. nia/mama ina

    Bener mbak…gimana seandainya Group aku ada di urutan 19…OMG……gimana aku menghibur teman2ku…trus mo ditaroh dimana muka ini…sangking malunya hehehhe….kayaknya lebih baik peringkat yg gak menang jangan di publish yachh…biar gak malu2 amat hehehhe……

    salut utk perjuangannya…….cukup berdarah2 juga yachh……

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iyaa….mba Nia ngerti bgt nih kekynya yg aku maksud. Kalo kita kerja sendiri mah no problemo ya mba, tapi karena kerja bareng jadi ada beban rasanya 🙁
      Tapi tetap semangat aja yuks mba 😉

      Reply
  8. melly

    semoga menang dikontesnya pakdhe ya mba 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Amiin… Makasih ya Mel 😉
      Makasih jg sudah berkunjung..

      Reply
  9. monda

    Prosesnya panjang banget Rin, betul2 perjuangan heboh.

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya Bun, lumayan ngos2an hehe..

      Reply
  10. Gaphe

    hahah panjang juga yah cerita dibalik kontes K3W. saya rasa hampir semua peserta mengalaminya, emang sih susah di komunikasi lumayan jadi tantangan buat nyelesaiin semuanya. secara semua ketemu hanya lewat internet atau telepon aja. Tapi thanks God yah, Peri Cintaku akhirnya bisa ikutan K3W. tinggal nunggu hasilnya entaran. hahaha…goodluck yaw, semoga menang.. kalo tar menang syukurannya jangan lupaa *nagih

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Baru ngeh ternyata tulisannya sepanjang jalan kenangan ya hihihi…
      Tengkyu mas Gapheee… Tapi grup kita namanya the Fairies lho. hiks *nangis guling-guling*

      Reply
  11. Nova

    mbak orin temennya rezka toh???hehhe

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ooh…Nova temenya Rezka toh? *ikutan* Salaman dulu ah he he 😉

      Reply
  12. Kakaakin

    Sebentar… aku akan mendo’akanmu setelah berdo’a untuk grupku sendiri ya… 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hohohoho…iya ya kita rival 😛

      Reply
  13. hilsya

    serunya behind the scene ini yak?
    pembaca tinggal terima jadi..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya mba Hil, lumayan berdarah2 *halah…:P*

      Reply
  14. achoey el haris

    Hiks
    saya malah sedih gak sempat ikutan K3W

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Waah… iya ya kang Achoey ga ikutan 🙁

      Reply
  15. dhila13

    hmm.. hmm.. hmm? salam kenal mba.. *kunjungan perdana saya ini. :mrgreen:

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hmmmm jg Dhila he he 🙂
      Salam kenal jg yaa…terima kasih sudah mampir 😉

      Reply
  16. wiangga0409

    gkgkgk..

    saya juga dilamar sama nandini 🙂

    dan rasanya sangat happy 🙂

    salam kenal juga mbak 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hai mba Wi, akhirnya sempet juga dari Bogor kesini ya he he.
      Rival ya kita *toss ah* 😉

      Reply
  17. yuniarinukti

    hihi.. ya gitu deh Mbak, karena lombanya dibikin tim, jadilah kita harus selalu kompak, walau apapun yang terjadi.. btw ceritanya bagus kok Mbak..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      He-eh mba Yun, seru banged ya. He he, makaciiiiiihhhh *kiss…kiss…*

      Reply
  18. kira

    aku bagian penata kamera aja deh, heheheh (bira kayak di suting2 sungguhan) kwkwkwkwk

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Boleh….boleeeeeh… aku paling bagus angle-nya di ambil dari kanan katanya mas hihihi… *dilempar kamera*

      Reply
  19. Batavusqu

    Salam Takzim
    seru seru seruuuu, kalau saya bikin chpter group di FB mbak, terus masing masing kirim artikelnya dan kita saling mensesuaikan
    Selamat buat mbak Orin dan kawan kawan maju terus demi persahabatan
    Salam Takzim Batavusqu

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Salam Mas Isro,
      Waah…hebat sampai buat grup di FB, kita mah ga secanggih itu memang mas hihihii.
      Semangat jg untuk tim-nya mas Isro yaa 😉

      Reply
  20. Pendar Bintang

    Wah seru mbak….lha ceritaku ama Kak Lely and Mbak Titik lain lagi…karena kita semua saat itu lagi sibuk-sibuknya jadi agak lelet gitu, tapi kakak tersayang, kak Lely yang sellau mengingatkan n preparin semua…..he he he

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Heuheu, iya ya, suka sibuk sendiri2 😀
      Sukses jg buat tim-nya Hani yaa…

      Reply
  21. Masbro

    Prosesnya puanjang, sampe dituliskan tersendiri. Hebat,, Semoga group ‘peri cintaku’ sukses di acaranya Pak De,,

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Huhuhu….MasBro ikut2an Prima nih sok alay. Grup kita namanya The Fairies lho mas *nangis sendiri di kolong meja*

      Reply
  22. Susan Noerina

    Sukses yah jeng K3W nya. Doakan Group Kecebong juga pastinya 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Bu buntiiiiiing, belom beruntung ternyata kita di K3W *nangis guling2*

      Reply
  23. Asop

    Jadi hasilnya sekarang gimana ya? ❓

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Alhamdulillah belom menang mas Asop *nangis di balik bantal*

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: