Rindrianie's Blog

Sepotong Doa Milik Danu

“Apa yang kau inginkan untuk ulang tahunmu, Nak?”

“Danu mau es krim, Pak.”

Permohonan Danu dua hari lalu itu masih jelas terngiang. Di bawah terik matahari siang, dari belakang Danu bisa melihat Bapak mengangguk-angguk mengerti saat itu. Tangan kecilnya mendorong kuat gerobak yang ditarik Bapak dari depan. Isinya tidak seberapa, hanya sebuah kompor gas rusak dan beberapa tumpuk koran bekas. Entah berapa rupiah yang bisa mereka tukarkan untuk barang-barang itu. Danu tahu, bocah sepertinya tidak pantas menginginkan semangkuk es krim mahal. Tapi ulang tahun selalu membawa keajaiban tersendiri, maka Danu berani bermimpi.

Es krim coklat dengan taburan biskuit hitam dan serpihan coklat itu kini telah berada di depan mata, seharusnya Danu bahagia, tapi tak ada yang Danu rasakan selain penyesalan.

“Makanlah, Nak. Dan berdoalah untuk kebaikanmu di masa-masa mendatang.” Parau, sekali lagi Bapak meminta Danu menikmati hadiah ulang tahunnya itu.

Danu mengangguk lantas menunduk, tak mampu lagi melihat bibir Bapak yang berdarah, kening Bapak yang lebam, atau pipi tirus Bapak yang membiru, entah apa yang sudah dilakukan Bapak demi es krim itu. Lirih, dirapalnya sepotong doa, berharap Tuhan sudi melenyapkan seluruh es krim di muka bumi, hingga tak perlu lagi Danu mengingininya, hingga tak perlu lagi Bapak terluka karenanya.

Note : 199 kata, ditulis khusus untuk Monday Flash Fiction Prompt #59: Sundae.

0 Comments

  1. Ryan

    hiks… mba apa yang dilakukan bapak untuk mendapatkan es krimnya?

    Reply
  2. Chrismana"bee"

    Hiks hiks, sini danu, beli es krim sama tante

    Reply
  3. A. A. Muizz

    Pengorbanan bapak demi anaknya. :'(

    Reply
  4. bukanbocahbiasa

    Melting. Meleleh hati saya, seperti melelehnya itu es krim 🙁

    Reply
  5. mandor

    demi seorang anak, membahagiakan anak, ayah akan melakukan apa saja. Hingga babak belur. mungkin jatuh, mungkin dihajar orang

    Reply
  6. asudomo

    Jadi kangen bapak mbak 🙁

    Reply
  7. jampang

    kalau si bapak jadi stuntman, saya salut.
    tapi kalau jadi pencopet, nggak

    🙂

    Reply
    1. dian farida

      Hmm, langsung ingat Tampan Tailor =(

      Reply
  8. Dmilano

    Saleum, Cerita yang menyentuh hati sanubari. Pengorbanan…

    Reply
  9. Bibi Titi Teliti

    Oriiiiin…
    meuni suka bikin sedih gitu iiih…pirage eskrim atuh laaaaah 🙁

    Reply
  10. eksak

    semoga apa yang dilakuin si Bapak halal! Aamiin …

    Reply
  11. Jual Kain Troso

    Cerita yang menyentuh sekali mbak :'(

    Reply
  12. Riri

    mengharukan

    Reply
  13. Attar Arya

    Danu tahu, bocah sepertinya…. << baiknya diubah jadi ' Danu tahu, bocah seperti dia…. | 🙂

    another tocuhing story from Orin.. 🙂

    Reply
  14. yayack

    maknanya dalem banget mbakk 🙂

    Reply
  15. junioranger

    Menyentuh bgt. :'(

    Reply
  16. myra anastasia

    Cinta bapak demi Danu, ya hiks

    Reply
  17. Akhmad Muhaimin Azzet

    Betapa kita belajar untuk menghargai setiap hal yang diberikan kepada kita. Termasuk es krim, bagi sebagian orang, sungguh perlu perjuangan untuk mendapatkannya.

    Reply
  18. linda

    sini sini aku beliin aja lah jangan nyolong 🙁

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: