Rindrianie's Blog

Sepotong Kenangan Tentang Ujang

Hari Pendidikan Nasional, dan postingan Neng Ais tentang Paulo Freire dan dunia pendidikan itu, mengingatkan saya saat menjadi sukarelawan guru di sebuah SD di dekat kampus Jatinangor. Saya lupa nama SD-nya, sekolah ini berlokasi di jalan Sayang, arah menuju Majalaya.

Saat itu, berganti-gantian dengan seorang teman dari Sastra Inggris, kami mengajar bahasa Inggris untuk murid-murid disana (mulai kelas 3 hingga 6) sebagai pelajaran tambahan, di luar jam sekolah resmi mereka. Berhubung bahasa Inggris saya memang sedikit memalukan, maka saya hanya mengajarkan anak-anak kelas 3. Yaa…mengajari perbedaan “This is a book” dan “These are four books” mah bisa lah ya he he.

SD ini sebetulnya bukan SD terbelakang, dalam arti bangunan sekolahnya cukup bagus, bangku-kursi masih layak pakai, walaupun -saat itu- lantai semennya banyak yang bolong-bolong, papan tulis hitamnya pun sudah semi putih halah, jendelanya tidak semua berkaca, dindingnya pun di sana sini ‘gompal’ (semoga betul kosakatanya).

Murid-muridnya pun tidak semua bersepatu, tidak semua berseragam putih-merah yang betul-betul berwarna putih dan merah (maksudnya warna-warna itu sudah pudar menandakan sang baju merupakan baju lungsuran), banyak yang tidak memiliki tas dan memasukkan buku-pensil ke kantong kresek hitam, bahkan ada yang kekurangan buku tulis sehingga menulis super kecil saat mencatat.

Dan yang ingin saya ceritakan adalah, percakapan saya dengan salah satu murid itu, adik ini -kita panggil saja Ujang- memiliki semua kategori yang saya sebutkan tadi. Baju putihnya menghitam, celana merahnya kusam, bersandal jepit butut, kertas kresek hitam dengan buku semata wayang ditemani pensil yang sudah pendek.

Ujang : Teh, kenapa harus belajar bahasa Inggris segala?

Teteh : Ya biar pinter atuh.Kalo bisa bahasa Inggris, Ujang bisa ngobrol sama orang Bule nanti Ujang terlihat antusias, tapi kemudian kembali skeptis.

Ujang : Ah, tapi susah Teh.

Teteh : Namanya juga belajar, lama-lama pasti bisa. Teteh juga dulu ga bisa.

Ujang : Kalo pinter bahasa Inggris, Ujang bisa pake seragam plus sepatu bagus ya Teh? Bisa bawa tas yang digendong gitu juga ga? Trus punya banyak buku kayak Teteh? Speechless

Itu hanya sepenggal percakapan saya dengan Ujang. Pertemuan berikutnya saya membawakan Ujang beberapa buah buku tulis, yang memang membuatnya senang dan bersemangat sekali belajar bahasa Inggris, walaupun dia bisa saja pulang dan tidak ikut belajar karena memang hanya pelajaran tambahan.

Dan tetap saja, saya tidak sanggup memaknai korelasi pertanyaan ‘kenapa harus belajar bahasa Inggris‘ dengan harapan ‘bisa memakai seragam bagus‘-nya Ujang itu, hingga saya menulis postingan ini..

Maafkan, jika postingan ini tidak berujung pangkal ya, karena saya sedang teringat Ujang… Semoga saja saat ini dia bisa ber-cas cis dengan Bule, lengkap dengan baju dan sepatu bagus, seperti impiannya di siang itu.

PS : Seperti biasa, saya kesulitan memberi judul. Maaf jika terkesan lebay ya 😀

Happy Tuesday, Pals 😉

0 Comments

  1. Susi

    Judulnya pas kok, mbak.
    Anak-anak seperti Ujang memang memaknai pekerjaan bagus dengan memakai seragam bagus, mbak. Wajar karena minimnya referensi tentang pekerjaan lain yang juga bergaji besar mski tanpa seragam bagus.

    Orin : Alhamdulillah kalo judulnya bagus mba Sus he he.
    Betul, mudah-mudahan saja kehidupan Ujang sekarang lebih baik ya mba. Amiiin

    Reply
  2. niQue

    yeah, begitulah, karena memang buat mereka buat apa bisa bhs Inggris klo nanti kemampuan itu ga bisa memudahkan mereka cari uang. selalu saja berujung pada uang uang dan uang.

    Orin : Iya mba Niq, terkadang hidup harus seperti itu ya bagi mereka 🙁

    Reply
  3. Lidya

    angan-angan Ujang kaya gitu ya

    Orin : Angan-angan sederhana mba Lid..

    Reply
  4. hilsya

    *mencoba jadi ujang yang sedang penasaran* kenapa begini..kenapa begitu..

    Orin : *membayangkan Teh Hil sebagai Ujang*

    Reply
  5. jarwadi

    di desa dimana saya tinggal, beberapa tahun yang lalu kondisi sekolah dasar yang ada juga seperti itu, apalagi jaman saya sekolah

    kini keadaan sekolah sudah lebih baik. yg tidak lebih baik adalah guru guru yang mengajar anak anak kampung

    Orin : Semoga pemerataan sekolah dan guru-guru SD semakin merata ya mas. Alhamdulillah saya walaupun di kampung sekolah SD saya bagus, tidak seperti Ujang..

    Reply
  6. tunsa

    hehehe..aku suka bahasa sunda, meski tidak bisa 😆

    ujang
    geulis
    pisan…
    wkwkwkwk..
    nggak tau ah…

    Orin : “Ujang geulis pisan”? hihihi…jadi lucu artinya mas Ari. Sinih…sinih…belajar basa sunda sama sayah 😉

    Reply
  7. gerhanacoklat

    judulnya bagus itu dek
    semoga Ujang pada akhirnya bisa bersepatu, bertas sandang dan yang penting dari itu tentu berbahasa inggris dan berbudi pekerti luhur

    Orin : Amiiiin… semoga hidup Ujang lebih baik ya Kak 😉

    Reply
  8. giewahyudi

    Sebuah kegelisahan tentang pendidikan..

    Judulnya lebay tapi bikin enjoy.. 🙂

    Orin : maafkan kelebayan judulnya ya mas Gie hihihi

    Reply
  9. giewahyudi

    Judulnya lebay tapi bikin enjoy.. 🙂

    Reply
  10. ais ariani

    judulnya menarik kok Teh,
    dan sepemahamanku aku sih, dia ngelihat Teteh pinter bahasa inggris, terus dia juga lihat Teteh punya tas dan pakaian bagus, jadi dia berpikir kalau dia pinter berbahasa inggris, dia bisa kek Teteh, begitu sih menurutku Teh…

    Orin : Bisa juga memang begitu Is.. Ugh, jadi kangen berat sama dia..

    Reply
  11. imajinasi gila seorang icen

    ujang mungkin berpikir skeptis: bahasa inggris adalah pelajaran khusus anak-anak elit, dia ngerasa nggak pantas dirinya yang menyandang status 4 K (kere, kampungan, kerdil, kumal) belajar bahasa Inggris.

    ah, ujang, meski nasib tak berpihak, mestinya kau tetap sebagai pemimpi dan kejarlah cita-citamu setinggi langit.

    Orin : Ujaaang, nih dengerin nasehat Aa Icen 😀

    Reply
  12. Fahrie Sadah

    Ikut mendo’akan semoga harapan ujang terkabul .. 🙂

    Orin : Amiin. terima kasih doanya mas Fahrie 😉

    Reply
  13. Sketsaku

    cerita nyattakah? klo iya ..hmm brarti masih banyak yg kykj si ujang termasuk saya dulu juga gitu :))
    jiahahaha….

    Orin : Cerita sangat nyata sekali he he.

    Reply
  14. Sketsaku

    salam,,
    kunjung balik, dan tukar link juga klo bisa:)

    Orin : Terima kasih sudah mampir 🙂

    Reply
  15. ysalma

    setiap harapan akan ada ujungnya Jang, percayalah sama ucapan teteh, rajin belajar yaa.

    Orin : Iya mba Y, semangaaat *kata Ujang*

    Reply
  16. lozz akbar

    semuga Ujang jadi guide internasional….

    Orin : Ah, keren mas Lozz! semoga ya.. Amiiin

    Reply
  17. joe

    dan pasti masih banyak ujang yang lain di luar sana

    Orin : Iya mas Joe, masih banyak sepertinya, bahkan hingga detik ini.. 🙁

    Reply
  18. Desy Noer

    gak lebai-lebai amat kok judulnya menurutku sich.hehe…
    Ada juga korelasinya, kalo Ujang pinter bahasa inggris kan (mudah-mudahan) bisa berkarya dengan bahasa inggrisnya itu sehingga bisa menghsailkan uang dan bisa beli apa saja yang Ujang inginkan.

    salam kenal

    Orin : He he, syukurlah kalo ga terlalu lebay mba 😀 Terima kasih sudah berkenan mampir yaa 😉

    Reply
  19. bintang

    saya pernah ngasih soal yes no yes no pada anak2 kampung nenek saya.
    And guess what,
    yg saya kasi soal jawab semuuuuaaa jawaban yes dengan:
    yes, terday.

    *semoga dia bercanda*

    Orin : Hoh?? ya ampyuuun. stress jga ya Tang ngajarin anak2 yg begitu >.<

    Reply
  20. Nchie

    Judulna Pas pisan..
    sundanesse pisan lah..
    hidup Ujang..

    Orin : Hiduuup *halah*

    Reply
  21. Gaphe

    turut berharap juga supaya impian Ujang memakai baju seragam bagus dan bercuap-cuap dengan bule tercapai.. ah, senang bisa berinteraksi dengan anak-anak desa.. saya jadi inget ketika di Sukabumi dulu, ngajar anak-anak pedesaan.. bernyanyi bahasa inggris. hahaha

    Orin : Semoga ya mas Gaphe. Lah, saya pas ngajar itu malah saya ajarin lagu sontrek Doraemon versi Jepang anak2 ituh hahahaha

    Reply
  22. Pingback: Award itu begitu mengembun « Batavusqu

  23. Kuda Putih

    Ujang I love you….

    ga lebai kok 🙂

    Orin : I love you pul, Kak *kata Ujang lebay* 😀

    Reply
  24. dmilano

    Saleum,
    Dasar Ujang,… Gara gara pertanyaan ujang, mbak orin jadi bingung 🙂

    Saleum

    Orin : hehehe…tau aja Bang aku binun 😀

    Reply
  25. kyaine

    nama ujang sering saya dengar dari mulut anak saya yang sma. ia menyebutnya kang ujang. kakak kelasnya yang hebat. kang ujang adalah mantan pelajar AFS dari amerika serikat! kemarin sekolahnya heboh, karena kedua orang tua angkat kang ujang dari amerika sana berkunjung ke sekolah anak saya.
    **pa, aku ingin seperti kang ujang yang pinter bahasa inggris dan bisa sekolah ke luar negeri.
    ***sebagai ortu, saya tentu mendoakannya.

    Orin : Ah, semoga kang Ujang adalah Ujang yang sama dari masa lalu saya itu ya Kyaine…

    Reply
  26. Prima

    >,< huaaaaaaaa…. sedih jatohnya! Ujang kalo bisa bahasa inggris bisa keliling dunia! Mbak kok diem aja, harusnya terus dibesarkan hatinya… T_T *kenapa aku yg lebay!

    Orin : hihihihi…kan waktu itu mah aku-nya jg msh bloon Prim (kyk sekarang pinter ajah :p). Semoga Ujang beneran bisa keliling dunia ya.. Amiin

    Reply
  27. bintangtimur

    Ikutan speechless, Orin!
    Daerah sedekat itu dengan ibukota propinsi, masih juga ada Ujang yang bercita-cita tinggi tapi terbatas fasilitas dasar buat sekolah…
    *jadi pengen ngasih tas yang di punggung itu*
    🙁

    Orin : Itulah Bu Ir yang bikin miris, gimana yang pedalaman ya, hiks

    Reply
  28. kang ian dot com

    haha iya teh saya juga nyesel g bener2 belajar basa inggris teh hiks

    Orin : Gpp, yg penting udah kaya toh? hihihihi

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: