Rindrianie's Blog

Serunya Kuliner Nusantara di Mall

Ngaku deh, kalau ke mall pasti seringnya pilih makanan yang western atau makanan khas Korea-Jepang gitu kan ya? Yahh…setidaknya kalau saya nih, rasanya belum pernah pergi ke mall karena kepengen beli lumpiah basah seperti yang dijual abang-abang gerobak di depan gerbang Unpad, karena nggak akan ada yang jual juga sih hihihihi.

Abaikan intronya yang ngaco itu temans.

Jadi ceritanya, akhir pekan kemarin saya berkesempatan hadir di FoodPark yang terletak di lantai Grand Galaxi Park (GGP), Bekasi. Saya baru sekali itu ke GGP, kudet pisan lah sebagai orang yang mengaku jadi orang Bekasi :D.

FoodPark

Berlokasi di lantai 2 GGP, ternyata di FoodPark ini -untuk pertama kalinya di Indonesia- merupakan semacam foodcourt yang dengan sengaja khusus menyediakan kuliner lokal khas nusantara. Misalnya saja pecel madiun, gudeg yogya, woku manado, ayam taliwang lombok, dan sebagainya dan seterusnya. Para tenant ini adalah hasil kurasi dari Pak Bondan Winarno lho, jadi setiap tenant yang ada di sana sudah mengantongi label ‘MakNyus’ dari beliau. Tidak hanya makanan berkategori ‘berat’ ada juga jamu tradisional, es doger, bahkan es krim rujak untuk camilan hore *err….nyemil jamu sounds weird sih yaa hihihii*.

Kenapa konsep kuliner nusantara di Mall ini digagas, adalah karena banyaknya produsen makanan khas nusantara yang biasanya hanya berupa pengusaha menengah atau UKM, tidak mampu menyewa kedai di mal-mal besar. Padahal, mall adalah sebuah tempat yang tepat untuk bisa melestarikan dan mengenalkan kembali kuliner nusantara pada masyarakat. Maka Agung Sedayu Group yang bertemu dengan Pak Bondan serupa jomblo yang bertemu sang kekasih, jodoh sodara-sodara! he he :). Mudah-mudahan saja banyak foodcourt serupa ini nantinya ya, temans.

Mas Arie Parikesit (@arieparikesit, cari saja #KelanaRasa di TL twitter untuk tahu lebih lanjut) yang sangat concern dengan kuliner nusantara mengatakan dirinya terkadang miris, karena kuliner nusantara justru seperti tamu di negerinya sendiri. Peryataan ini memaksa saya untuk membuat sebuah pengakuan, bahwa saya baru tahu Bekasi memiliki kuliner khas bernama gabus pucung, dan saya belum sempat mencicipinya *nyengir*. Padahal di luar negeri, kuliner dari Indonesia sudah cukup punya nama, mereka penasaran bagaimana rasanya rendang, bahkan terpesona akan teknologi canggih dari tempe. Saya baru tahu tempe ini ternyata sudah dikonsumsi dari zaman kerajaan Majapahit dulu *takjub*.

Semoga, dengan dibukanya FoodPark ini, anak-anak muda atau keluarga yang biasanya hanya tertarik mencoba kuliner luar, akan kembali ke selera nusantara yang rasanya tidak kalah enak ya. Tempatnya dingin dan nyaman, menggunakan deposit card yang bisa direfund, dan makanan masih fresh karena baru dibuat setelah kita order.

Hayuk, siapa yang mau makan-makan di sana? Saya nggak nolak lho kalau diajakin hihihihi.

0 Comments

  1. dani

    Undangannya gak nyampe ke bsd nih Rin. Jadi penasaran sama jamunya. Iya ya kalo dipikir makanan nusantara jadi tamu di negeri sendiri ya.

    Reply
  2. eviindrawanto

    Serasa keliling Indonesia di sini ya Teh. Bagus akhirnya kuliner nusantara berteduh di tempat keren ini 🙂

    Reply
  3. bemzkyyeye

    Mantap.. Kok urang ga diajak sihhh :p

    Reply
  4. Arman

    Wah jaminan mutu nih kalo udh dapet ‘maknyus’ dari pak bondan…

    Reply
  5. bukanbocahbiasa

    Mak, kok rada kurusan yak? Rahasianya apakahh??? *kepoo*

    Semoga model2 kuliner Indonesia di mall juga singgah di surabaya :))

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hah??? Mak, matamu baik2 aja kaaan? hihihihi

      Reply
  6. ghozaliq

    daun pisangnya itu bisa dimakan kak?

    Reply
  7. Anindita Hendra

    Waaah. Ajak aku ke sana, Teh 😛

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: