Rindrianie's Blog

Shiawase

Cakung, 15 Juli 2010

Pukul 13.15

Salah satu bos Jepang saya tergopoh-gopoh menghampiri meja teman saya, sepertinya ada masalah urgent yang harus segera disampaikan. Saat cubical teman saya tersebut kosong, dia pun menanyakan kemana perginya teman tersebut. Lantas saya katakan :

「お祈りしています。」  terjemahan bebasnya => sedang sholat.

Sedikit kecewa, sang bos kembali ke mejanya, setelah berpesan untuk memberitahu teman saya itu bahwa beliau mencarinya.

Pukul 16.25

Sang Bos tadi yang rupanya hari ini begitu sering berurusan dengan tetangga saya, kembali celingak celinguk mencari teman saya yang (lagi-lagi) tidak berada di mejanya. Tanpa ditanya saya menjawab pertanyaan beliau yang tidak terucap :

「お祈りしていると思います。」 => terjemahan bebasnya masih sama : sepertinya beliau sedang sholat pak bos.

Pak bos yang asli Jepang ini mulai mengkerutkan keningnya, lantas terjadilah dialog ini, langsung terjemahan bebasnya aja lah ya he he he.

“Waah….sering banget deh sholatnya.” Kata Pak Bos,  semi complain

“Ngga ah, selama working hours cuma 2 kali lho. ” Saya tangkis, membela diri. Pak Bos seperti tidak terima

“Pas sholat itu minta uang yang banyak ya?”  Saya cuma bisa nyengir, kalau tiap sholat dapet uang banyak, kita udah kaya dunk ya hihihihihi…

“Iya, boleh aja berdoa minta uang yang banyak. Tapi, intinya sih berterima kasih.”

“Berterima kasih karena udah dikasih uang sama Tuhan yah?”

“hahaha…” gile pak Bos, matere amat yak 😛

“Oh…jadi begini kali ya, kalian berdoa (sholat) agar hidup kalian bahagia ya?” Nah, mulai serius nih.

Lantas saya jawab :

“Mmm… Justru karena hidupnya bahagia jadi berdoa (sholat) untuk berterima kasih, bersyukur” Wuidiiihh… si Bos terbengong-bengong.

“Orang yang ga pernah sholat, berarti karena hidupnya tidak bahagia ya?” Mati kutu dah gue, hahaha.

Untunglah dia tidak menunggu saya menjawab pertanyaan tersebut, dan melenggang pergi. Entah dia menganggap penjelasan saya aneh, entah memang logika seperti itu tidak bisa dipahami beliau. Tetap saja beliau beranjak kembali ke mejanya dengan wajah tidak puas. Mungkin bukan tidak puas atas pertanyaan mengenai sholat tadi ya, tapi karena belum berhasil menemui teman saya yang dicarinya 🙂

Tapi, jawaban asal saya tadi itu, justru mengingatkan saya kembali logika sholat yang sesungguhnya. Terlebih kata yang Pak Bos gunakan adalah 幸せ, yang jika dicari arti harfiahnya di kamus adalah : happines, good fortune, luck, blessing.

幸せの為、お祈りします。=> sholat agar supaya (untuk, dengan tujuan) berbahagia

幸せなので、お祈りします。=> sholat (baca : bersyukur) karena bahagia

Ups, tidak bermaksud sedang membahas gramatikal bahasa Jepang ya, saya hanya jadi menyadari sesuatu dari percakapan tidak sengaja dengan bos tersebut. Bahwa seharusnya (mungkin) kita tidak sholat -beribadah, berdoa, bersyukur dan semua variannya-dengan tujuan agar supaya hidup kita baik, gembira, bahagia dan sebagainya. Tetapi, karena kita bahagia-lah, kita memiliki kemampuan bersyukur itu, berterima kasih atas semua nikmat hidup yang telah Beliau izinkan kita terima.

Ilmu keagamaan saya masih sangat sangat dangkal, sehingga saya merasa tidak pantas untuk membahasnya lebih jauh dalam kapasitas apapun. Saya hanya ingin berterima kasih pada Pak Bos -Mr. Tetsumi Nakamura-, yang telah mengingatkan kembali pada saya tentang kebahagiaan dalam bersyukur. Doumo Arigatou…

Photo note :

Saat resepsi pernikahan seorang teman -Miko Trisetya-, Nakamura san -sang orang Jepang yang berbaju batik- dengan para wanita-wanita HRS yang perkasa he he he.

0 Comments

  1. ilmaffectional

    wuidih, kalo gw ditanya, paling gampang mah jawabnya gini aja kali ya: kalo di islam emang wajib solat 5x sehari, titik. (males ditanya lebih jauh, susah ngejelasinnya) hehehe…

    Tapi kalopun dia nanya kalo kita solat biar minta duit banyak, ya bilang aja iya, masalahnya di kantor ini duitnya ga banyak2, makanya kita jadi sering solat, HAHAHA :p

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: