Rindrianie's Blog

Si Anak Manis

Acara Ospek Fakultas. Jam 7 lebih 10 menit. Kampus Biru.

“Heh, anak baru udah berani telat. push up kamuuuuuuu” suara menggelegar dari seorang Yakuza berwajah hitam.

Huh, mana ada yakuza item begitu. Crap. Kenapa gue mesti telat begini sih ya. Push up begini mah tapi cemen laah.. sok mau berapa kali?? Sigh.

“Kamu juga. Kelamaan dandan ya!! cepetan push up 100 kaliiii…. ” kali ini suara cempreng mirip Teteh Kunti yang terdengar.

Ah, kasian sekali si anak manis yang telat ini, pasti karena dia cantik, si Yakuza cempreng ini sirik banget jadi ngasih hukuman begitu, Beuh.

“Ngapain Kamu lirik-lirik segala, hah?” Si item dekil itu kembali berkoar. “Jalan monyet sanah!!!”

Setdah, ini mahasiswa senior apa preman terminal Cicaheum sih? Najis.

Seharian itu, para Yakuza -alias tim keamanan- Ospek kampus itu seolah berlomba berteriak. Seolah kami -para mahasiswa baru- selalu dan selalu berbuat salah. Tak ada yang terpikirkan olehku, selain suatu saat aku akan melakukan pembalasan yang setimpal pada mereka.

Tapi setidaknya, ada si anak manis yang membuat ospek itu layak untuk dijalani.


Seminggu setelah Ospek. Ba’da Ashar. Kampus Biru

“Hai, inget aku ga? Waktu itu kita sama-sama telat lho.” Sapaku ramah. Aku bertemu lagi dengan si anak manis itu, di halaman mushola. Wajahnya masih terlihat basah selepas sholat. Tambah manis.

“Oh? Aku tahu, kamu yang di depanku waktu itu yah? Yang disuruh jalan monyet bolak balik?” Jawabnya seraya mengulurkan tangan hangat, dan menahan tawa.

Crap. kenapa yang dia ingat justru jalan monyet terkutuk itu ya? hhh… tapi tak apa. Yang terpenting perasaan senasib sepenanggungan itu berhasil membuat kami  bersahabat.

“Aku Bram.”

“Aku Melati, panggil saja Mel. Kita bersahabat ya, Bram?” Aku mengangguk mantap. Si anak manis tersenyum, senyum yang manis, namanya pun manis. Senja yang manis.

Sejak saat itu, kami berdua nempel layaknya lem dan perangko. Terlebih ternyata kami kuliah di jurusan yang sama. Tak ada hari terlewat di kampus tanpa kami saling berinteraksi. Entah sekedar makan siang bareng, mengerjakan tugas, bolos kuliah dari para dosen killer, hingga sekedar curhat-curhat ga jelas.

Seharusnya persahabatan itu untuk selamanya. Setidaknya sebelum perasaanku berubah jadi ingin memilikinya. Mencintai sahabatku sendiri? Awalnya buatku terlalu absurd. Tapi faktanya demikian, aku mencintai si anak manis itu. Entah sejak kapan. Entah sampai kapan.


Akhir semester. Suatu siang yang cerah. Kantin yang lengang di kampus biru.

“Baaaangg…” si anak manis itu memang memanggilku ‘Abang’, panggilan sayang untukku, begitu jelasnya. Apapun lah, aku tak keberatan.

“Kenapa Mel?” Sahutku cuek.

“Kenalin neh pacar gue. Baru dateng dari Amrik”

Whaatttttt???Crap. Ternyata si anak manis udah punya cowok ?? Kok gue sampe ga tau yah? Oh iya, tadi dia kan bilang si pacar baru dateng dari Amrik. Bloody stupid!! Tapi kenapa si anak manis itu ga pernah cerita? Hhh…

“Oooh….” Semoga muka lempengku bisa berbohong menipu si anak manis yang tengah jatuh cinta itu. Matanya berpijar, bangga mengenalkan sang pacar padaku.

“Sayang, ini si Abang, yang sering aku ceritain itu lhooo… Pokonya dia sahabatku di kampus ini. Iya kan Bang?” Aku hanya bisa mengangguk.

Sayang? si Abang? Hhhh….what an unfair world.

“Bram, alias Abang.” Ucapku kaku. Mencoba tersenyum. Menyodorkan tangan, bersalaman dengan si pacar. Semoga dia tidak tahu tanganku sebetulnya bergetar.

“Daru. Makasih udah jagain Mel di kampus ya Bang.” Pria itu menjabat erat tanganku santun. Tersenyum ramah.

Lu pikir gue satpam apa??? Huft. Tapi si Daru ini emang ganteng, mirip model iklan Axe. Ah, crap. Mereka pasangan yang cocok. Dan siapa gue yang sok-sokan ngiri dengan kebersamaan mereka?

“Bang, kita pacaran dulu yee…” Si anak manis tersenyum manis menggandeng si pacar yang ganteng, melenggang pergi begitu saja. Meninggalkan si aku yang merana. Menyedihkan.

Crap. Seharusnya memang gue ngga suka apalagi cinta sama sahabat sendiri seperti ini ya. Terkadang hidup itu memang kejam. Tapi, seperti janji kita di pelataran mushola senja itu, Mel. Gue akan tetap menjadi sahabat lo. Lo akan tetap jadi ‘si anak manis’ itu buat gue.

Semoga.


Ikut meramaikan “Seperti Janji Kita”-nya mba Yessi Greena 🙂


0 Comments

  1. isnuansa

    Semoga menang ya. Ke TKP ah, kalau bisa mau ikutan juga. 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ayo mba Nunik, ikutan biar rame 😉
      Tengkyu udah mampir yaa…

      Reply
  2. bundamahes

    hiks.. cinta sebelah tangan 😥
    sukses untuk kontesnya Jeng!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Disuruhnya begitu mba, ngekut ajah kita maaah hihihi.
      Tengkyu 😉

      Reply
  3. Lidya

    cinta tak hrus memiliki hihihi walaupun susah prkteknya ya. good luck

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ehem, bijak sekali hari ini mba Lid he he.
      Tengkyu mba 😉

      Reply
  4. nia/mama ina

    wah ada kontes lagi nech? siap2 ke TKP…kali aja bisa dapat ide untuk ikutan uhuyyyy….

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ayo mba Nia ikutaaan…

      Reply
  5. joe

    semoga sukses dengan kontesnya ….

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Tengkyu mas Joe 😉 Ayo ikutan jg…

      Reply
  6. Mechta

    uhuuy…jadi ikut juga si eneng ini. keren tuh cerpennya. semoga sukses ya 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ah auntie… jd tersapu-sapu eyke heuheu…Padahal aku pikir cerpennya aneh bgt lho Ta *serius*
      Tengkyu yaa 😉

      Reply
  7. Lyliana Tia

    aih kasian nian si Abang,.. hihi.. ceritanya bagus, mudah2an menang ya… 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Amiiiinn… tengkyu doanya mba. Ayo mba Tia ikutan jg yuks 😉

      Reply
  8. ceritabudi

    Cerita yang begitu indah, sukses untuk kontesnya mbak

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Tengkyu bli Budi 😉
      Ayo ikutaaannn…

      Reply
  9. masyhury

    Hemm..
    persahabatan yang seru.. 😀
    selamat berkontes ria..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Hehehe… tengkyu mas 😉
      Ayo ikutan juga…

      Reply
  10. Gaphe

    ehem ciee ciee pengalaman pribadi nih kayaknya.. *plaaak..
    sedih yah ternyata udah punya cowok, bisa bayangin gimana perasaan itu cowok.

    goodluck kontesnya yaaak!!

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Yey mas Gaphe, akyu kan bukan Rahmat yg berubah jadi Icha 😛

      Reply
  11. SHUDAI AJLANI (dot) COM

    Woooow sukses ya bu 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Makasiiiihhhh 😉

      Reply
  12. mylitleusagi

    hai mbakkkk
    keren novelnya
    lumrah banget kalau kita temenan..
    ujung2nya bisa ada rasa..
    eamng harus belajar memaintain rasa itu.. 🙂

    sukses ya

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Eh, neng usagi akhirnya mampir jg 🙂
      Tengkyu Put, ayo ikutaaannn

      Reply
  13. nufri l

    aoooowww….pedihh…dan sedih seperti tertusuk duri….waduh..gak kuat saya membayangkan kalau diposisi si abang….mana saingannya ganteng banget…dari amrik pula…ga kuaaaatttt !!…heheeeee…cerita yang bagus…

    salam 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      hihihihi….lebay ya mas 😛
      Salaaam, terima kasih sudah mampir yaa 😉

      Reply
  14. ais ariani

    teteeh oriiin.. uhuy cihuy lah. ini dari kisah nyata gak?
    hihihihihi…
    *iseng nanya*
    😀
    sukses yah mbak buat kontesnya
    🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Bukan ateeuuuuuh, namanya jg fiksi, wew 😛
      Ayo ikutan, K3W aj menang kaan? *wink…wink…*

      Reply
  15. Fahrie Sadah

    Telat satu detik, penyesalan seumur hidup .. ^^

    Reply
    1. Orin (Post author)

      He he, bisa aja mas Fahrie 😀

      Reply
  16. giewahyudi

    Ah membangkitkan memori masa lalu..
    Semoga menang ya, Mbak..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Waaah….mas Gie dulu gituh ya hihihih

      Reply
  17. Susan Noerina

    Aya kuis deui nya Neng Orin?? Huehehe, Bu Bunting ngintip aaahhh, sapa tau dapet wangsit buat ikutan 🙂

    Sukses yah Cyiiinnn 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Ayo Mba Sus, ikutan ngeramein jg 😉

      Reply
  18. Mabruri Sirampog

    sahabat jadi cinta dong,, kaya lagunya si itu..
    cinta memang harus memiliki, kalau ga bisa memiliki ya letning.. (golet maning alias cari lagi).. … 😀
    smoga sukses kontesnya…

    Reply
    1. Orin (Post author)

      letning?? hihihi…istilahnya lucu mas 😀

      Reply
  19. Nchie

    waw kerenn ceritanya..
    ospek..kampus biru..
    ah..mengingatkan daku pada seseorang..
    sukses yah rin di kontesnya Mba Yessi..
    aku ga bisa bikin cerita fiksiii..
    jadi ga ikutan ahh..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Eits… aya nu kasuat2 yeuh hihihi *kabuuurr*.
      Makacih Teh Ncie. Padahal cobain aja dulu atuh Teh 😉

      Reply
  20. seo,backlink

    mau dipoligami ya bu . Beruntung suami yang mendapatkan ibu ini, sabar ya. wk.kkkk

    Reply
  21. ysalma

    Kontes lagi ya Rin,,
    keren ceritanya,, sukses yaa 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iya mba Y, ayo ikutan jg 😉

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: