Rindrianie's Blog

Siapa suruh jadi anak buah?

Ya..ya.. salah saya sendiri dulu meng-apply sebagai ‘anak buah’, kenapa tidak melamar sebagai Group Leader misalnya? Atau Supervisor deh? Atau Manager lah? Atau jadi GM sekalian?

Jadi, sebagai anak buah a.k.a staff alias bawahan atau sebut saja kacung (aih…kasar banget yak!), memang secara tidak tertulis, dimarahi-diomeli-disalahkan-dihina-tidak dipercaya-diragukan-diunderestimate-dimaki-bahkan digoblok-gobloki (fiuuhh….)  adalah bagian dari job desc yang telah disetujui, ditandatangani dengan kesadaran penuh,  dan tanpa paksaan dari pihak mana pun di atas kontrak kerja. Nah, jadi kalau mau ‘salah-salahan’, maka yang paling ‘pantas’ disalahkan ya diri sendiri dong. Yang tanda tangan siapa, hayo? 😛

Yup, itulah resikonya, side effect-nya, ‘bonus’nya, apapun lah istilahnya. Tidak boleh mengeluh, dilarang bersedih, harus berbesar hati, bersabarlah. Nikmati saja menjadi anak buah a.k.a. staff alias bawahan bin kacung itu. Siapa tahu, suatu saat nanti jika Beliau Yang Maha Cinta mengizinkan, saya dipantaskan menjadi boss bagi diri saya sendiri, dan saat itu saya akan mengenang momen-momen seperti ini dengan senyuman lebar.

Amin ya robbal’alamiiin…

#Sabar ya Rin… chayooo… kamu pasti bisa (hehehe… :P)

0 Comments

  1. yourbigsis@theoffice

    Ikutan ngacung nih! (menyetujui dan menandatangani dengan kesadaran penuh – maksudnya….. bukan ikutan “ngerasa” jadi kacung – atau sama aja ya!):D

    yang sabar dan tetap semangat ya neng… (termasuk dalam hal membela diri lho – kalo emang bener).
    Ada juga di job desc (rasanya), cuma yang selalu inget mah kita… si boss sering lupa :P)

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: