Rindrianie's Blog

Sonia

“Kamu harus move on, Nak. Mau sampai kapan begitu terus?” Kau hanya geming, lantas tersenyum tipis, lalu menunduk menatap lantai.

“Iya, Bu,” jawabmu akhirnya, pendek. Meskipun itu hanyalah di bibirmu saja, karena hatimu terlanjur tenggelam di palung lautan cinta paling dalam. Tak bisa pergi, apalagi lari, kau selamanya akan memilih tetap tinggal di sana.

“Ibu cuma ingin kamu bahagia, perempuan kan banyak, bukan cuma dia aja. Kamu pasti bisa …” Ibumu tidak melanjutkan bicara, karena kau sudah berdiri marah menatap ibumu, matamu penuh luka.

“Dia punya nama, Bu,” katamu, dingin. Kemudian beranjak menuju pintu, berdiri di sana, mengusir ibumu tanpa kata.

Ibumu mengesah sebelumnya akhirnya menyerah. “Ibu tahu kamu kekasih yang baik untuk Sonia, tapi dia ….” Kalimat itu tak pernah selesai, ibumu memilih melangkah, meninggalkanmu kembali sendirian di kamar.

Kau menutup pintu, lantas membiarkan Sheryl Crow bernyanyi lebih lantang. Bergumam pelan melafalkan lirik demi lirik lagu Strong Enough seraya memandang keluar jendela, kau tersenyum teringat sebuah kenangan tentang Sonia, bahwa lagu itu adalah salah satu kesukaannya. ‘Cause you can’t change the way I am, kalimat itu membuatmu tersenyum, karena siapa pun -atau apa pun- tak bisa mengubah cintamu pada Sonia.

Kau menoleh pada sebingkai pigura di atas meja. Potret Sonia yang telah tiada. Aku tersenyum padamu yang tengah tersenyum menatapku. Berbahagialah, Sayang, karena aku akan menunggumu di surga.

***

Note: 217 kata, untuk Monday Flash Fiction Prompt #75: Are You Strong Enough

0 Comments

  1. Lidya

    hiks belum bisa menerima kepergian Sonia ya

    Reply
  2. jiah al jafara

    Duh hantu Soniaaa

    Reply
  3. Febriyan Lukito

    Masih menanti Sonia yang sudah meninggalkan dunia ya. Hiks.

    Reply
  4. Arman

    sonia nya di surga tapi kok masih jalan2 ke bumi lagi 😛

    Reply
  5. Beby

    Sediiih.. 🙁

    Reply
  6. eksak

    aku ini sonia-kah?

    Reply
  7. junioranger

    yang cerita ternyata sonia. sukak POV ini karena aku tak bisa bikin yang begini teh. So sweet 😉

    Reply
  8. @brus

    Sonia … ah, Sonia bayang2 mu selalu menghatui jejak langkahku … 😛

    Reply
  9. Attar Arya

    nggg, nggak terasa sedihnya, Orin. pembaca nggak ‘digiring’ merasakan cinta terdalam si lelaki pada Sonia, entah lewat kilasan cerita atau deskripsi si Sonia itu sendiri. 🙂

    Reply
  10. aneka macam minuman tradisional

    hiikss,..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: