Rindrianie's Blog

Tag Archive: Monday FlashFiction

Cita-cita Mul

Tinah menatap Mul yang dengan cekatan menyusun mangkuk-mangkuk berisi bakso-mie-tahu, tinggal memberinya kuah kaldu begitu pembeli datang nanti. Tinah pun sigap mengelap ulang meja calon pelanggan, menata botol kecap-saus-sambal dan tissue dengan hati-hati. Warung bakso suaminya selalu penuh pada jam-jam istirahat, tidak…
Read more

Melepas Ibu

Genggaman tangan ibu dalam genggamanku semakin kuat, aku membelainya lembut dengan tangan kananku. Menatap tangan keriput yang ringkih itu perlahan-lahan. Tangan yang sama pernah begitu kuat memelukku di pangkuannya, pernah menggenggam tangan kecilku saat aku masih berjalan tertatih, pernah membelai…
Read more

Prompt #15 : Leo

Teruntuk Diana, Sebelumnya, maafkanlah kelancanganku. Karena memanggil namamu tanpa ada kata ‘suster’ di depannya. Karena menulis surat (cinta) ini untukmu. Karena telah (dengan begitu kurang ajar) mencintaimu dengan sangat. Aku tahu aku adalah pendosa, Diana. Aku melakukan semua yang ingin aku…
Read more

Tiga Puluh Enam Ribu

“Ini apa, Kak?” “Ooh…itu nota pembelian, Dik. Jauh juga kertas ini terbang, dari stasiun Gambir hingga ke sini.” “Stasiun Gambir? Tempat naik kereta ya, Kak?” “Iya.” “Jadi, kertas itu artinya apa, Kak?” “Kertas kecil ini menunjukkan pembelian 2 gelas jus.”…
Read more