Rindrianie's Blog

Tanpa Syarat

Mika ajarkan aku tentang cinta tanpa syarat.
Tidak perlu balasan. Tidak pamrih.
Kalian mau tahu buktinya?
Mika selalu bilang, kalau dia sayang sekali sama aku.
Tapi Mika tidak pernah tanya…
Aku sayang dia atau tidak.

Tulisan (atau puisi?) di atas baru saja saya baca semalam, dalam sebuah kumpulan tulisan diary -blog lebih tepatnya- seorang Indi, dalam bukunya yang berjudul “Waktu Aku Sama Mika”. Bukunya kecil dan tipis,  tak sampai 1 jam saya mampu menyelesaikannya.

Inti ceritanya, Indi (sang penulis buku) -yang menderita kelainan tulang belakang Scoliosis sejak lahir yang harus memakai penyangga di punggungnya-, menuliskan perasaan dan pengalaman cinta-nya berpacaran dengan lelaki berhati malaikat bernama Mika -seorang penderita AIDS yang telah meninggal dunia- yang telah sanggup memberi ceria dan membuatnya ‘hidup’ oleh makna kehidupan.

Dan tulisan (atau puisi) diatas yang paling sanggup membuat saya merenung beberapa saat.  Sang penulis dalam kalimat-kalimatnya yang sederhana tetapi sarat makna, telah membuat saya (lebih) memahami arti cinta tanpa syarat.  Bahwa seringkali (meskipun tanpa sadar), saya berharap menerima perlakuan yang sama atas apapun sikap yang saya berikan. Semoga saya bisa seperti Mika, sanggup mencintai tanpa syarat 🙂

Terima kasih Indi, karena telah bersedia membagi pengalaman indahmu itu untuk orang lain (baca : saya)

Terima kasih Mika, karena telah mengizinkan Indi menjadi pacarmu 🙂

Terima kasih..

*Photo note : Tentu saja bukan foto Indi dan Mika ya (he he.. :P), saya menemui pasangan ‘tanpa syarat’ ini di depan PTC saat metromini 41 saya bergegas cepat tanpa ampun menuju terminal Pulogadung yang hiruk pikuk bertahun lalu.

0 Comments

  1. hilsya

    hihihi… Rin, ini jaman orin masih belom banyak pengagumnya yah.. kok ga ada yg komen..

    asiiik, pertamax

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Huahahaha….tau aja ih ci Teteh…iyaa…ini mah zaman2 kegelapan ituh *halah*

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: