Rindrianie's Blog

Tentang Berhijab

Bukan, ini bukan postingan ‘tausyiah’ kok, cuma ingin menuliskan perjalanan saya berhijab, untuk menjawab pertanyaan seorang teman yang tak ingin disebutkan namanya *halah* hehehe.

Keluarga saya bukan keluarga yang religius, biasa-biasa saja. Bahkan waktu saya kecil Bapak saya tidak pernah sholat, walaupun selalu menyuruh saya belajar mengaji. Β Di keluarga besar saya juga tidak ada yang berhijab, walaupun beberapa sudah berhaji berkali-kali dan betul-betul mengajari anak-anak mengaji di mesjid. Maka saya tidak pernah merasa menutup aurat adalah suatu keharusan, yang penting sholat, mengaji, berbuat baik, maka itu adalah cukup.

Lagipula di daerah lingkungan saya saat itu, masih jarang sekali wanita berhijab, hanya istri dan anak-anak pak Kiai yang punya pesantren (dan santri-santrinya tentu saja :P), jarang sekali ada wanita berhijab di pasar misalnya, bahkan di sekolah pun hanya ibu guru yang mengajar Agama saja yang berhijab. Bahkan waktu kecil, saya pernah berfikir wanita berhijab ini tidak menstruasi dan akan langsung masuk surga jika meninggal nanti hihihihi.

Seiring berjalannya waktu *tsaaah*, saya mulai belajar tafsir al Qur’an, dan mengerti bahwa perintah menutup aurat adalah langsung dari Allah SWT, apalagi waktu SMU, saya bersahabat baik dengan seorang gadis berhijab yang suangat pintar, sempat jadi juara olimpiade fisika (apa matematika ya, lupa :P) gitu lah. Rajin sholat dluha, santun dan anggun, intinya berbeda sekali lah sama saya yang tomboy dan sedikit (?) urakan hahaha. Selain itu, di sekolah saya paling hanya 3-5 orang saja yang berhijab termasuk teman saya tadi, membuat saya kagum melihat mereka, karena sudah berani memilih jalan hidup yang tak biasa.

Maka kelas 2 SMU, saya bilang ke mamah saya ingin berhijab. Dan permintaan itu langsung ditolak mentah-mentah, “halah…sholat aja masih belang bentong, udah ngga usah!” begitu Mamah saya bilang. Anehnya, saya nurut aja tanpa perlawanan, memang cuma ‘kabita’ dan niatnya ngga kuat qeqeqeqe πŸ˜›

Jadi ya sudahlah, saya tetap maen basket bercelana pendek dengan kaosΒ you can see, pakai t-shirt lengan pendek, dan sebagainya dan seterusnya walaupun Β pakaian saya dulu tidak bisa dikatakan seksi yang super pendek dan atau ketat sana sini.

Kuliah di Jatinangor membuat saya sedikit antipati pada para kaum hijaber saat itu. Senior-senior hijaber saya di kampus terkesan sangat eksklusif, dan beberapa di antaranya betul-betul menganggap saya narapidana berdosa karena belum berhijab. Oke, terlalu lebay sepertinya ya πŸ˜› Begitulah tapi ya, mengerti ‘kan maksud saya?

Apalagi banyak ‘oknum’ hijaber ini yang sangat jutek bin judes, ih ampun deh, rahmatan lil ‘alamin-nya kemana coba? Bukannya pada binatang dan tanaman pun harus bersikap baik? Lah ini udah tahu sama-sama muslim pun dijutekin ‘cuma’ karena belum berhijab. Saat itu bahkan saya berpikir begini, karena ‘kesombongan’ para hijaber yang sudah merasa dirinyalah yang paling benar seperti itu, ga mungkin deh masuk surga *nyengir*.

Dan kemudian seorang Trie Utami berhasil mengubah cara berpikir saya.

Mungkin teman-teman ada yang masih ingat sebuah acara saat Ramadhan di tahun 2000an awal berjudul Kipas (lupa singkatannya apa), host-nya Inneke Koesherawati, yang saat itu menjadi bintang tamu adalah Trie Utami. Saat ditanya kenapa akhirnya dia berjilbab, dia jawab -kurang lebih- begini “suami saya berkata, setiap lelaki yang melihat aurat wanita dan merasa nafsu karenanya, maka disediakan satu bongkah batu bata untuk rumah si wanita di neraka”, eyampun, saya takut banget lho.

Pakaian saya memang tidak seksi yang vulgar terbuka ala penyanyi dangdut atau mengumbar nafsu atau apalah ya, tapi bagaimana saya tahu berapa orang lelaki yang sudah berkontribusi menyumbang batu bata membangun rumah di neraka untuk saya? *maap ya kalau berasa horor*. Bukannya apa-apa, dosa saya ini sudah kebanyakan, ditambah urusan aurat ini apa nanti saya punya satu komplek perumahan sendiri di neraka karena saking banyaknya dosa?

Intinya, sejak saat itu saya ingin berhijab. Saya tahu, masuk surga atau neraka mah itu wewenang Tuhan, tapi ya sebagai hamba bukannya harus berupaya semaksimal mungkin mengikuti perintahNYA walaupun jauh dari sempurna? Mungkin hidayah atau entah apa, saya memantapkan hati untuk berhijab sesegera mungkin. Siap tidak siap lah ya, tapi ya balik lagi, saya tidak tahu kapan saya siap seperti saya tidak tahu kapan saya mati.

Lagi, saya bilang ke Mamah mau berhijab. Kali ini Mamah saya ‘menuduh’ saya terpengaruh aliran sesat! hihihihi. Di zaman itu, memang sedang cukup marak aliran sesat ini, jadi saya mengerti kekhawatiran Mamah saya itu. Tapi kali ini saya tidak mau menyerah, berargumentasi dan tetap akan menutup aurat walaupun Mamah belum setuju. Dan mungkin karena saya sudah dianggap dewasa dan berhak memilih ‘jalan hidup’ sendiri, singkat cerita saya pun berhijab.

Lupa tanggalnya berapa, Desember 2001, saya berhijab ke kampus. Hebooooh, teman-teman saya betul-betul tidak menyangka dan tidak percaya melihat si Orin yang biasanya ‘cowok’ banget melangkah dengan balutan kerudung di kepala dan berpakaian serba panjang. Tentu saja banyak yang menyangsikan, seorang teman bahkan terang-terangan bertaruh saya tidak akan bertahan lama melakukannya. Dia tidak tahu, pilihan itu adalah hasil dari pencarian saya ‘ke dalam’ diri, maka tidak akan mudah tergoyahkan *tsaaaah*.

Jadi begitulah temans. Walaupun Trie Utami sudah tidak berhijab lagi dan bahkan sekseh abeees, InsyaALLAH saya akan terus memakai pakaian ini. Masih jauh dari sempurna tentu saja, tapi semoga tetap bernilai ibadah dalam rangka kepatuhan saya menaati satu dari sekian titah yang diperintahkanNYA. Semoga πŸ™‚

0 Comments

  1. jampang

    semoga tetap istiqomah mbak. dan yang membuka kembali hijabnya setelah berhijab, semoga mendapatkan hidayahnya kembali
    ___
    Aamiin…semoga ya bang^^

    Reply
  2. Ilma

    Trie Utami-nya malah udah gak berhijab lagi ya skrg πŸ˜€
    ___
    Iyaaa…sekseh pisan malah hihihi

    Reply
  3. nophi

    amin, memang hidayah itu datangnya tak terduga ya orin…
    ___
    betul…betul….bisa dari mana saja lewat siapa saja πŸ™‚

    Reply
  4. lovelyristin

    Alhamdulillah.. Saya pun telah diberikan hidayah untuk segera berhijab πŸ™‚ semoga tetap istiqomah ya mbak.. Semoga semakin banyak wanita muslimah yang berhijab πŸ™‚
    ___
    Aamiin…semoga ya Mbak πŸ™‚

    Reply
  5. belalang cerewet

    salut buat orin. semoga istikamah dan diberi kemudahan serta keberkahan dalam setiap hal bersama keluarga πŸ™‚
    ___
    Aamiin…terima kasih mas πŸ™‚

    Reply
  6. Susi

    Tri Utami sekarang sekseh yo….. hehe…
    barusan mo bilang gitu, sudah ada di kesimpulan. πŸ™‚
    Pokoke istiqomah ya mbak. saya juga ada tetanggayg pede banget akan masuk surga karena selalu berjamaah dgn suami dan anak. jadi ya .. agak2 sombong gimana… gitcu.
    ___
    Iya mbak Sus, mereka ga sadar kalo kesombingan sekecil apapun menghalangi mereka dr pintu surga ya πŸ˜€

    Reply
  7. nh18

    terkesan sangat eksklusif …

    kurang lebih saya berpendapat sama …

    Ketika saya kuliah dulu 1982 – 1987 …
    Ini yang saya amati juga … walaupun dari sisi yang lain …
    Mohon maaf … mereka terkesan menganggap diri mereka itu seperti malaikat … derajatnya lebih tinggi dari mereka yang tidak pakai Hijab.

    Untungnya mereka tidak terjebak dan terlarut pada ekslusivisme yang berlarut … sehingga dalam waktu singkat … kampus kami mulai sedikit-demi sedikit banyak yang memakai …
    (berkat pendekatan yang lebih … “manusiawi” )

    salam saya
    ___
    Iya Om, kenapa dulu itu kesannya eksklusif yang tak tersentuh gitu ya Om heuheu

    Reply
  8. nyonyasepatu

    Orin, ya ampun aku gak sendiri. aku juga mikir gitu loh, guru agama aku kan pake jilbab, aku pikir dia pasti gak mens hahaha. trus aku jg mikir yg sama untuk biarawati hehehe
    ___
    Iyaaa….kyknya ‘malaikat’ bgt ya Non hihihihi

    Reply
  9. dey

    Orin, itu yang motret siapa ? Basa di papandayan nyak … hihihi, malah fokus ke foto πŸ˜€
    ___
    ci akang yg motret Bu, ini di dalam kamar Hotel Malaka hehehe

    Reply
  10. Baginda Ratu

    halo, salam kenal Orin.. (atau Rinrin?) πŸ˜€
    Sukaaa postingan ini. Beneran! Semogaaa kita bisa selalu istiqomah dengan hijab ini ya.. πŸ™‚
    ___
    Dua2nya betul kok mbak hehehe. Aamiin, semoga selalu istiqomah^^

    Reply
  11. eda

    barakallah.. semoga tetap istiqomah mba
    ___
    Aamiin…semoga ya^^

    Reply
  12. LJ

    hmm, eMak senang baca tulisan ini..

    #anak emak dikudungin ya udah pasti tjantik pisan..!
    ___
    Kan harus nurut sm eMak, biar sama2 tjantik hehehe

    Reply
  13. Zizy Damanik

    Cantik sekali kamu di foto di depan kaca itu.
    Senang membaca ini. Hidayah bisa datang kapan saja ya.
    ___
    Makasih mbak Zyyy^^

    Reply
  14. titi esti

    Ih fotonya cakeeeeeppp…
    Orin anggun dan memesona… semoga kita istiqomah di jalan ini ya Rin. Amiiiin.
    ___
    hehehe…tengkyu Teeeeh. Aamiin, semoga tetap istiqomah^^

    Reply
  15. catatan kecilku

    Jadi mikir… kampus di Jatinangor ada berapa banyak ya? Soalnya yang aku kenal cuma ada satu kampus di sana
    #gagalfokus
    ___
    hahahaha….banyak mbak Reeeen^^

    Reply
    1. istiadzah

      mas atau mba, sekarang jatinangor ada kampus tandingannya loh. hihihi. kampus unwim dulu udah berubah jadi… jadi… jadi…. itebeh, bok! πŸ˜€

      mak orin, dikau kampus sebelah mananya?? daku dari gerbang belok kanan :p tapi sepertinya kita beda angkatan yah.. *eh, angkatan berapa mak?*
      ___
      sejak lulus blom pernah ke kampus lg euy Mak, jd penasaran sm kampus itebeh ituh hohohoho

      Reply
  16. The Others

    Semoga Trie Utami baca postingan ini…
    Dan berharap semoga aku bisa segera nyusul πŸ™‚
    ___
    Aamiin, semoga segera ya mbak^^

    Reply
  17. abi_gilang

    Setiap orang punya jalan sendiri2 untuk menjadi lebih baik, mudah2an Orin mah nggak kayak mamah ntar kalo punya anak cewek πŸ™‚ Amiiin …!
    ___
    hihihi…iya kang, nanti mah Orin ga akan ngelarang, walopun (mungkin) ga akan nyuruh jg krn khawatirnya jd terpaksa πŸ˜€

    Reply
  18. yantist

    Semoga kita terus istiqomah ya, Mbak. Sampai akhir hayat terus mengenakan hijab πŸ™‚
    ___
    Aamiin ya robbal’alamin, semoga ya mbak^^

    Reply
  19. rahmattrans

    Klo di Aceh, udh ditangkap sama polisi syariah klo pas razia di jalan kedapatan gk pakek jilbab… Walau makek jilbabpun, bila pakaian serbab ketat, langsung deh diberhentikan dan ceramahin dan harus tanda tangan ini itu… hoho… πŸ™‚ moga istiqmah ya mbak? πŸ™‚
    ___
    Pernah punya teman orang Aceh, tapi seksi sih hihihihi. Aamiin, terima kasih^^

    Reply
  20. bundaMaRish

    sampe sekarang saya masih belum bisa begaol sam atuh orang-orang eksklusif teh :'(
    gimana mo begaol, disenyumin aja wajah datar dowank >.<
    padahal kita-kita pengen belajar agama jugak gituuuu…

    trus gmn doooonk???

    suka potonyaaaa… meuni geulis pisan! :-*
    ___
    ga semuanya begitu sih ya Bubun, ad sahabatku waktu SMU yg tetep ‘seru’ walopun masuk kategori orang eksklusif.
    hehehe…makacih Bubuuuuuun *ketjup*

    Reply
  21. danirachmat

    Amiin, semoga selalu istiqomah. Tadinya udah mau nyinyir aja soal trie utami. Hihihi.
    Btw dulu juga jadi agak anti dateng ke masjid kampus Rin, soalnya juga suka dicap gak islam karena suka gaul bareng temen-temen cewek dan gak pake jenggot trus celana ga diangkat tinggi. T.T

    Btw potonya keren! πŸ˜€
    ___
    Iya Daaaaan, aseli lho kalo dateng ke mesjid dan buka sepatu deket2 mereka yg lg ngumpul, pas udh wudlu para teteh itu duduknya udh ga di situ lg, seolah takut ‘terkontaminasi’ hiks
    hehe…tengkyuuuu^^

    Reply
  22. rinasusanti

    kayaknya trie utami lupa udah bilang β€œsuami saya berkata, setiap lelaki yang melihat aurat wanita dan merasa nafsu karenanya, maka disediakan satu bongkah batu bata untuk rumah si wanita di neraka”, eyampun, saya takut banget lho. xixixi
    ___
    qiqiqiqi…mgkn dulu yg nyuruh emang suaminya itu ya Rin, kabarnya bercerai bukan? jd weh hijbanya jg ya ga dipake lg *nyengir*

    Reply
  23. fitrimelinda

    waduh aku kok jadi merinding baca bagian yg dibilang ama trie utami itu ya teh..

    aku awal berhijab, karena sering disindir2 ama dosen agama ku waktu semester 1..akhirnya memutuskan berhijab deh,dan masih berusaha unt selalu istiqomah.. πŸ™‚
    ___
    Iya Fiiiiit, makanya manjur bgt nyuruh aku berhijab hihihihi.
    Aamiin…semoga tetap istiqomah kita ya Fit^^

    Reply
  24. Digen Ariansyah

    I lope hijabers!

    semoga batanya udah hancur berkeping2 ya mbak πŸ˜‰

    cemungudh kakagh!

    Alhamdulillah, Ibu dan kakak saya juga sudah berhijab. Seneng banget ngeliatnya. Tinggal giliran saya cari istri yg berhijab (luar dalam) nih :p
    ___
    hahahaha. Aamiin…semoga ya Gen.
    Yup, betul bgt, penting tuh, cari yg berhijab luar dalam biar lebih afdol πŸ˜€

    Reply
  25. myra anastasia

    kadang dr hal2 simple, ya, Rin. Kl sy dulu awalnya berhijab lebih simpel lagi. Suka bete sama rambut yang ikal dan tebal. Dulu rambut yang bagus kayaknya cuma yg lurus. Blm kyk skrg, ada istilah rambut ikal itu eksotis haiyaaaahhh hahaha. Tp jd ada untungnya, sih, lama2 sy malah jd merasa nyaman dg berhijab. Dan alasannya juga gak semata2 krn rambut, tp lebih pengen berusaha taat aja.

    Ttg eksklusif itu, sy setuju. Jadinya malah nyebelin πŸ™‚
    ___
    kyk temenku tuh mbak, awalnya dia berhijab coz malu rambutnya tipis hampir mendekati botak hihihihi. Tapi yg penting niatnya diperbarui terus dan tetap istiqomah lah ya :))

    Reply
  26. miss rochma

    wah, kalau dilingkungan keluargaku semuanya berhijab. kalau tidak berhijab, jadi omongan, mbak. malah dulu saya dipandang aneh soalnya SMP dah pakai hijab. diejek lah, dijadikan bahan guyonan, bahkan dikucilkan. ternyata, sekarang mereka pada berhijab :))
    ___
    Ya…temen2ku zaman SMP-SMU yg udah berhijab seringkali diejek dan disebut ‘sok alim’, tapi itu justru yg bikin aku kagum sm mereka, aku kagum sm Rieya juga^^

    Reply
  27. KhadijaMedia (@sitihairul)

    semoga istiqomah ya mak…#sambil pegang erat2 hijab sendiri
    ___
    Aamiin, semoga ya Mak^^

    Reply
  28. Idah Ceris

    Iya, kemarin saya lihat mba ii di tipi udah gak berhijab. Hehehehe. Perjalanan hijabnya banyak liku ya, Teh. Semoga istiqomah. πŸ™‚
    ___
    Aamiin…semoga kita tetap istiqomah ya Dah^^

    Reply
  29. idangpriadi

    Semoga kita sll istiqomah ya Teh, wktu smp – sma dulu aku pasang buka pasang buka juga sih hijabnya tp pas mau lulus sma akhirnya malu sendiri krn disini kan lingkungannya cukup religius, udah gitu orgtuaku lumayan galak soal agama jd ya akhirnya manut aja πŸ™‚
    ___
    Itu jg kekhawatiran Mamahku Dang, khawatir aku labil buka tutup buka tutup jadi ngga dibolehin awalnya hehehe

    Reply
  30. kakaakin

    Aneka macam cerita kita saat mulai berhijab ya… πŸ™‚
    ___
    Iya Kak, bagaimana pun awalnya, semoga istiqomah smp akhir ya. Aamiin

    Reply
  31. rina

    aku dulu punya kakak kelas di kampus yg tomboy abis, pas dia kuliah pakai jilbab, kampus langsung gempar, setelah ditanya katanya tadi malam mimpi di datangin orang nyuruh dia pakai jilbab…gitu doang… subhanallah yaaa hidayah itu…. sampai sekarang si kaka itu masih rapi berhijab lho…. semoga istiqomah ya rin :)….
    ___
    Subhanalloh ya mbak Rin, semoga tetap istiqomah^^

    Reply
  32. Oci YM

    Semoga istiqomah yah Mbak dan kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang sombong dengan amalan atau “eksklusif”, tunjukkan bahwa islam itu memang rahmatan lil ‘alamin πŸ™‚
    ___
    Aamiin…semoga ya mbak^^

    Reply
  33. fitriani firmansyah

    daku berhijab 4 mei 2004 mak ^^, 5 belun after lulus kuliah dan masih bergelut mencari kerja. Walaupun saat itu teman-teman malah bilang aneh, yang sudah pake hijab aja jadi banyak yang buka karena banyak perusahaan yang masih menolak calon pegawainya berkerudung daku Lillahi ta’alaa saja, toh rezeki khan Allah yang kasih yah, mau mencoba taat sebagai muslimah, walau apapun yang tejadi. Ahamdulillah, malah langsung dapet kerja waktu itu. dan percaya mbak? mulus-mulus saja semua tesnya, tidak mempermasalahkan hijabku. Padahal ada teman yang beda angkatan masuk kerjanya, sebelumnya sampai harus diancam buka lalu ttd diterima kerja, atau pakai dan jgn kerja disini. Dia sampai heran kok daku ga pake “diancam” dulu masuknya ?? akhirnya setelah ttd dan selesai pendidikan, temen kerjaku yang sempat buka tadi langsung pakai hijab lagi ke kantor. ^^ salam kenal
    ___
    Terima kasih sudah mampir ya mbak^^
    Aku sempat jg susah nyari kerja, seperti teman2 mbak, banyak perusahaan yg meminta lepas hijab utk bekerja, walaupun ya ngga saya terima, cari lg aja yg lain hehehehe

    Reply
  34. niken kusumowardhani

    Alhamdulillah… Hidayah datang dan Orin menghampirinya. Semoga istiqomah. Barakallah…
    ___
    Aamiin…terima kasih Bundaaa^^

    Reply
  35. Tina Latief

    sholat dan berjilbab itu memang urusan lain. Ada yang bilang pula, perilakunya belum baik apa gunanya berjilbab. Tetapi dua perkara it adalah hal yang berbeda, jadi sanksi dari Tuhan pasti juga berbeda.

    Saya kagum banyak yang lagsug mau berjilbab. Entah itu dari inspirasi atau petunjuk lainnya. Tetapi asal itu dari keinginan diri sendiri, pasti bisa bertahan. Bisa saja seseorang melepasnya lagi karena goyah krena awal memakai jilbab karena ikut-ikutan saja.

    Mudah-mudahan saya bisa nyusul mba πŸ™‚

    nice story..

    Reply
  36. chocoVanilla

    Salute Orin! Meski Mama masih menentang tapi Orin sudah mantap jalannya. Biasanya jika datang dari hati dan bukan karena ikut trend, Insya Allah lebih kuat dan yakin. Selamat yaaaa…..

    (Dan mbakyumu ini mash blm dpt hidayah hihihihihi :mrgreen: )

    Reply
  37. araaminoe

    I comes from the heart then do it for your heart, heart where Allah SWT belongs..

    Reply
    1. araaminoe

      maap tipy “I” means “It”

      Reply
  38. Lidya

    semoga istiqomah ya rin jangan kaya si teteh yang itu hehehe
    ___
    Aamiin…semoga ya Teh

    Reply
  39. Mayya

    Alhamdulillah mbak Orin, semoga tetap istiqomah! πŸ™‚
    *kecup kecup*
    ___
    Aamiin…semoga ya May^^

    Reply
  40. dg situru'

    i like yout note. to tumbs
    ___
    Thank you^^

    Reply
  41. Pingback: THE NINE FROM SHINING AQUAMARINE | The Ordinary Trainer writes ...

  42. Necky Effendy

    well lama ga mampir ke sini…dan saya bersyukur orin…berbagi asal muasal memutuskan utk berhijab. Ada pameo yg bilang …percuma tuh jilbab dipake kalau kelakuannya masih minus….kita ambil dr perspektif yg beda aja….gimana kalau kita jawab pameo itu dengan…bayangkan sudah berhijab aja dia bisa berbuat itu apalagi kalau ga berhijab…pasti lebih sesat kali yah???…..hehehehe piss ah…

    Reply
  43. Pakde Cholik

    Kenapa ya Tri Utamie sekarang lepas jilbab ? Apa karena sang suami juga ?
    Bagus Nduk,nambah cantik kok

    Reply
  44. vizon

    Pengalaman ini tentu membuat semangat berhijab tak tersurutkan lagi sekarang ya Orin.. Makasih buat Om Nh yang sudah mengantarkan saya ke tulisan ini, sehingga saya terinspirasi untuk meluncurkan tulisan baru hari ini, hehehe… Makasih juga ya Orin.. πŸ™‚

    Reply
  45. Susanti Dewi

    Mba Orin, tulisannya bagus. Membuat saya menerawang ke awal2 saya memutuskan dgn mantap utk berjilbab. Semoga kita semua tetap istiqomah ya… Dan… kalimat sekseeh abess nya itu lho…. bikin saya nyengir abeess juga πŸ˜€

    Reply
  46. anna

    suka tulisan ini Orin..
    saya berhijab 1 januari 2000. ceritanya resolusi milenium baru. Pada waktu itu malah belum berpikir soal dosa, soal pahala… mikirnya karena wajib. dah itu aja. πŸ™‚

    jalan orang untuk berhijab itu macem2.. semoga kita selalu istiqomah.

    Reply
  47. ded

    Good orin, pilihan yg tepat, on the right track…. πŸ™‚

    Reply
  48. Said Rahman (@bangsaid)

    Wew, aku baru tau kalo si mba II ngomong begitu *ngebayang sekarang seksehh sekalee

    salam kenal kaka πŸ˜‰

    Reply
  49. FADHLI

    Assllmkum…afwan ya…Semoga dng dikuatkan iman islamnya..allah akn mnjaga hijab.nya sampai ahkir hayatnya..dng keikhlasan yg penuh dlm brhijab allah akn sllu mmberikan keberkahannya..kata NABI SAW..ada 3 hal yg mnyebabkan wanita itu masuk neraka
    *wanita yg tdk mnjaga mulutnya.trhadap swaminya.
    *wanita yg tdk mau betrhijab.
    *wanita yg sllu mnjaga nama baik swamunya..
    INTINYA” sebaik,baiknya manusia adalh yg paling byk membrikan manfaat kpd sesama manusia itu sendiri..amin…sukron khairan katsiran..wasllmm..by..fadhli..085711165332..

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: