Rindrianie's Blog

Tentang Berteman

Hingga SMP, karakter teman-teman saya cenderung biasa-biasa saja, maklum laaah, tinggal di kampung kecil di Majalengka sana, mau seaneh apa sih? he he. Maka saat saya hijrah ke kota yang (sedikit) besar semacam Cirebon untuk meneruskan sekolah, barulah saya tahu karakter teman yang -bagi saya- cukup ‘unik’, karena tidak pernah saya temui sebelumnya.

Di sini saya mengenal teman-teman yang sangat pintar…mencontek! Wuiih, terkagum-kagum saya dengan banyaknya cara dan metode teman-teman tipe ini. Jika sampai SMP, mencontek saat ujian hanyalahΒ  sebatas bisik-bisik teman depan belakang kanan kiri menanyakan jawaban soal, maka teman-teman saya di SMU sudah sedemikian canggihnya dalam hal mencontek. Canggih di zaman itu tentunya ya hehehehe.

Meng-copy bahan ujian dan mengecilkannya hingga hanya seukuran telapak tangan. Atau menuliskan rumus-rumus di paha sehingga tinggal menarik rok ke atas untuk melihatnya. Atau dengan gampangnya merobek beberapa lembar buku catatan, menyimpannya di laci meja dan kemudian menggunakannya sebagai contekan saat ujian. Atau janjian dengan teman kelas sebelah yang pintar untuk bertemu di toilet demi mendapatkan contekan. Fiuh…

Saya rupanya tidak berbakat, tidak pernah berhasil mencontek dengan cara yang manapun. Jadilah prestasi tertinggi saya saat SMU adalah mendapat ranking ke-7 saat kelas 3. Padahal teman-teman yang kemampuan otaknya kurang lebih sama, bisa menduduki ranking 5 besar dari kelas 1 hingga kelas 3 karena ditunjang kemampuannya mencontek, hiks.

Tidak hanya soal contek mencontek, saat SMU ini juga saya baru merasakan berteman dengan tukang bolos, yang berhasil membuat saya juga ikut-ikutan mabal beberapa kali ups. Teman yang sangat ‘vokal’ hingga kami berhasil melengserkan seorang guru kimia yang dianggap tidak adil karena ‘memaksa’ murid-murid untuk les padanya (mereka yang les pasti dapat nilai 7 di raport, sebodoh apapun, hiks). Teman yang super jahil hingga ada satu guru kami yang nangis sesenggukan di depan kelas karena kami beramai-ramai nyuekin ibu guru (maafkan kami ya Buuuu….bahkan saya lupa namanya, pokonya ibu yang ngajar sosiologi :D).

Saat SMU ini pula saya berkenalan dengan drug. Iya betuuul, narkotika semacam baret hijau dan teman-temannya itu. Saya tinggal di sebuah asrama putri, seorang teman sekamar yang memperkenalkannya pada saya. Awalnya saya dan seorang teman yang sama-sama kelas 1Β  diajari merokok (teman yang mengajari ini kelas 2), Alhamdulillah saya terbatuk-batuk parah, sesi merokok gagal, saya tidak bisa berteman dengan tembakau berbentuk batang itu. Selanjutnya kami diperlihatkan berbagai macam tablet kecil-kecil beraneka rupa yang katanya bisa membuat efek begini begitu.Β  Alhamdulillah juga saya tidak tertarik mencoba karena merasa aneh sekali melihat si kakak senior yang sedang fly, dan tidak bisa membayangkan bagaimana tampang saya bila ‘kosong’ seperti itu. Belakangan, sang kakak senior mengidap kanker otak karena aktivitas nge-drugnya. Ugh.

Beranjak kuliah, teman-teman saya bertambah ‘ajaib’. Ada teman-teman yang tiap wiken rela pergi ke Bandung (dari Jatinangor) untuk ngedugem. Ada teman-teman wanita yang mentato (maaf) payudara atau pinggulnya. Ada teman-teman (tidak hanya pria) yang selalu menyediakan (dan menggunakan) kondom di kamar kostannya. Ada teman (pria) yang saya kenal di organisasi mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan yang baru. Duh >_<

Tapi saya percaya, teman-teman yang aneh bin unik plus ajaib ini ‘dikirimkan’ pada saya, sebagai sarana saya untuk belajar. Mereka bersentuhan dengan hidup saya untuk kebaikan saya. Mereka hadir untuk memperkaya cara pandang saya melihat kehidupan. Mereka diperankan olehNYA untuk menjadikan hidup saya berwarna warni. Keberadaaan mereka (mungkin) secara tidak langsung berpengaruh terhadap karakter seorang saya seperti sekarang ini (semoga saja karakter yang baik ya :)).

Saya paham, akan lebih baik jika kita memilih teman-teman terbaik di lingkungan kita. Jika berteman dengan penjual minyak wangi akan ikut kecipratan harum, maka berteman dengan seorang pandai besi akan berpotensi bau gosong, begitu katanya. Tapi…tapi…bukankah akan lebih membahagiakan jika bisa memberikan sebotol minyak wangi ke si abang tukang besi? Eh..analoginya aneh ya he he. Maksud saya, tidak apa-apa bukan berteman dengan siapa pun, selama kita bisa tetap menjadi diri kita sendiri?

Teringat teman sebelah kamar kostan saya di Ciseke dulu, dia suka sekali nyimeng-ngelem-ngeboat dan semacamnya itu lah. Saya mah sudah biasa mendengar dia teriak-teriak teu pararuguh malam-malam, atau melihat tampang maboknya pagi-pagi. Tapi kalau lagi ‘normal’, ya kita biasa saja, nonton TV rame-rame, maen karambol, atau sekedar gitar-gitaran nyanyi tidak jelas beramai-ramai satu kostan. Bahkan karena kami satu angkatan dan satu fakultas walaupun beda jurusan, zaman ospek dulu ya dia ini teman cari ini itu yang aneh-aneh untuk keperluan Ospek Fakultas, dan jadi bodyguard saya saat harus pulang malam.

Suatu pagi di hari Jum’at, saya berpapasan dengan si teman di tangga. Sudah pasti hari itu dia tidak kuliah melihat tampangnya yang masih di awang-awang, tapi tetap saja saya sapa, seraya berpesan “Hari Jum’at yeuh Sob, sholat jum’at nya!” yang tentu saja hanya direspon dengan cengengesan tidak jelas. Dan saat saya kembali dari kampus menjelang dzuhur, berpapasan lagi saya dengan si teman yang sudah rapi jali bersarung, berbaju koko putih, bahkan mengenakan peci “Urang ka masjid heula nya Rin” pamitnya sambil cengar cengir.

Wuiiiih…sesuatu banget kaaan? Saat itu saya hanya melongo takjub tak bisa berkata-kata tsaaah.

Hidayah memang hanya wewenang Sang Pemilik Kehidupan, tapi jika keberadaan kita diperankan sebagai perantara bagi mereka-mereka yang sedang tidak baik hidupnya, kenapa tidak? Setidaknya demikian yang saya yakini sejak lama. Sehingga kerap kali saya pun menerima pertanyaan tidak percaya semacam “Serius lo temenan sama si X?” misalnya, termasuk perihal pertemanan saya dengan teman kostan di atas he he. Jika kami tidak berteman, bukan tidak mungkin dia justru akan marah saat saya iseng menyuruhnya sholat jum’at seperti itu, sepakat? maksa πŸ˜›

Walaupun tetap saja, teman yang terlalu ajaib akan segera saya tinggalkan demi kebaikan saya sendiri, tidak perlu buang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak perlu, bukan?

Untuk Dek Razan yang baru berulang tahun, dan Kakak Farhan yang akan segera berulang tahun, happy milad ya, semoga sehat selalu, jadi anak yang sholeh, dan tetap menjadi kebanggaan Bapak dan Ibu. Bertemanlah dengan siapa saja, tapi tetap menjadi diri sendiri yang terbaik di manapun. Belajar lah dari ikan di samudera, yang tidak pernah membiarkan dirinya asin walaupun hidup dalam air garam (apa siiiiih, sotoy pisan). Yahh…pokonya mah begitulah ya, kalau masih belum mengerti maksudnya tanyakan saja ke Ibu hihihi…

Β Tulisan ini dikutkan untuk acara β€œBingkisan Dari Kami” yang diadakan mba Ketty Husnia πŸ™‚

0 Comments

  1. Puteriamirillis

    first…
    speedy..:D

    udah sembuh teh, udah masuk kerja?

    pu udah ada teman yang ngeboat dan salah satunya deket dengan kyu..(pacar jaman dulu :D) sejak smp, smu juga. tapi akhirnya pu dapet temen2 yang mengarah kepada hidayah pas smu kelas 2. alhamdullillah

    Orin : Wew…Pu ngiklan πŸ˜›

    Alhamdulillah udh baikan kok Pu πŸ™‚ Dan alhamdulillah jg kita tidak dapet pengaruh buruk dr teman2 ajaib kita ya he he

    Reply
    1. epay

      pu curhaaat disini hihi

      Orin : Yg mau curhat silahkan lhooo…mumpung gratis πŸ˜‰ hihihi

      Reply
  2. Sofyan

    Hmmm,,,kisahnya Kak Orin sperti yang disinetronΒ² hehehe,,tapi salut deh pada Kak Orin tak tergoyahkan sedikitpun, pdahal dikelilingi lingkaran setan tapi tetep kekeh sama pendiriannya hehehe

    Semoga menang Kak kontesnya,,,,

    Orin : Kan emang udh dibuat sinetronnya Sof? *plaaak* hihihihi… Alhamdulillah, pasti ada makna dari sebuah kejadian kan? diambil baiknya aja πŸ˜‰

    Reply
  3. hilsya

    hwaduuuh eta koleksi temennya.. meni ajaib..

    daku belum bikin euy.. udh kehilangan ide πŸ™

    Orin : hihihi…
    Sok atuh dipilari deui idena Teh πŸ˜‰

    Reply
  4. ceritabudi

    Berteman dengan siapapun boleh saja, asal jangan kita seperti mereka…sukses yach…

    Orin : Sepakat Bli πŸ˜‰

    Reply
  5. mylitleusagi

    Setuju banget sama bagian
    “Gimana kalau kita jadi tukang minyak wangi yg ngasih wangi ke tukang besi”

    Aku kurang begitu sreg sama pepatah
    Main ama tukang minyak wangi jadi wangi,, main ama tukang besi bau gosong,,,,

    Sebenernya semua kan tergantung kita nya juga kan,,,

    Kalau kita tahu gimana bawa diri,,
    Insya ALLAH gak akan terkontaminasi,,,

    Orin : Iya Put, kasian para ‘tukang besi’ kalo ga dikasih kesempatan berteman sama para ‘tukang minyak wangi’, siapa tau mereka jd pengen beralih profesi kan? πŸ˜‰

    Reply
    1. nique

      omongan putri ngingetin saya sama bapa di rumah yang sering ngomong begitu : “klo berteman sama maling, siap2 aja dituduh jadi maling. itu resiko. jadi ga boleh berteman dengan maling? Boleh! Tapi sekedarnya saja, yaaa agar tau bagaimana maling beraksi. yang penting tau, makan nangka pasti kena getahnya, begitupun pertemenan, kenali dulu diri kita, baru kenali siapa teman kita. jadi apapun nanti yang terjadi, tak ada kata penyesalan.”

      temen2 Orin ajaib euy, saya mah beruntung pisan temen2nya tidak seajaib itu, tapi hidup saya jadi beda warnanya hehehe …

      good luck kontesnya ya Orin

      Orin : Alhamdulillah Kak, sujud syukur Orin terlindungi walopun sempat berteman sm yg ajaib2 kek gituh he he.

      Reply
  6. ysalma

    pesan yang harus diikuti ya adek2, “menjadi ikan dilaut, tanpa perlu menjadi asin”. Pengalaman dari sebuah perjalanan hidup neng Orin yang cuma dengan satu kata salute, karena kalau saya sudah pasti kecebur :D.

    Orin : Sempet basah dikit2 Mak, tapi cepet2 mandi, dingiiin. #eh? apaan sih? πŸ˜›

    Reply
  7. Bang Aswi

    Alhamdulillah, itulah yang membuat Orin kuat seperti saat ini. Saya pun tidak jauh beda denganmu, Rin. Apalagi jika mengingat masa-masa nge-band dan sejenisnya. Akan tetapi … alhamdulillah ya ^_^

    Sukses dengan kontesnya ya, Rin …

    Orin : Semoga demikian adanya Bang, msh belajar menjadi baik. Banyak jg temen2 yg ngeband bang, ajaib memang ya hohoho…

    Reply
  8. Mabruri Sirampog

    widiiiihhh,,,, sadisss bun,, keren-kerenlah sudah bsa diperkenalkan lebih jauh sama teman2nya. Memang benar, kuncinya tetap pada diri kita sendiri, keimanan kita sendiri.
    Berteman dengan siapapun boleh, asal bisa membentengi iman dengan baik… πŸ˜€

    sukses bun…

    Orin : Betul Mab, mungkin krn kenal sama teman2 ajaib ini setelah gede, kalo sejak kecil udh temenan sama yg ga jelas rusuh jg kali yaa he he.

    Reply
  9. epay

    menikmati tulisan neng orin, follow aah

    Orin : Hatur nuhun Teh Epay, mangga ah wilujeng saaya-aya nyaa πŸ˜›

    Reply
  10. IbuDini

    Warna warni dunia pertemanan yang mungkin jadi kenangan ya Rin…

    Jadi inget waktu sekolah dulu, temen2 yang lucu dan gokil habis…ada yang bandel, ada yang di taksir tapi gak mau ..duhh jadi pengen seperti masa sekolah.

    Orin : Ada yg ditaksir tapi gak mau? keknya Orin dulu jg gitu tuh mba Imung hahahaha…

    Reply
  11. bundadontworry

    Orin mah hebat pisan euy , berteman memang gak selalu harus ikut2an samaan tingkahnya dgn mereka ya Rin πŸ™‚
    suka dengan quote di paragraf akhir ” menjadi ikan di samudera, tapi gak perlu jadi asin”

    sukses ya Rin di kontes ini
    salam

    Orin : Aaah Bunda, jd malu niiiiih *halah* πŸ˜›
    Iya Bun, coz mengalami sendiri, kadang teman2 ajaib ini jg ga pgn kita ikut2an ajaib seperti mereka lho, dan jd bisa banyak belajar dari mereka yg ajaib πŸ™‚

    Reply
  12. Maman Firmansyah

    Karena masa SMP-nya disebut-sebut, saya menyatakan turut prihatin dengan tidak diuraikannya perilaku nyleneh dari temen-temen SMP-nya Rinrin! *sby:mode on* Masa gak ada yang aneh sih dari temen-temen SMP-nya? Kan lumayan sayah bisa nampang!!.. πŸ™‚

    Orin : Justru itu Man, berhubungan banyak temen2 SMP yg sudah ikutan mampir di blog inih, maka perilaku2 ajaib dari mereka harus dilindungi, demi keselamatan penulis, gaswat ateuh pas pulang kampung didemo hahaha πŸ˜›

    Reply
  13. bintangtimur

    Rasanya saya belum pernah mencontek yang ditulis di paha itu deh, Rin…hehe, paling banter tanya temen, itu juga deg-degannya minta ampun!

    Iya, setuju banget, teman akan memberi kontribusi buat kita, tentang hal-hal baik atau buruk. Berteman dengan Orin, kayaknya sih membuat saya jadi lebih baik deh…
    πŸ˜€

    Orin : Iya Bu Ir, Orin jg ga pernah berani, kecuali bisik2 sm temen ituh, dan emang deg2an bgt ya hihihi…
    Aaah…senang jg berteman dg Bu Ir, mudah2an suatu hari nanti bisa ketemuan ya Bu πŸ˜‰

    Reply
  14. titi esti

    ih.. bener ya.. teman teman kita menjadi cermin buat kita. buat belajar. setuju banget Rin. Lha dua sohibku di smp dan smea malah pada MBA. *nyessel, berarti aku blm bisa jagain temen

    Orin : Iya Teh, ada jg temen deketku yg MBA, sedih bgt ya ga bs jagain mereka hiks

    Reply
    1. nique

      berarti di setiap kelas ada yg MBA ya?
      teman sekelasku ada 2 yg MBA πŸ˜€
      1 malah yg temen lumayan sering maen sama2 …
      setelah ketauan sih baru saya menyadari kejanggalan2 yg selama ini saya rasakan selama berteman dengannya.
      melihat dari gaya hidupnya, padahal saya sudah ke rumahnya dan tau kehdupannya seperti apa, ajaib bisa punya ini itu hehehe ternyata punya pacar tajir jadi weh banyak duit

      *yang waktu pake seragam abu2 engga kenal pacar2an πŸ˜€ bangga nih*

      Orin : Pernah punya temen kek gituh Kak, yg punya pacar tajir dalam tanda kutip, temen pas kuliah, bikin ngiri mahasiswa kere kek aku ngeliat gaya hidupnya πŸ˜›

      Reply
  15. ~Amela~

    Aduuuh.. untung teteh ga tergoda ya teh… mel juga dari dulu ga berbakat mencontek..
    sekalinya mencontek malah salah, yang bener jawaban mel sebelumnya.. hehehe…
    sukses kontesnya ya teh πŸ˜€

    Orin : Begitulah Mel, lika liku kehidupan *tsaaaah* πŸ˜›

    Reply
  16. susisetya

    bener teh berteman itu sebaiknya memang dengan siapa saja, yang penting kita bisa jaga diri ketika ada hal negatif disekeliling kita, syukur-syukur kalau kita bisa membawa dia kearah positif kalau pun tidak itu bisa dijadikan pengalaman bagi kita, bahwa hidup itu ada hitam ada putih…

    Orin : Sepakat mba Sus, jadi kita betul2 bisa membedakan kebaikan dan keburukan ya mba, tidak hanya berpuas diri di grey area *sotoy mode : ON* he he

    Reply
  17. monda

    alhamdulilah nggak ketemu teman yg melenceng
    tp, ada teman kuliah yg nanya saya sudah nyiapincontekan belum
    dia nggak percaya aku nggak pernah buat he..he…

    daripada sibuk nyipain contekan mending ngafal ya Rin

    Orin : Iya Bun, kalo ga bisa ya sudahlah ya pasrah aja ga diisi hihihi…

    Reply
  18. Lyliana Thia

    Wuah… Orin temen2nya ajaib2 eh… hehehe,,,

    aku blm perna punya temen2 seajaib itu… yah paling maksimal sih sekedar ngajak bolos doang… sama ngajarin nyontek juga… hahaha…. dpt 5 besar krn nyontek… nggak banget deh…

    tapi semakin kesini, usia makin nambah, semakin nggak memilah teman… krn kan yg spt orin bilang jg… yah tetap jd diri qta sendiri aja tanpa terpengaruh pemikiran mereka…

    Sukses yah Rin πŸ˜€

    Orin : Begitulah mba Thia, aku aj sampe kaget soal contek mencontek inih, NEMnya jg pada gede lho pas kita lulus πŸ™

    Sepakat, yg penting hrs tetap jadi diri sendiri πŸ˜‰

    Reply
  19. angga SDP

    yg pnting jgn pilih2 tmen…
    yg lbi pnting lg cri tmn yg bisa mmbimbing k jalan yg bnar
    #duh g jlas deh

    Orin : Yg jelas hrs punya teman ya W hehehe

    Reply
  20. dhila13

    ada temen smp aku yg pertama kali nyontek pas SMP.. aduh teh kasian bgt deh dia itu. kayaknya dia takuttt bgt. gitu deh yg namanya nyontek. ga tenang.

    Orin : Iya bgt Dhil, deg2annya pwol kalo nyontek pas ujian ya

    Reply
  21. Djangan Pakies

    luar biasa perjalanan hidup yang berliku karena dipertemukan dengan orang-orang yang memberikan pembelajaran hidup walo dari sisi yang kurang benar. Alloh telah menyelamatkan Ning Orin dari semua itu dan menguatkannya menjadi pribadi yang tangguh.
    Semoga demikian seterusnya, amin

    Orin : Aamiin…terima kasih doanya Pak Ies, alhamdulillah, dan mudah2an tetap benar πŸ™‚

    Reply
  22. Una

    Waduh serem juga ya temen2nya Mbak Orin dulu hihihi~
    Tapi keren, jadi bisa tahu sisi lain kehidupan ~

    Orin : Begitulah Unaa…Alhamdulillah baik2 aja ya πŸ™‚

    Reply
  23. Faril

    ternyata teman2 di Cirebon seperti itu ya?
    kalo di Semarang sih nggak separah itu.. emang ada yang gitu, tapi alhamdulillah nggak ada teman di lingkunganku yang seperti itu..sampe nge-drugs,sex bebas gitu…

    oia, disana kost-an itu campur cowok-cewek ya?!

    Orin : Yg sex bebas mah di Jatinangor, pas aku kuliah. Alhamdulillah ya ga ada yg aneh2 he he

    Iya, campur cowok-cewek, tapi bentuknya bukan rumah, kyk apartemen kecil gitu.

    Reply
  24. Majalah Masjid Kita

    Teman yang baik Adalah Teman yang bisa berkata benar kepada kita, bukan hanya memBENARkan apapun kata-kata kita.. :p

    Orin : Sepakaaat πŸ˜‰

    Reply
  25. fitrimelinda

    hhihii..temenku ga ada yg aneh2 sih mbak orin, dr SMP sampe kuliah, biasa2 aja.. πŸ˜€ *membosankan yah hidupku.. πŸ˜€

    selama bisa jadi diri sendiri dan ga mudah terpengaruh mah asik2 aja menurut aku punya temen yg aneh2, tapi kalo kita tipe yg mudah terpengaruh, mending jaga2 jarak aja deh.. πŸ˜›

    btw..btw..itu kosannya campur yah mbak, cewe ama cowo??

    Orin : Bukan membosankan Fit, dikau disayangNYA jadi jalannya luruuus terus ga bolak belok he he.

    Iya kostan campur, jadi kyk kandang burung gitu (kebayang ga? hahaha), pokonya begitu keluar pintu ya udah ke luar, bukan kamar2 yg ada di satu rumah.

    Reply
  26. kettyhusnia

    terima kasih atas partisipasinya ya Mbak..
    maaf jika responku lambat..:)

    Orin : Tak mengapa mba πŸ˜‰ Alhamdulillah msh bs ikut meramaikan he he

    Reply
  27. Evan

    Teh orin.. salut pisan.. “bukankah akan lebih membahagiakan jika bisa memberikan sebotol minyak wangi ke si abang tukang besi?” suka bgt sama kata2 itu teh.. katanya boleh berbaur asal tidak berbaur kata temen2 saya mah..
    hmm.. jadi inget temen2 saya juga,, tapi gak terlalu aneh sih,, paling cm ngejam di studio musik, karokean, nongkrong di superman sampe larut malem makan roti kebo ato ngopi di depan gor purbalingga sambil genjrang-genjreng gitaran, mancing, kuliner, heu.. jadi kangen nih.. πŸ™

    Orin : Iya Van, kyk si ikan2 itu tuh, yg tetep ga asin walopun hidup di laut πŸ˜€
    Heuheu…kangen nih ye, sok atuh reunian πŸ˜‰

    Reply
  28. amirdragnel

    kunjungan pertama niih πŸ™‚

    Orin : Selamat berkunjung πŸ˜‰

    Reply
  29. marsudiyanto

    Saya termasuk teman apa enggak ya? πŸ˜€
    Semoga kontesnya berhasil menang

    Orin : Termasuk teman dunk Pak, dan gara2 temenan sm Pak Mars, saya jd bisa goyang koepoe biru hihihi

    Reply
  30. alamendah

    Apakah saya termasuk teman yang aneh bin unik plus ajaib ini β€˜dikirimkan’ pada saya, sebagai sarana saya untuk belajar, itu?. πŸ™‚

    >>Dukung pulau Komodo jadi 7 Keajaiban Dunia. Cukup dengan SMS, ketik KOMODO kirim ke 9818. Kirim sebanyak-banyaknya tiap hari hingga 11 November 2011.
    (Biaya SMS hanya Rp. 1 dari nomor Telkomsel, Flexi dan Indosat, dan Rp. 0 dari nomor XL)

    Orin : Termasuk mas Alam, dg berteman dg mas Alam, saya jd temenan jg dg komodo #eh? hihihih
    Lapor mas, saya sudah sms banyak2 πŸ˜‰

    Reply
  31. Yunda Hamasah

    Waktu baca judulnya kukira isinya mirip persahabatan bagai kepompong*hehe…ternyata ini kisah yang mengharukan dari seorang Orin, salu banget dech πŸ˜‰

    Hidayah memang hanya wewenang Sang Pemilik Kehidupan, tapi jika keberadaan kita diperankan sebagai perantara bagi mereka-mereka yang sedang tidak baik hidupnya, kenapa tidak? Iya ya setuju banget dech, ini justru bisa jadi tabungan amal kan:) Dan sepakat juga dengan Orin, kayak ikan di Samudra aja yuk…

    Sucses ya ngontesnya…

    Orin : Iya Ummi, kyk kepompong jg kok waktu itu *halah* hihihi…
    Yuk mariiii…bersikap spt ikan di samudra πŸ˜‰

    Reply
  32. Terapi Qolbu

    Pemikiran bahwa apa yang didatangkan pada kita adalah sebagai pembelajaran sungguh luar biasa…..kita bisa tumbuh berkembang karena di pupuk dari dalam lewat kejadian-kejadian diluar….

    Orin : Aamiin…semoga tetap begitu ya mas πŸ™‚

    Reply
  33. nh18

    Wah serem amat yak …
    Jaman saya badung … tapi keknya belum seperti ini deh …
    paling banter ngerokok sama nge”dum” saja …

    Dan bersyukur saya punya mainan lain … yang lebih mengasikkan dan lebih eksis …
    Apa lagi kalo bukan ngeband dan manggung … (tentu tanpa “asesories tambahan” itu …

    Salam saya Orin

    Orin : Alhamdulillah kegiatan Orin jg dulu2 lebih banyak yg positif Om, jd ya ga sampe gimanaa gituh he he.

    Reply
  34. Arman

    yah kita gak bisa memilih ketemu teman yang kayak apa ya…
    yang penting kita harus bisa jaga diri dan bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk…

    Orin : Sepakat mas Arman, yg penting tetap jadi diri sendiri yg terbaik

    Reply
  35. LJ

    mak tukang gigi, pingin dikasih wangi sama Orin.
    **emangnya Orin tukang minyak wangi..? πŸ˜›

    Orin : Boleh Mak, mau yg KW 1 atw KW 2 minyak wanginya? hihihihi

    Reply
  36. cardiacku

    makasih atas berbagi ceritanya…menjadi inspirasi tersendiri bagi diri ini

    Orin : Oh? Alhamdulillah…terima kasih apresiasinya πŸ™‚

    Reply
  37. tarry kittyholic

    Sayang sekali saya dl penyebar virus mbolos, tp di imbangi dgn aktif di pramuka jd ga ancur2 amat xixi

    Orin : Nah yaa…suka mbolos dulu he he

    Reply
  38. aru_kun

    kok jadi inget pas jaman SMP juga pernah ditawari pil koplo gitu lah sama salah satu temen. eh malah aku buang. hihih
    masih inget banget reaksinya, kalo aku bukan cewek, sudah ditekek *walah bingung apa ya bahasa indonesianya ditekek, ya kira-kira tangannya dia dileherku gitu, kaya mau ngebunuh* hihiihhi

    btw sukses buat kontesnyaaa ^^
    *aku absen lagi*

    Orin : Wah iya mba…salah satu pil yg diperlihatkan jg, koplo ya namanya, yg keinget cuma si baret hijau itu doang he he…

    Reply
    1. ita

      walah salah login, jadi pake akun suami πŸ˜€

      Reply
  39. Susindra

    Cerita yang luar biasa, mbak Orin. Memang bagus jika bisa membagi minyak wangi pada abang tukang besi. Tapi yang luar biasa adalah cerita tentang hidayah. Kita tak pernah tahu kapan kita merubah hidup seseorang, pun tak tahu apakah ada sesuatu yang merubah kita dengan bantuan orang lain. Hanya menyapa “Hari jumat waktunya sholat jumat bisa membuat si abang rapi ke masjid.” pasti si abang itu naksir sama teh Orin yang cantik jelita.

    Orin : Sepakat mba Sus, wong saya aja kaget dia rapi jali mau sholat jum’at begitu. Soal naksir, wallohu alam, ada selentingan begitu, tapi ybs ga pernah bilang hahahahah *halah…info ga penting* πŸ˜›

    Reply
  40. mama-nya Kinan

    hmm manggut manggut baca tulisan mbak orin diatas..soal kehidupan jaman SMA…bener banget…jadi inget saat kelas dua sma…rangking saya sama dengan kawan yang hobby mencontek..rasanya sungguh tidak adil benar..saya rangkingnya dari susah payah dan tidak contek mencontek sedangkan dia ahli mencontek..guru mana ngerti kayak gitu.yang penting result nya kan..hmm…semoga dimasa akan datang pendidikan lebih baik lagi..
    semoga sukses kontesnya mbak..:)

    Orin : Itu dia mba, kadang gurunya jg kurang galak ya, membiarkan murid2 nyontek saat ujian πŸ™

    Reply
  41. sulunglahitani

    Wah,saya juga sering mempunyai teman-teman yang ajaib Mbak.
    Mengenai mencontek, saya juga pernah mau mencobanya. sayangnya gagal dan kapok. Hihi

    Orin : Iya Lung, alhamdulillah ya kita kapok jd tukang nyontek he he

    Reply
  42. bintangtimur

    Absen lagi deh Orin, udah terlanjur datang… πŸ˜›

    Orin : hehehe..maafkan Bu Ir, blm ada postingan baru πŸ˜€

    Reply
  43. Kakaakin

    wah.. memang pengalamanmu berteman sangat unik.
    Rasanya aku selalu berada dalam zona aman, berteman dengan orang yang biasa-biasa saja, karena memang ketemunya dengan lingkungan yang kek gitu aja πŸ˜€
    Mungkin dari pengalamanmu, aku dan sahabat yang lain bisa memetik pelajaran πŸ™‚

    Orin : heuheu…iya Ka, aku pas nulis jg takjub sendiri, ternyata temen2 ajaibku banyak jg ya hihihihi

    Reply
  44. rina

    wah mbak teman saya juga pada ajaib… ajaib dalam hal mencontek ada juga…. jadi inget ada kejadian lucu dia contek bawa buku, karena gugup dihampiri guru, bukunya dilempar ke laci meja… eeeh ternyata lacinya bolong alias ga ada lacinya… jd tu buku jatuh ke bawah dan mengundang perhatian yg lain… wkwkwkwk

    Orin : whuahahaha, kebayang deh itu pas buku jatuh ke bawah coz laci bolong, pasti semaput tuh temennya mba πŸ˜€

    Reply
  45. fanny

    jaman saya dulu sih kebetulan gak pernah ketemu temen2 yg spt itu. mungkin ada tapi karena saya jarang mau diajak kemana2,termasuk ogah ke rumah temen, jadi gak pernah juga diajakin nge drug,dll. btw untung imanmu kuat ya, Rin. Aduh, memang mesti hati2 dlm berteman nih.

    Orin : hehehe….Alhamdulillah mba Fan masih dijaga olehNYA πŸ™‚

    Reply
  46. fanny

    o iya, rabu jam 12 jadi ya. bang atta sudah konfirm bisa.

    Orin : Siap, mudah2an ga ada halangan πŸ™‚

    Reply
  47. melly

    Mba Orin, aku sukaa deh postingan ini.
    temen mba orin beragam yah..semarak jadi tau karakter dan tabiat org lain.
    semoga menang ya mba..
    di SMP dan SMA aku jg punya temen yg nge-ganja, bahkan aku ditaksir sama mereka..hehehe.

    Orin : Tengkyu Mel πŸ˜‰ Tapi kalo ditaksir ma mereka agak2 serem ya Mel hehehe… lah, yg ngaku jd Tuhan baru itu jg pernah nembak, ya ampuuun, lgsg mogok ga mau ke student center lg aku, tatuuut hahahaha

    Reply
  48. riza rahmi

    Meski tidak selamanya benar, tapi teman yang kita miliki adalah cermin untuk mengukur karakter kita sendiri πŸ™‚

    Semoga menang, ya …

    Orin : Sepakaaaat πŸ™‚

    Reply
  49. Asop

    Oooh saya merasa bahagia sekali, masa SMP saya hanya sebatas jadi anak nakal. Teman2 saya juga banyak yang berandalan. πŸ˜† Tapi hanya sebatas itu saja. Kami tak pernah tawuran, tak pernah minum miras, hanya merokok. Haha… πŸ˜† Tapi tak lama kok, karena saya tahu rasanya gak enak merokok, makanya sekarang saya bisa membenci rokok setengah mati. :mrgreen:

    Masuk masa SMA, saya benar2 terlepas dari yang namanya dunia berandalan. πŸ˜† Saya bersyukur bisa masuk SMA unggulan. Teman2 saya pinter2 semua, masuk kelas akselerasi (sungguh di luar dugaan), dan mau gak maupun saya terpaksa ikutan belajar.

    Memang bener, harus pandai2 milih teman. Sikap teman bisa menular ke kita. 😎

    Orin : Atau bisa jg sebaliknya Sop, kita yg menulari ke teman2 hohoho

    Reply
    1. Evan

      Sepakat sama teh orin, menulari kebaikan sama orang, heu

      Reply
  50. nia/mama ina

    hahhh jd temen2nya orin kayak gitu? hebattt yach bisa bertahan tanpa terpengaruh….kalo aku Alhamdulillah temannya baik2 saja…soale saya juga orangnya baik2 saja tsahhh…..

    Orin : hehehe….banyak jg teman2 yg baik2 aja mba Nia, jd ga terpengaruh πŸ˜‰

    Reply
  51. LIdya

    komenna telat nih πŸ™‚ letoyyyy inet na.

    Orin : Teu sawios-wios Teh πŸ˜‰

    Reply
  52. aryna

    wiiihh…alhamdulilah yah?
    Keren mbak orin, berteman dengan pandai besi, tapi masih tetap mewangi…
    Semoga sukses kontesnyaa…

    Orin : Alhamdulillah banget mba πŸ˜‰

    Reply
  53. dihas

    good luck ya mbak…
    πŸ™‚

    Orin : Makaciiih πŸ˜‰

    Reply
  54. irma rahadian

    hehhee….jd keinget pas SMA,
    bikin contekan di paha…e, ketahuan guru laki2 …
    maluu bgt, malu ama guru krn ketahuan jg malu pas kebuka pahanya..
    xixixiiii…….

    Orin : hahahaha…ternyata ya mba Irma, mengaplikasikan salah satu metode nyontek ituh πŸ˜›

    Reply
  55. Nchie

    Oriin tukang Mabal ??
    Samaaa hihii..
    Tapi aku Mabalnya sekelas,kompak,,!!

    Sukses ya ngontesnya..
    Moga menang..

    Orin : Sama Teh, kalo mabal pasti kompak sekelas, kalo sendiri mah tatuuut hihihihi

    Reply
  56. muamdisini

    makin banyak teman, makin rame,,,makin banyak karakter yang kita temukan..
    perbedaan karakter justru bukan menghambat persahabatan, tapi akan membuat persahabatan menjadi lebih berwarna yah teh….hehehehe

    Orin : Betul sekali Muam, jadi bisa belajar banyak dari mereka-mereka itu πŸ™‚

    Reply
  57. jaman dulu aja pelajar/mahasiswa seperti itu ya, apalagi jaman sekarang. :mrgreen:

    sukses dengan kontesnya mbak orin… πŸ™‚

    Orin : Apalagi besok2 pas zaman anak2 kita ya mba *horor*

    Reply
  58. phiy

    teh orin bintangnya libra ya? *cenayang* :)) Soalnya mirip adikku yg “sosial” banget. Beda sama aku yg cuek dan pilih2 temen πŸ˜€

    Orin : Iyaa, saya libra, tapi sebetulnya ga ‘sosial2’ bgt sih Phiy, aselinya pemalu, tapi kalo ada yg ngajak temenan ya aku terima he he

    Reply
  59. tunsa

    yamg saya tanyakan cuma satu, *emangnya ikan sengaja ya membuat dirinya tidak asin? hehe… πŸ˜€

    Orin : Errr…nanti kalo ketemu ikan aku tanyain Ri he he

    Reply
  60. vacuum

    satu hikmah besar hati-hatilah dalam bergaul

    Orin : Yup, harus hati2 πŸ™‚

    Reply
  61. hajarabis

    hanya ingin mengikuti cerita anda .
    hhehe .
    tingkatin postingannya lagi yya gan .
    salam kenal
    http://www.hajarabis.com

    Reply
  62. Abed Saragih

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

    Reply
  63. Sugeng

    Membaca dari atas sampai bawah, kirain tulisan biasa. Eh gak tahunya pesanan kontes πŸ˜† Sukses saja untuk kontesnya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Orin : hihihi…iya nih Pak, pesanan ngontes πŸ˜›

    Reply
  64. Necky

    orin…postingan nya koq hampir sama dengan yang saya mau posting yah? ga apa2 minmal masuk di draft aja sampai kalau ga ada ide posting khan tinggal di pindahin….hehehehe

    Orin : Ohya? ayo publish aja mas πŸ˜‰

    Reply
  65. sheno monkey

    saluuut, meskipun teman-temannya begitu tapi tetap baik. harus dipertahankan selama tujuan kita tidak buruk, pasti Allah menjaga :3

    Orin : Aamiin…semoga tetap dijagaNYA πŸ™‚

    Reply
  66. Rahmat

    Pertemanan memang indah.

    Orin : Sepakaat πŸ˜‰

    Reply
  67. bintangtimur

    Nengokin Orin lagi ah…kangen πŸ˜‰
    Hehe, pasti belum tidur ya?
    πŸ˜€

    Orin : Huwaaa…Bu Ir bolak balik ke sini blm ada postingan baru, maaf ya Bu, inet lemot kalo di rumah *cari alasan*

    Reply
  68. Realodix

    Terima kasih unuk ceritanya. Ya ampun ini menginspirasikn bgt… πŸ™‚

    Orin : Alhamdulillah kalo menginspirasi πŸ™‚

    Reply
  69. Dokter Anak

    trima kasih critnya

    Orin : Sama2 dokter πŸ™‚

    Reply
  70. entik

    waa.. jadi keinget jaman SMA dulu.., temen2ku juga banyak yang pada nge-drug dan tawuran. Dan alhamdulillah aku ga tertarik buat ikut2an kayak gitu

    Orin : Alhamdulillah ya Bu.., kita ga ikut2an dan tetap jd anak baik he he

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: