Rindrianie's Blog

Tentang Demensia Alzheimer

Saya ‘mengenal’ istilah ini saat menonton serial Grey’s Anatomy. Bagi teman-teman yang juga mengikuti film ini pasti tahulah ya, Meredith Grey ini konon punya gen Alzheimer dari ibunya. Tadinya, saya pikir Alzheimer ini hanya terjadi pada orang tua, yang dianggap wajar pikun karena faktor usia, ternyata tidak selalu begitu, meskipun kebanyakan memang terjadi di usia enam puluh tahun ke atas.

Tanggal 7 April lalu saya berkesempatan hadir dalam seminarnya, meskipun fokus utama seminar tersebut adalah bagaimana cara kita menghadapi mereka penderita Demensia Alzheimer, jadi sepertinya ini sudah untuk level advance ya, karena saya tidak tahu perbedaan signifikan antara demensia dan alzheimer itu sendiri heuheu.

Kalau mencari di freedictionary.com sih, definisinya begini temans:

dementia alzheimer

Jadi Alzheimer itu sebuah penyakit, yang akibatnya bisa menimbulkan Demensia, kesimpulan sederhananya begitu, CMIIW. Untuk lebih jelasnya, sila berkunjung ke situs www.alzheimerindonesia.org yaa, di sana lengkap informasinya, ada komunitas khususnya juga, siapa tahu ada teman-teman yang memerlukan.

Ada 10 gejala umum Demensia Alzheimer. Sebagai pengetahuan kita bersama, izinkan saya menuliskannya satu per satu ya temans.

1. Gangguan Daya Ingat

Sering lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal yang sama berulang kali, lupa tempat parkir di mana (dalam frekuensi tinggi).

2. Sulit Fokus

Sulit melakukan aktivitas, pekerjaan sehari-hari, lupa cara memasak, mengoperasikan telfon, handphone, tidak dapat melakukan perhitungan sederhana, bekerja dengan waktu yang lebih lama daripada biasanya.

3. Sulit Melakukan Kegiatan Familiar

Seringkali sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari, bingung cara mengembudi, sulit mengatur keuangan.

4. Disorientasi

Bingung akan waktu (tanggal, hari-hari penting), bingung di mana mereka berada dan bagaimana mereka sampai di sana, tidak tahu jalan pulang kembali ke rumah.

5. Kesulitan Memahami Visuo Spasial

Sulit untuk membaca, mengukur jarak, membedakan warna, membedakan sendok atau garpu, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin, menuangkan air di gelas namun tumpah dan tidak tepat penuangannya.

6. Gangguan Berkomunikasi

Kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat untuk menjelaskan suatu benda, seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung melanjutkannya.

7. Menaruh Barang Tidak Pada Tempatnya

Lupa di mana meletakkan sesuatu, bahkan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut,

8. Salah Membuat Keputusan

Berpakaian tidak serasi, memakai kaus kaki berbeda warna antara kiri & kanan, tidak dapat merawat diri dengan baik, tidak dapat memahami jumlah uang yang perlu dibayar dalam transaksi.

9. Menarik Diri dari Pergaulan

Tidak memiliki semangat atau pun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobby yang biasa dinikmati, tidak terlalu semangat untuk pergi bersosialisasi.

10. Perubahan Perilaku & Kepribadian

Emosi berubah secara drastis, menjadi bingung, sering curiga, depresi, takut atau terganttung berlebihan pada anggota keluarga, mudah kecewa, marah dan putus asa baik di rumah maupun pekerjaan.

Salah satu pembicara seminar, Nicole Batch, menjelaskan, ketidaktahuan masyarakat akan Demensia Alzheimer ini bisa membuat penderitanya semakin menarik diri. Bahkan, di Namibia, seorang nenek dipancung di belakang rumah karena dianggap kesurupan padahal dia hanya menderita Demensia Alzheimer. Intinya sih, memang harus memperbanyak stok sabar kalau ada anggota keluarga yang Demensia Alzheimer ya :).

Nah, kenapa saya kok bisa ada di seminar tersebut? Karena saya menang lomba sodara-sodara he he. Akhir Februari lalu lombanya berlangsung, seperti biasa saya baru mengirimkan menjelang tenggat. Ada tiga kategori, untuk akedemisi, jurnalis, dan umum. Saya ikut kategori umum tentunya ya, menulis cerpen seperti biasa. Saya masih ingat betul,pukul 9 malam (deadlinenya dikirimkan sebelum 12 pm), saya masih browsing sana sini untuk riset bahan cerpen saya. Menulis buru-buru karena khawatir aplod di websitenya bermasalah kalau saya terlalu mepet DL.

Tapi ya Alhamdulillah, cerpen berjudul ‘Bapak’ itu bisa terpilih sebagai salah satu juara harapan. Saya sempat foto bareng juga nih sama mbak Dian Purnomo sang juri untuk kategori umum. Dulu, waktu awal-awa ngeblog, saya sering baca blognya mbak Dian, malah bisa ketemu langsung di Erasmus Huis :).

Sekian reportase saya hari ini, semoga bermanfaat yaa 🙂

0 Comments

  1. nurlailazahra

    wah jadi tahu lebih banyak nih tentang penyakit Alzheimer. mksh Teh… dan selamat krn sudah menang. tp kok ya aku jadi agak takut, krn pernah mengalami juga yg no. 6 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      kalo cuma sesekali ya masih wajar kyknya Sarah he he. Makasih banyak yaa 🙂

      Reply
  2. desinamora

    Selamat Mba Rin, mau baca cerpennya dong 🙂

    Reply
    1. Orin (Post author)

      wahhh….mau baca ya? hihihi. Nanti kapan2 saya post ya. Terima kasih mbak Desi 🙂

      Reply
      1. desinamora

        Hehe iya Mba, trimakasih 🙂

        Reply
  3. lazione budy

    Dementia, you’re driving me crazy.
    Lagunya Owl City

    Reply
  4. @brus

    Waduhh tEh Orin maju pesat nih dalam tulis-menulis … sudah menghasilkan … bak kata temanku, ‘wawasannya sudah mulai Internasinal … beda jauh dgn saya yg masih tetap ;anak bawang … 🙂

    Selamat sudah menang sebagai juara harapan ( Rp.500.000,- ) … mulai memetik hasil dari hobby ngeblog ,,, Salam sejahtera selalu ….

    Reply
    1. @brus

      Dalam bisnis 500.000,- itu bisa dikatakan ‘laba bersih – karena tdk ada biaya penyusutan … 😛

      Reply
      1. Orin (Post author)

        hehehe…alhamdulillah om Abrus, lagi beruntung 🙂

        Reply
  5. eviindrawanto

    Membaca gejalanya, seram banget Teh…Membayangkan aku tahu-tahu berdiri di mall, tidak tahu mengapa sampai disana, dan tak mengenal anggota keluarga sendiri. Amit-amit ih…:)

    Reply
  6. Ryan

    Selamat ya Mbak. Dirimu mah utk fiksi ndak diragukan lagi deh. Dan makasih juga sharingnya Mbak.

    Reply
  7. Akhmad Muhaimin Azzet

    Reprtase yang sangat bermanfaat, Mbak. Saya jadi tahu lebih detail tentang alzheimer. Makasih banyak ya, Mbak Orin.

    Reply
  8. Haya Aliya Zaki

    Pengin baca cerpennya! Selamat ya, Rin! Aku selalu tertarik dengan fiksi bertema kesehatan.

    Reply
  9. Fardelyn Hacky

    Selamat ya mbaak….ditunggu cerpennya diposting di mari 😀

    Reply
  10. Sekar

    selamat mbak! 😀 dan terima kasih info link-nya ya 🙂
    keep write and share

    Reply
  11. Attar Arya

    Orin keren! 🙂

    Reply
  12. Pingback: Still Alice | Rindrianie's Blog

  13. Pingback: [Cerpen] Bapak - Kumpulan Emak Blogger

Leave a Reply

%d bloggers like this: