Rindrianie's Blog

Tentang Menyalahkan Orang Lain

“You can get discouraged many times, but you are not a failure until you begin to blame somebody else and stop trying.”
― John Burroughs

Tapi masalahnya adalah, menyalahkan orang lain adalah hal yang PALING mudah! hahahaha *tertawa miris.

Trigger postingan ini memang urusan pekerjaan sih, konon katanya dua bulan terakhir profitnya menurun drastis, dan yang ‘disalahkan’ adalah departemen saya. Kami diminta mengecek ulang segala sesuatunya, maka kami mengecek ulang segala sesuatunya. Dan voila, bisa dikatakan hampir tidak ada perubahan (karena memang nyaris tidak ada yang aneh/salah). Harus bagaimana lagi? Bagaimana lagi yang harus dicek? Seharusnya mungkin saya lega ya, berarti kan ‘kesalahannya’ bukan di departmen kami, tapi kok saya malah tambah merasa bersalah ya. Ah sudahlah, lupakan saja dulu ya, pusying sayah hihihihi.

Tapi memang, seringkali (entah disadari atau tidak), kita (atau saya, lebih tepatnya) dengan mudah menyalahkan sesuatu yang lain di luar diri saya saat sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang seharusnya atau saya harapkan. Telat ke kantor gara-gara jalanan macet nyalahin pemerintah, naskah novel terus-terusan ditolak penerbit nyalahin penulis-penulis terkenal yang rajin berkarya, mobil dekil mulu nyalahin hujan, berat badan naik terus nyalahin pak suami yang sering ngajakin makan enak #eh :P. Ya begitulah ya, mengerti kan maksud saya?

Padahal mah ya, nggak mau telat datang ya lebih cepat berangkat dong, antisipasi macet dan sebagainya dan sebagainya. Berhasrat jadi novelis ya harus nulis lebih baik lagi lah. Kalau pengen kendaraan bersih terus ya rajin-rajin bersihin dong ah. Nggak mau ndut ya jangan makan muluuuu!!! hahahaha.

Kebetulan saya membaca quote di atas itu di linimasa pagi tadi, dan tentu saja merasa tersindir. Terutama yang soal si naskah yang ditolak melulu itu, karena akhir-akhir ini saya sudah berhenti mencoba. Mulai berpikir mungkin menjadi penulis (entah itu cerpenis, novelis, bahkan blogger) memang bukan bakat saya. Meskipun saya tahu toh bakat juga memang harus diimbangi dengan kerja keras dan berlatih terus menerus. Lah? Kapan saya berlatih? Mana kerja keras saya? I am a failure!! *mewek di pojokan.

Tapi, itulah tujuan postingan ini ditulis. Sebagai pengingat bagi diri saya sendiri untuk tidak usah menyalahkan siapa pun, dan tidak perlu cengeng atau baperan saat gagal, coba lagi aja, Rin! Wajarlah ya kalau merasa kecewa-sedih-kesal, mau nangis berurai air mata pun ya tidak apa-apa, toh memang manusia biasa. Tapi ya nggak usah lama-lama, tetep dong harus bangkit dan coba lagi dan coba lagi dan coba lagi. Konon tugas kita memang cuma berupaya, berhasil atau tidaknya itu mah wewenang Tuhan, yes?

Ganbatte kudasai, minna san :D.

 

 

3 Comments

  1. Agung Rangga

    Duh, saya pun juga sering merasa demikian teh.
    Pokoknya, semangat terus Teh Orin! 😀

    Reply
  2. jalanjalankenai

    Tapi memang paling mudah menyalahkan orang lain. Padahal mah jangan begitu, ya 🙂

    Reply
  3. Nuvaderma

    semnagat trus mba. memang lebih mudah menyalahkan orang lain, tapi sebaiknya kita selalu berbaik sangka.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: