Rindrianie's Blog

Tentang Nge-FF

Maaf bagi teman-teman yang menunggu kelanjutan cerita -bersambung yang ngga jelas- saya itu, karena hari ini jadwal padat dari pagi dan baru pulang jam 9 malam Ish, GR pisan ya sayah, siapa gituh yang nungguin? mihihihihi.

Sebetulnya sih, bisa saja kalau dipaksakan, submit di luar batas (yang tiap jam 10 malam itu) pun saya tidak akan disetrap di depan kelas, tapi judul yang diberikan masmin untuk hari ini super ajaib, “Jum’at Tak Lagi Kumat” ! Bingung deh saya. Bercerita sebagai siapa? Kumat dari apa? Lagian ini kan hari minggu… #eeeaaa… 😛

Eniwey, jadi begitulah. Saya belum tahu apakah besok si masmin masih akan me-mention saya dengan judul dan setting baru, atau saya tereliminasi karena tidak mengumpulkan tugas hari ini. Kalau ternyata pilihan kedua yang terjadi, yaa…cerita bersambung-nya mungkin tidak berakhir hihihihi…

Menjawab pertanyaan Mayya tentang bagaimana cara ikutan permainan ini, sekali lagi saya bingung. Jadi dulu, sekitar pertengahan Januari, saya membaca ‘lapak’ di Warung Blogger tentang hal ini, bahwa ada (semacam) tantangan untuk menulis Flash Fiction (FF) selama 15 hari berturut-turut.

Oh iya, FF sendiri adalah cerpen super pendek. Konon hanya berkisar 500-700 kata saja, malah ada yang bilang 300-500 kata, bahkan saya pernah baca sebuah fiksi bisa disebut FF jika dia selesai dibaca dalam waktu 1 menit saja. Intinya, sesuai namanya yang ‘flash’, si cerita fiksi ini singkat, begitulah ya kira-kira 😛

Maka saya pun ikut permainan yang digawangi oleh @momo_DM dan @WangiMS ini, walaupun awalnya sempat terlambat. Mereka berdua akan mengumumkan judul FF yang harus ditulis pada hari itu di time line, para peserta menulis FF di blog masing-masing, men-submit link di salah satu blog admin, dan men-share-nya di twitter kepada mereka berdua di waktu-waktu yang sudah disepakati. Kurang lebih seperti itu permainannya.

Bagi saya permainan ini sangat seru, karena saya seringkali kesulitan membuat judul, maka saat saya ‘dipaksa’ menulis dengan judul tertentu, imajinasi saya langsung bebas berpetualang mencari tokoh dan berjumpa kisah cerita. #15HariNgeblogFF juga membuat saya bisa konsisten posting setiap hari, rekor tersendiri bagi seorang blogger moody yang terkadang puasa on line saat weekend seperti saya nyengir.

Permainan pertama itu melahirkan 2 buah buku yang diterbitkan nulisbuku.com, berisi kumpulan-kumpulan FF dari para peserta. FF saya yang terpilih adalah “Kalau Odol Jatuh Cinta”, yang terdiri dari 257 kata sehingga hanya memerlukan satu halaman di buku yang tercetak hahahaha. Tapi bagi saya itu mah sesuatu banget :). Bagi temans yang ingin membaca-baca FF saya waktu itu, sila cek page #15HariNgeblogFF di sisi kiri blog GR episode berikutnya 😛.

Kemudian di bulan Juni, rupanya pasukan #15HariNgeblogFF kangen, sehingga masmin dan yumin yang baik hati itu kembali menggelar permainan seru itu. Kali ini dengan ‘tantangan’ yang lebih sulit, karena selain judul yang mereka tentukan, settingnya pun sudah diputuskan. Dari jam gadang di Bukittinggi hingga ke Raja Ampat, dari Jalan Braga-nya Bandung sampai surga bawah laut Wakatobi. 15 tempat di nusantara yang perlu riset khusus untuk bisa menempatkan para tokoh di sana.

Saat permainan kedua ini dimulai, saya tahu ada lomba menulis novel yang diadakan oleh Qanita-Mizan, maka dari awal saya sudah berniat para FF yang akan saya tulis ini, adalah kerangka untuk novel yang akan saya coba kirimkan ke sana. Seperti sudah diduga percobaan itu gagal total hahahaha.

Tapi setidaknya saya belajar,  bahwa sebuah novel memang bukan kumpulan dari cerita pendek-cerita pendek. Perlu karakterisasi yang sangat kuat, dibutuhkan alur yang tidak melompat-lompat, dan sebagainya dan seterusnya. Saya menganggap “Bundo Rahmi” adalah first draft saya, yang semoga saja, suatu saat nanti betul-betul bisa saya tulis ulang -dan kemudian diterbitkan- menjadi sebuah novel yang layak dinikmati. Aamiin 🙂 Bagi  temans yang penasaran, sila berkunjung ke page #15HaringeblogFF2 untuk mengikuti perjalanan Bundo Rahmi 🙂 tetep GR

Maka, saat beberapa hari yang lalu si masmin @momo_DM men-twit siapa yang jarang hapdet blog dan ingin nge-FF, saya pun ngacung paling tinggi. Hari pertama saya sama sekali tidak tahu permainan ini akan berlanjut, maka (Bukan) Cinta Pertama pun seharusnya memang berakhir di situ saja. Ternyata besoknya ada mention dengan judul dan setting berbeda untuk dituliskan. Yasud, lagi-lagi saya nekad membuatnya bersambung, siapa tahu kelak bisa saya kirimkan ke sayembara Femina untuk kategori cerbung hihihihi.

Semuanya serba spontan, saya betul-betul belum punya gambaran jelas bagaimana cerita Bram/Tyo/Ghani-Seruni-Delia ini akan berakhir. Saya akan membiarkan saja si para tokoh itu menentukan jalan cerita mereka sendiri, saya hanya akan jadi tukang ketik patuh yang menuliskan kisah yang mereka pilih ish…kok berasa serem ya hahahaha.

Yah begitulah. Belum ada judul bagi cerita bersambung yang tidak jelas ini. Saya pasti akan menyelesaikannya, walaupun mungkin tidak dipublish di blog kalau dieliminasi sama masmin he he. Bagi yang ingin ikutan, silahkan mention saja ke @momo_DM, saya juga jarang twitteran, jadi tidak tahu juga deh ini sebetulnya bakalan 15 hari lagi atau bagaimana, duh…kenapa jadi serba ga jelas begini ya 😛

Baiklah kalau begitu, daripada tambah tidak jelas mari kita sudahi saja ya 🙂

0 Comments

  1. danirachmat

    Dan kemampuan membuat cerita spontan dengan karakter kuat dan jalinan cerita bertelikungan itu yang gw kagum Rin. Gw menantikan kelanjutannya sebenernya.. :”)
    ___
    Duh…tengkyu ya Dan, seneng aja kalo ada yg suka he he.
    iya nanti dilanjutin, tapi mgkn kapan2 aja coz tereliminasi mihihihihi

    Reply
  2. LJ

    si Odol dicetak hanya satu halaman.. bener2 flash ya Rin, xixi…

    orin punya passion di sini.. emak yakin suatu saat akan terwujud apa yg orin cita2kan.. teruslah, mengalir saja tanpa berhenti.
    ___
    Iya mak, si odol yg paling mini ceritanya hahahaha
    Aamiin…insyaALLAH ya Mak, sedang berjuang nih he he

    Reply
  3. ~Amela~

    teteh.. tetep semangat teh…
    aku nungguin lanjutan ceritanya nih
    ___
    Sok atuh, Amel rikwes judulnya apa en settingnya dimana, nanti aku lanjutin ceritanya 😉

    Reply
  4. Lidya

    bukunya udah terbit belum tuh Rin?
    ___
    Udah Teh, pernah Orin tulis di postingan yg ini : http://rindrianie.wordpress.com/2012/03/26/si-odol-masochist/ he he he

    Reply
  5. saidah

    Yaaaaahh…lanjut dong teh orin kalo begini mah aku gk bs tidur nyenyak *lebay* ceritanya bagus…pokoknya aku tunggu ya sambungannya. titik 😉
    ___
    Idang, kalo udah titik berarti udah habis lho, ga ada sambungannya qiqiqiqiqi

    Reply
  6. Nchie Hanie

    FF mah passion nya Orin..
    jagonya nih..
    sok atuh mangga di lanjut..
    ___
    heuheuheu…nuhun Teh 😉

    Reply
  7. trafsilo

    blog walking ajalah… ngiring an parkir
    ___
    Silahkan 🙂

    Reply
  8. aprie

    FF, Flash Fiction toh..kirain #FollowFriday di twitter
    ___
    Emang banyak arti ya FF 🙂

    Reply
  9. Arman

    lu sih rajin dan kreatif rin! 🙂
    ___
    rajin? rajin malesnya mas #lho? hihihihi

    Reply
  10. mechtadeera

    Riin..rikwes setting di Kawah Putih dwong… haha…mentang2 lagi pengen kesana blom kesampean…hehe
    ___
    Owh…kawah putih ya auntie? syip..syip… mudah2an yg berikutnya setting disana 😉

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: