Rindrianie's Blog

Tentang Novel 'Ally, All These Lives'

Sejujurnya, saya baru tahu seorang penulis bernama Arleen A (@arleen315) ini saat tak sengaja membaca twitnya pada akun Gramedia Pustaka Utama. Dan setelah saya stalking sebentar, ternyata sepupunya mas Arman yah? hohohoho.

Anyway, saat itu Arleen dan GPU rupanya sedang meramaikan semesta twitter untuk menjadi First Chapter Comentator bagi Novel yang akan terbit berjudul Ally, All These Lives. Terdorong rasa penasaran, saya mengajukan diri, dan secara resmi menyatakan bahwa saya memang sangat penasaran dengan Novel ini setelah membaca 2 bab pertama.

Kenapa? Mari saya ceritakan teman.

cover ally final

Membaca sub titlenya pun sudah cukup membuat penasaran, iya nggak sih? ‘these lives’?? Berarti, hidupnya nggak cuma satu dong? Maksudnya gimanaaaa? histeris.

Alkisah, Ally adalah seorang gadis berusia sepuluh tahun saat ‘itu’ terjadi pertama kali. Dia seperti tersedot ke ruang hampa di mana semuanya menghilang. Dan saat dia kembali muncul di kursi yang didudukinya di dapur seperti sebelumnya, hidupnya berubah begitu saja. Ada seorang anak kecil bernama Albert, yang belum pernah Ally lihat seumur hidupnya, duduk meminta air padanya di kursi sebelah. Entah bagaimana hal seaneh itu bisa terjadi, tapi Albert adalah adik Ally.

Nah lho!

Hal 9

Halaman 9

 

Setelah akhirnya Ally menerima -walaupun tetap tidak mengerti- Albert adalah adiknya. Hal ‘itu’ terjadi lagi, kali ini Ally sudah menjadi anak SMA. Kembali, dia seperti menghilang, sama seperti dinding-lantai-televisi-kursi-meja-laptop dan semua benda yang ada di sekelilingnya yang tidak bisa lagi Ally lihat. Dia tidak bisa berteriak, apalagi bergerak. Dia tidak berada dalam kegelapan, meskipun anehnya, Ally tidak bisa melihat apa pun. Setelah beberapa saat, Ally mulai melihat cahaya dan warna dan benda dan semuanya. Tapi kali ini, peristiwa ‘itu’ telah merenggut Albert dari hidup Ally. Foto-foto Albert masih tertempel di dinding, tapi menurut Ibunya, Albert sudah lama tak lagi bersama mereka.

Nah lhooooo!

Hal 17

Halaman 17

Dua paragraf di atas adalah (semacam) ringkasan menurut bahasa saya sendiri dari Bab 1 dan 2 novel tersebut temans. Kalau saya sih penasaran banget ya. Entah di bagian mananya, membaca dua bab awal novel ini membuat saya teringat dengan Dunia Sophie-nya Jostein Gaarder *ha ha*.

Tapi asumsi saya, Ally mungkin saja bercerita tentang kehidupan di semesta paralel. Atau mungkin berhubungan dengan wormholetime traveling dan semacamnya itu. Sejauh ini imajinasi saya baru segitu sih, tapi seperti si sub tittle, hidup Ally pasti tidak cuma satu.  Dan ya, saya penasaraaaan! Sudah bisa dipastikan novel ini masuk ke daftar buku-yang-harus-dibaca-berikutnya. Diksinya bagus, seperti membaca novel terjemahan. Dan -tentu saja- ide ceritanya menarik, saya pikir isinya akan sangat filosofis sekali, tentang hidup dan kehidupan, tentang penerimaan dan kehilangan.

Ah, pokoknya mah saya mau baca!

PS : Pssttt…kalau ada yang mau ngasih saya hadiah novel ini diterima dengan senang hati lho hihihihi.

0 Comments

  1. -n-

    Atau mirip filmnya Dian Sastro yg Belahan Jiwa? Multiple personalities gt

    Reply
  2. Arman

    wah menarik ya…
    mau minta dikirimin ah sama arleen. huahahaha 😛

    Reply
  3. nyonyasepatu

    Keren yaRin bukunya?

    Reply
  4. jampang

    hiks…. hari ini deadlinenya ya, teh?

    Reply
  5. Lidya

    kalau aku awalnya penulis buku anak-anak pernah beli soalnya. Wah buku ini kemarin aku lihat di gramed RIn, tapi gak beli hehehe mau nyelesein dulu buku yang ada banyak yg belum dibaca.

    Reply
  6. desweet26

    nampak kereeen ceritanya inih….
    akuh mau nunggu akhir ceritanya di sini aja ya ..secara udah jaraaang banget baca buku dari semenjak 2 taun lalu kalo ga salah…hihihi ;p

    Reply
  7. kettyhusnia

    selamat ya Teh Rin 🙂 akhirnya menang di sayembaranya Arleen. bagi2 cerita ya nanti

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: