Rindrianie's Blog

Tentang Snorkeling

Pernahkah temans ber-snorkeling ria?

Saat company trip ke Pulau Umang-Banten tempo hari, saya berkesempatan mencobanya, mumpung gratisan. Tim saya merupakan pemenang dalam acara team building sehari sebelumnya, dan hadiahnya adalah snorkeling gratis! emak-emak mah sukkkka deh yang gretongan beginih hihihihi. Jadi setelah melewatkan snorkeling saat 2 kali berkunjung ke Benoa, akhirnya saya bisa juga mencoba snorkeling di pantai pulau Oar 😉

Tulisan di plang berbunyi : Welcome-Pulau Oar

Pulao Oar ini jaraknya (sekitar) 10 menit dengan menggunakan perahu boat dari Pulau Umang tempat kami menginap. Di pantai inilah kami akan bersnorkeling ria. Sempat deg-degan, karena seorang teman bercerita, bahwa temannya meninggal dunia karena ‘salah bernafas’ waktu snorkeling. Tapi Bismillah, umur mah Tuhan yang ngatur, bukan? 🙂

Pulau di belakang itu Pulau Umang

Kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan satu instruktur, kelompok kecil saya terdiri dari 3 orang wanita yang memang belum pernah snorkeling sebelumnya, pastinya ya, rempong surempong hihihihi.

Mungkin karena medannya tidak terlalu berbahaya, kami tidak diharuskan memakai pakaian selam, sebagian besar cuma berkolor dan kaos biasa saja, bahkan beberapa teman cowok bertelanjang dada, hanya ada satu teman yang siap dengan diving suit yang sesungguhnya (baca : cuma ada 1 orang yang punya diving suit) qiqiqiqi.

Peralatan snorkeling hanya terdiri dari 3 bagian, saya coba jelaskan dengan bahasa saya sendiri ya, istilah resminya monggo silahkan digoogling saja he he. Alat-alat tersebut adalah masker (atau kacamata?) bertali dengan pinggiran plastik yang sempurna menutup mata sampai hidung sehingga tidak memungkinkan air masuk. Selanjutnya  sebuah selang plastik yang dimasukkan ke dalam mulut untuk bernafas (jadi kita bernafas melalui mulut). Terakhir adalah sepasang sepatu katak untuk membantu berenang.

Selang ini yang sedikit…apa ya istilahnya…nggilani mungkin ya, karena kan itu alatnya dipakai orang-orang sebelumnya ya? Terus cuma dicuci pakai air doang ya? Ngga bisa dibuat sekali pakai dan langsung buang seperti alat suntik itu ya? mulai ga fokus. Tapi yaa…sekali lagi bismillah aja ga punya pilihan lain, mudah-mudahan saja aman. Walaupun gara-gara si alat ini, seorang teman perempuan saya menyerah di 5 menit pertama bersnorkeling karena si plastik yang ada di mulutnya berhasil membuatnya mual sehingga ingin (maaf) muntah.

Beberapa orang juga tidak memakai si sepatu katak itu -termasuk saya- karena menurut si mas instruktur bagi yang tidak terbiasa justru akan mengganggu. Alasan lainnya, tidak ada sepatu katak yang betul-betul pas di kaki saya, kekecilan atau kebesaran gitu, jadi yowis pakai kaki sendiri aja 🙂

Penampakan saya sesaat sebelum snorkeling 😀 (sepatu katak dipakai hanya untuk kepentingan berfoto :P)

Lanjut ke acara snorkeling, instruktur kami adalah seorang mas-mas yang mengingatkan saya pada saudara kita di Papua. “Saya aselinya ga item banget gini mba, cuma gosong karena di laut terus” begitu katanya, memaksa saya menarik kembali dugaan saya tentangnya, walaupun mungkin saja si mas itu cuma ngeles ya he he.

Kami bertiga (sebut saja teman-teman saya itu si A dan si B ya) mulai berenang dengan posisi snorkeling dengan dibantu oleh si mas tadi. Sebelah kiri A, di tengah B, saya di sebelah kanan, dan si mas instruktur di depan kami (badannya menghadap ke kami, jadi dia berenang mundur). Kami harus berpegangan, karena memang masih amatir jadi khawatir juga kalau sampai terbawa arus sendirian, bukan?

Nah, acara rempong segera dimulai. Teman saya A ini tipe orang yang mudah sekali panik, jadi saat tak dilihatnya kaki si mas instruktur di bawah laut (atau tangannya terlepas dari tangan B), dia akan berenang -menggerakkan tangan dan kakinya dengan membabi buta- panik sehingga mas instruktur mengharuskan kami berhenti.

Berikutnya teman saya B yang panik, rupanya dia ‘lupa’ bernafas dengan hidung -yang mana tidak mungkin menemukan oksigen karena tertutup masker- lantas kemudian panik megap-megap memunculkan kepalanya di permukaan, melepas masker kacamata dengan tidak kalah panik, dan lagi-lagi kami harus berhenti.

Saya? Beberapa kali sempat harus memunculkan kepala dan melepaskan kacamata untuk bernafas normal dengan hidung, karena memang si selang di dalam mulut itu rasanya…hedeeehhh…gitu deh :P. Tapi tidak sampai panik sih, walaupun kalau sudah berhenti begitu, ya pasti semuanya berhenti dan saya harus dibantu sama si mas instruktur untuk kembali memasang si masker kacamata dengan baik dan benar.

Setelah terbiasa (maksudnya tidak sering-sering bernafas dengan hidung dan melepas masker), saya mulai berani berenang sendirian. Alasannya tidak lain tidak bukan adalah karena teman saya A dan B tetap konsisten dengan kerempongannya. Membuat obyek snorkeling kami tidak bergerak ke tempat-tempat indah yang seharusnya dan tetap di situ-situ saja.

Jadi secara keseluruhan, snorkeling itu…menyenangkan. Sebuah pengalaman menakjubkan bagi saya untuk bisa menikmati keindahan bawah laut yang membuat saya merasa semakin kecil dan tidak berarti apa-apa di alam semesta. Walaupun tentunya kalau diving akan jauh lebih menakjubkan lagi ya :). Tapi tetap saja, melihat keindahan terumbu karang, ikan warna warni yang biasanya hanya bisa dilihat di akuarium, bahkan merasakan sengatan ubur-ubur kecil yang membuat gatal. It was a great fun 😉

Setelah sekitar 1 jam, acara snorkeling pun berakhir. Kami saling bercerita heboh tentang pengalaman yang baru saja dilakukan, saat seorang teman berkata “ini masih belum apa-apa, Karjaw lebih keren,” ucapnya seraya mengacungkan kedua jempol.

Ucapan si teman berhasil membuat saya mupeng. Sepulang dari sana pun saya merayu akang matahari, lantas meracuni neng Iqoh, lantas membujuk teman kubikel saya, dan voila, kami sudah punya tiket ke Semarang Januari nanti, untuk kemudian dilanjutkan menyeberang ke Karimun Jawa hohoho. Masih lama sih memang, tapi membayangkannya saja saya sudah senang lebay dot com. Bunaken? Wakatobi? Raja Ampat? Arrrghhh…untuk sementara diimajinasikan saja dulu he he.

Errr…ada kah teman yang tinggal di sekitar Semarang-Jepara-Karimun Jawa sana? Kita kopdar sambil snorkeling yuuuuks 😉

 

 

28 Comments

  1. lozz akbar

    waduh kalau di Jember yang ada laut lepas dengan ombak besar teh. sulit tuh nyari tempat snorkling, bisa ketemu Nyai Roro Kidul sampean nanti hahaha

    besok-besok kalau mau senorkling lagi saran saya bawa selang sendiri teh, kalau perlu cari yang rasa pedas asin, biar ora mual hehehe
    ___
    hedeeehhh…ga mau ah kalo sampe ketemu Nyai Roro Kidul uncle 😛

    Reply
  2. dey

    snorkeling itu harus bisa berenang ya ? ahhh, tidak mungkin saya lakukan .. 😀
    ___
    sebetulnya ngga jg gpp ibu, krn pasti badan kita ‘ngambang’ kan, contohnya teman saya A dan B jg tidak bisa berenang, mungkin itu jg yg membuat mereka rempong ya 😛
    Tapi Orin jg berenangnya amatiran kok (maklum, waktu kecil sering mandi di sungai he he), cobain aj Bu, seruuuu 😉

    Reply
  3. dea

    waaaahhh seru yaa snorkelling nya ! 😀
    ___
    iyaaa 😉

    Reply
  4. Evi

    Teh Orin beruntung bisa snorkelingan dengan gratis..Kapan ya ada yang bayarin saya..hehehe..Dan bawah laut, kalau airnya masih jernih, rasanya gimana gitu ya Teh..Indahnya gak ada diatas..( ya iyalah tante…)
    ___
    Iya tante, makanya seneng pwol saya, di sana masih cukup jernih, tapi terumbu karang dan biota lautnya memang tidak terlalu banyak

    Reply
  5. Idah Ceris

    Wew. . .
    lha koq kayane penak temen ya, Teh. 🙂
    idah belum pernah Snorkeling.

    kalau mau ke Karimun jawa kabari Idah ya, Teh?
    Karena idah juga punya niat untuk kesana tapi memang belum ada waktu. 😆
    ___
    InsyaALLAH Januari pertengahan Idah, kok malah lupa tanggal berapa qiqiqiq. Yuks kita snorkeling di Karjaw bareng 😉

    Reply
    1. Idah Ceris

      mayuh Teh, mengko kabar-kabari yaks? 😀

      Reply
  6. marsudiyanto

    Selamat bersiap2 ke Karimun Jawa…
    Selamat berkunjung ke Jepara juga
    ___
    Ke Kendal masih jauh ya P’Mars? 🙂

    Reply
  7. raffi

    snorkling pertama emang pengalaman yang tak terlupakan,, bener-bener seneng. kalau saya snorkling pertama di lepas langsung gak pake instruktur..
    ___
    Ya, teman2 saya yg cowok jg kebanakan tanpa instruktur, memang lebih berani ya 🙂

    Reply
  8. alamendah

    Wakakakakak…. memang biasanya banyak yang merasa aneh dengan selang itu saat pertama kali.
    Ke Jepara?. berbatasan dengan Pati, kwi.
    ___
    Iyaa…ga ada yg sekali pakai aj ya mas? *keukeuh*

    Reply
  9. Agung Rangga

    waagh, jadi pengen ngerasain snorkling juga~ 🙁

    Reply
  10. LJ

    tenang Orin, entar januari eMak susulin sampe karjaw..
    bukan mau diving, cuman mau foto pake masker dan sepatu katak ajah,.
    ___
    asyiik, bener ya Mak, jd nanti ada temennya berpose pake masker en sepatu katak qiqiqiqi

    Reply
  11. Yunda Hamasah

    Membayangkannya saja sudah bahagia, kapan ya bisa snorkling, ape lagi gratis, maaauuuuuu banget 🙂
    ___
    Yg gratis2 memang membahagiakan ya Ummi he he

    Reply
  12. Lidya

    hiks aku belum pernah snorkeling rin, asyik ya? tapi takut euy 😀 udah sembuh rin?

    Reply
  13. Tebak Ini Siapa

    Hehehe, snorkeling emang asik gak asik ya mbak. Asiknya kalau dalem lautnya bagus, ga asiknya napas lewat mulut gaaa enaaak wkwkwk…

    Reply
  14. Arman

    keliatannya seru ya rin.. tapi gua belum pernah… 😀

    Reply
  15. ilhammenulis

    duh.. jadi kangen pengen snorkling di pulau tidung lagi 🙁

    Reply
  16. Kukuh Nova Putra

    Pasti jadi pengalaman yg tak terlupakan nih.

    Reply
  17. yadiebarus

    pernah coba snorkling waktu di Singaraja, Bali. Memang awalnya agak sulit dalam mengatur nafas dan sempat ketelan juga air laut, tapi lama kelamaan sudah terbiasa dan malah makin asyik menikmati terumbu karang yang ada.

    Reply
  18. rina susanti

    pernah snorkling waktu di bunaken …katanya lebih amazing diving tapi masalahnya untuk diving harus punya sertifikat hehe ..jadi saran saya rin sebelum ke Bunaken Wakatobi Raja Ampat belajar diving dulu agar perjalanan lebih sangat memuaskan…alternatif lain ada naik kapal yang khusus untuk melihat tanam laut

    Reply
  19. pengobatan maag kronis herbal

    snorkling emang mengasyikan…

    Reply
  20. della

    Jadi bener ya, snorkeling itu bikin nagih. Temenku pernah ada yang ngajakin, dan dia bilang, “Mending baju dan perlengkapannya beli sendiri, Del. Bikin nagih, lho.”Pengen banget tapi nggak pernah kesampean.
    Mungkin sekarang aku nabung dulu buat beli selangnya, hihihihi..

    Reply
  21. bintangtimur

    Riiiinnn, hari Sabtu kemarin, suami saya snorkeling untuk pertama kalinya di Kep. Seribu…nama pulaunya kalo nggak salah Pulau Pelangi ya? Lupaaaa…..

    Saya mah nggak ikutan karena lagi di Surabaya. Tapi biarpun ada di jakarta saya nggak janji buat ikutan juga sih…hihihi, buat berenang aja takut, apalagi nyelem-nyelem dan bernafas pake hidung gitu…duuuuh, takut!

    Kedalamannya kata mas Budi sekitar 15 meter 😉

    Selamat bersnorkeling lagi Orin, saya cukup dibagi cerita aja deh, belum punya keberanian buat mencoba soalnya…

    Reply
  22. Mechta

    sudah lama pengeeen banget snorkeling, tapi aku kan gak bisa renang1 🙁
    tapi…setelah baca penjelasan Orin ini lha kok malah smakin jauh hilang keinginan itu ya? terutama yg ttg selang itu.. *hoek…ups maap*

    Reply
  23. Bang Aswi

    mupeng mupeng mupeng …

    Reply
  24. Dewi Fatma Permadi

    Aku lom pernah Rin, tapi menyimak cerita ttg selang itu sudah bikin aku mual juga…iiyy..!!

    Reply
  25. Imelda

    aku belum pernah snorkeling, tapi mungkin suatu saat mau mencoba….

    Reply
  26. danirachmat

    Saya belum pernah snorkeling dan selalu panik meskipun takjub melihat air yang buanyak banget (laut).

    Tapi pengen bisa maen ke pantai lagi. 😀

    Reply
  27. Ana Arbawi

    Snorkling di tanjung lesung jugaaa ajibbbbb..
    Sama yah.. ini pengalaman pertama juga. Snorkling sendiri no friends no guide.. Nekad banget pokoknya.
    Hasilnya di 10 menit pertama klepek klepek dan panik krn merasa sendiri dan takut ngga ada yg nolongin klo tjd sesuatu.
    Eeh ternyata ada guide di belakang aku dan ditolongin hihihiii
    Akhirnyaaaa bersnorkling ria ama si bapak guide melihat coral dan ikan2 lucuuu.. Subhanallah
    Untung aku tidak menyerah. Jadi bisa menikmati keindahan alam bawah laut tanjung lesung
    ^_^

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: