Rindrianie's Blog

Tentang Uang Kembalian Berlebih

Baiklah, mari kita curcol pagi-pagi #eeaaaa.

Salah satu keteledoran saya yang teramat sangat sulit sekali diubah adalah : jarang mengecek uang kembalian. Kalau sedang ingat saja pasti saya hitung ulang, tapi kalau sedang ‘kumat’ ya begitulah, langsung weh masuk dompet kecil tempat saya biasa menyimpan uang-uang kembalian.

Kalau kembaliannya kurang, rugi sih pasti ya, tapi (kalau mau salah-salahan) kan itu akan menjadi kesalahan si mbak/mas kasir ya. Diikhlaskan saja sih biasanya. Nah, kalau kembaliannya justru berlebih ini nih, jadi nggak enak hati. Kalau masih dekat (dan bisa balik lagi) biasanya saya kembalikan, jadi hati tenang semua senang, yes? Tapi…tapi… kalau si kembalian yang berlebih ini adalah uang kembalian bayar tol kumahaaaa? lebay

Kejadiannya tadi pagi banget, dari tol Karawang Timur ke Cikarang Timur itu cuma 3500 rupiah, jadi sengaja saya mengumpulkan banyak uang lima ribuan. Pas menerima kembalian, saya sudah curiga sih, kok agak-agak tebal ya. Tapi kan antrian di belakang sudah panjang ya, dan tidak mungkin juga saya berhenti di pinggir jalan dengan lalu lintas yang cukup padat di pagi hari untuk menghitung kembalian. Jadi baru saya cek si uang kembalian itu setelah tiba di kantor.

Dan iya dong, kembaliannya 16.500 sodara-sodara! Nggak seberapa banyak sih, tapi kan lumayan ya kalau petugas tolnya harus gantiin. Terus, kalau saya mau balikin si uang kembalian yang berlebih ini bagaimana caranya? Ingat pun tidak nama petugasnya siapa kan, dan pas pulang sore nanti, pasti bukan dia juga yang bertugas. Jadi gimana dooong?

Ribet amat sih Rin, ya udah sih disyukuri aja, lumayan buat bayar tol berikutnya.

Heuheu, iya sih, akhirnya yaaa ‘terpaksa’ akan begitu sih, atau mungkin nanti uangnya akan saya kasih ke pengamen/pengemis gitu aja kali ya, jadi saya tidak terlalu merasa bersalah :P. Tapi, moral of the story-nya adalah, meski mungkin sepele, saya harus lebih teliti lagi saat menerima uang kembalian.  Sekian curcol pagi ini :D.

Ada yang pernah mengalami juga kah? Share dong 🙂

15 Comments

  1. Arman

    Iya disyukuri aja… Haha

    Reply
  2. jampang

    jangan-jangan kasihnya 20.000-an?

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Nggak bang, inget bgt ngasih 5ribuan,msh baru uangnya bagus. Sempet mikir “sayang jg nih dkasih,bs buat angpau” hihihi

      Reply
  3. Adi Setiadi

    Saya juga jarang mengeceknya. Isteri saya yang lebih peka..

    Reply
  4. aldilalala

    Biasanya kalo dari indomar*t saya cek ulang sama struknya, karena beberapa waktu lalu kan ada isu yang ga enak gitu kak. Kalo belinya di pasar sih pakai uang pas biar ga ngerepotin penjualnya 😀

    Reply
  5. febby aurora

    Aduh bener banget kak, jadi inget suka dimarahin ayah karena nggak ngecek uang kembalian~^^”a Ngomong-ngomong, salam kenal!!

    febiola-febby.blogspot.com

    Reply
  6. alrisblog

    Keteledoran kembalian yang berlebih jelas merugikan yang memberikan kembalian. Sebaiknya sisa kelebihannya dikembalikan. Kalau tak bisa disedakahkan saja dengan niat pahalanya buat yang punya. Menurut saya itu lebih baik.
    Lha, kita di supermarket sering misuh-misuh kalau kurang kembaliannya.

    Reply
  7. ndu.t.yke

    Blm pernah sih kayaknya. Iya sih spy ga merasa bersalah, cemplungin kotak amal sahaja. Moga2 si mbak ngga sedih yo krn kudu nomboki. Sing ikhlas yo mbak…..

    Reply
  8. liandamarta.com

    Sama kayak aku nih, suka gak ngecek uang kembalian. Ngeceknya baru malem pas lagi rekap pengeluaran harian. Tapi kalo ada kembalian berlebih gitu, suka aku masukin ke kotak amal teh 🙂

    Reply
  9. nh18

    Jujur …
    saya tidak tau apa saya pernah mengalaminya atau tidak …
    karena … (untuk banyak kasus)
    saya jarang (bahkan tidak pernah) menghitung uang kembalian. Jadi saya tidak tau apa uang kembalian saya kelebihan atau kekurangan … hahaha

    salam saya Orin

    Reply
  10. Efi Fitriyyah

    Aku seringnya kalau salah kembalian itu malah kurang, Yin hehehe. Kalau lebih paling seribu dua ribu. Ya tetepnlah aku balikin. Kadang suka ngecek kalau belanja di pasar, takut salah kembalian. Kadang emang bener kembalianya. Kan harga sayur mayur sama bumbu gitu suka fluktuatif, ya. Pernah balikin kelebihan yang cuma gope. Sepele tapi ga enak aja bukan hak kita. Pedagangnya seneng banget pas dikasih tau dia salah ngasih kembalian.

    Reply
  11. Sekar

    aduh itu petugasnya ngantuk kali ya. kasihan juga sih, tapi ya gimana.. alhamdulillah mbak. rejeki tak terduga meski cuma belasan ribu 😀

    Reply
  12. Indi Sugar

    Kalau kembalian berlebih belum pernah, tapi kalau kurang pernah. Waktu itu antrian di loket tol panjaaaang banget dan petugas yang kasih kembalian buru-buru plus uangnya diuwel-uwel. Tapi bapakku selalu minta aku cek, jadi beliau langsung stop tepat di depan palang yang baru tertutup. Lucunya (atau anehnya) petugasnya langsung turun dan kasih kembalian yang jumlahnya benar. Jadi sepertinya dia juga sadar kalau salah, hihihi 😀

    Reply
    1. Orin (Post author)

      wahhhh…iya ya, petugasnya pun tau berarti kalo dia salah ngembaliin. kebiasaan bapaknya Indi harus ditiru nih, selalu ngecek kembalian

      Reply
  13. Fazzams

    Kalau kaya begitu saya bingung, apakah uang kembalian berlebih itu halal buat kita atau tidak ._.

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: