Rindrianie's Blog

Terima kasih Totto-chan…

Apakah Sahabat pernah membaca novel Totto chan? Buku tersebut lebih merupakan semacam otobiografi Tetsuko Kuroyanagi, karena menceritakan pengalaman Tetsuko ‘Totto chan’ Kuroyanagi semasa kecil, saat bersekolah di Tomoe Gakuen. Buku yang menarik karena menerapkan sistem pendidikan yang berbeda pada zaman itu (sebelum terjadi perang dunia ke-2). Seorang teman pernah mengatakan bahwa buku itu bisa dikatakan Laskar Pelangi-nya Jepang 🙂

Saya pernah membaca buku ini, dulu saat masih kuliah di Jatinangor dengan meminjamnya di perpustakaan kampus, kurang lebih 6 tahun yang lalu. Buku ini -walaupun bagus- bukan termasuk buku favorit saya. Sehingga saat saya sudah bekerja dan mulai mengoleksi buku -tidak sekedar peminjam abadi seperti sebelumnya-, buku ini bukan salah satu buku yang ada dalam daftar ‘harus beli’ saya. Tetapi ‘Totto chan’ memang sudah membantu saya, dan untuk itulah saya ingin berterima kasih.

Malam itu, tanggal 11 Januari 2010, sudah hampir jam 12 malam. Tetapi saya belum juga bisa menyelesaikan tugas -yang nilainya akan menjadi nilai Ujian Akhir Semester- mata kuliah Telaah Prosa Jepang itu. Cerpen berbahasa Jepang 16 halaman itu hampir selesai saya terjemahkan, tetapi rasanya tidak mungkin saya menyelesaikan tugas tersebut dengan baik.

Inti dari tugas tersebut adalah menganalisa setiap unsur intrinsik dalam sebuah cerita. Seperti plot/alur cerita, tokoh-tokoh yang berperan dan penokohannya (protagonis, antagonis dan sebagainya), tema, latar belakang (kapan dan dimana setting cerita tersebut), amanat yang ingin disampaikan penulis, dan lain-lain.  Tugas yang tidak terlalu sulit sebetulnya, tetapi menjadi masalah besar karena ternyata bahan yang sedang saya terjemahkan untuk dianalisa itu, adalah cerpen ber-genre kontemporer yang tidak menganut semua unsur sebuah prosa pada umumnya.

Pusing karena begadang telah melanda, panik juga mulai menyerang karena tugas itu (rasanya) tidak bisa saya selesaikan.

Pagi menjelang, cerpen karya Takeo Arishima itu selesai saya terjemahkan, tetapi point penting yang harus dianalisa masih menggelap. Pukul 1 pagi, dan bahkan saya tidak bisa mengerti tema dalam cerita itu apa. Setengah mendumel saya merutuki diri saya sendiri, kenapa begitu lalai mengerjakan tugas ‘in jury time’ seperti ini, padahal ada waktu sekitar 1 bulan penuh sebelum hari pengumpulan, dan saya malah baru mengerjakannya saat besok harus dikumpulkan! Duh…

Tetapi menyesal pun tentu tak ada gunanya. Yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikan tugas tersebut dengan baik.

Lantas, teringatlah saya dengan gadis di balik jendela itu. Novel  ‘Madogiwa no Totto chan’ pernah saya baca bertahun-tahun lalu saat masih kuliah di Bandung, saya pun memutuskan akan menganalisa novel laskar pelangi-nya Jepang itu saja untuk tugas kali ini. Mengumpulkan serpihan kenangan saya akan buku itu ternyata tidak semudah yang saya inginkan. Mungkin karena panik dan juga mengantuk, ingatan itu mengabur.

Segera saya cek www.goodreads.com, saya baca satu persatu review dari para pembaca Totto chan, mencoba merefresh ingatan saya mengenai isi novel itu. Tetapi itu pun belum bisa menyempurnakan tugas yang sedang saya kerjakan. Saat itu saya menyesal kenapa saya tidak memiliki buku itu. Satu jam berikutnya tugas itu berhasil saya kerjakan, walaupun sangat ‘minimalis’ karena bukan analisa dari sumbernya langsung. Dan saya sudah pasrah jika nilai untuk mata kuliah ini tidak sesuai yang saya harapkan.

Saat shubuh tiba, waktu tidur saya yang hanya beberapa jam tidak membuat saya ingin tidur kembali, saya malah mencoba memperbaiki tugas minimalis saya itu. Dan saat itulah saya teringat sepertinya sahabat saya di kantor memiliki buku tersebut. Segera saya meng-sms beliau, dan ternyata dugaan saya memang betul, dan ‘nasib’ tugas saya pun akhirnya terselamatkan. Waktu istirahat saya ngebut membaca cepat Totto chan, dan langsung menambah-kurangi tugas minimalis saya. Pukul 5 sore, saya pun dengan percaya diri mengirimkan tugas tersebut pada Sensei.

Satu bulan berikutnya, saya cek hasil studi saya dengan cemas. Tentu ada beberapa mata kuliah yang saya yakin akan bagus hasilnya, dan beberapa lagi yang masuk kategori ‘mengkhawatir’kan, salah satunya mata kuliah Telaah Prosa ini, karena hasil UTS saya sebelumnya pun kurang memuaskan. Tetapi…voila…ternyata nilai saya ‘A’ untuk mata kuliah itu !! Alhamdulillah…

Terima kasih banyak Totto-chan, walaupun saya masih saja belum berniat membelimu hingga sekarang. he he he 😀

0 Comments

  1. aichaneru

    ….memang di saat-saat injury time itulah otak akan bekerja maksimal…:D
    lamun teu kitu lain budak kampus…
    cigana pas shalat shubuh nu dipikiran Totto Chan da… 😀

    Reply
    1. Rinrin (Post author)

      Huwaa…kanyahoan euy sayah hihihi…
      Makasih ah Aichaneru 🙂

      Reply
  2. NISRINA NA'ILAH R

    ………………
    byk tugas suruh buat sinopsis toto chan, suruh gambar 3 lembar ……………..
    adughhhhh ppppuuuuuuuuuuuuussssinggggg

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Waaahh…tetap semangat ya Jeng, 頑張ろう!!!

      Reply
  3. qq

    lg ngebahas nih buku..
    blm selese2.. 🙁

    Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: