Rindrianie's Blog

Terlupakan

Lagi, seorang teman kantor resign karena menerima beasiswa Master Degree di Belanda sana. Sedih tentu, karena beliau ini orang berkategori kocak, yang mungkin inspirasi tag line sebuah iklan dengan kalimat “ngga ada loe ngga rame” itu, berasal dari sosok seperti sang teman. Sekaligus juga bangga karena bisa bercerita dengan narsisnya “temen gue ya, ada yang bla..bla..bla..” semacam itu, menyenangkan memiliki seorang teman yang membanggakan seperti itu, bukan? Bahkan saya merasa ‘iri’ (in the positive way) pada keberhasilannya, yet, berdoa yang terbaik untuknya.

Nah, yang ingin saya ceritakan bukan kisah sukses sang teman tadi, tetapi keprihatinan saya kepada GM saya, yang tidak ingin saya sebutkan namanya demi kebaikan saya sendiri (halah… :P). Kita sepakati saja Pak GM yang orang Jepun itu Mr. Mori, sementara teman saya sang penerima beasiswa dengan nama Romi.

Mr. Mori terhitung baru menjadi di GM di kantor kami, tepatnya sejak April setahun lalu. Romi sudah bergabung dengan kantor lebih dari 5 tahun yang lalu. Secara hitungan waktu kerja, Romi lebih senior dong ya he he.

Mulai serius nih ya. Sebagai seorang GM, pada saat farewell speech di hari terakhir Romi ngantor, Pak Bos Mori adalah orang pertama yang diperkenankan menyampaikan sepatah dua kata perpisahan untuk Romi yang akan segera terbang ke Belanda. Pak Mori pun dengan bahasa Inggris yang tertatih terseok mengucapkan beberapa kalimat “berterima kasih atas pengabdian Romi…”, “Selamat jalan dan semoga sukses….” blah…blah…blah… Tidak ada yang salah dalam pidato tersebut, kecuali si Mr.GM rupanya belum hapal (baca : tidak tahu) sosok yang manakah yang bernama Romi, dan sikap badan, tatapan mata maupun pidato beliau tertuju pada orang yang salah!!!

Ada teman lain yang rupanya menyadari hal tersebut, dan mendorong-dorong Romi untuk berdiri lebih ke depan, sedemikian sehingga Pak Bos sadar bahwa dia-lah anak buah yang sedang diberi-nya wejangan itu. Cara itu lumayan berhasil, karena beberapa detik sebelum pidatonya berhenti, Mr. Mori sukses menyampaikan pidatonya ke orang yang tepat.

Prosesi selanjutnya berjalan normal. Setiap wakil divisi dan semua expat menyampaikan pesan dan kesan pada Romi, dan Romi pun menyampaikan farewel speech-nya yang mengharukan, ditutup dengan sesi berfoto bersama di depan kantor seperti tradisi kami selama ini. End of story.

Tapi, peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu itu telah membuat saya berpikir, bahwa somehow someday, kita (baca : saya) akan terlupakan begitu saja. Dari tiada kembali tiada, mungkin pernah ada, tapi mungkin saja tidak betul-betul ‘ada’.

Bingung? Oke, saya juga bingung kok hihihihi

Bagi Mr. Mori, Romi mungkin tidak terlalu penting keberadaannya, sehingga tidak terlalu penting juga bagi beliau untuk menghapal dan mengenali Romi. Mr. Mori akan bertugas di Indonesia sekian tahun ke depan, dan akan kembali tiada saat kepulangannya ke Jepang nanti. Keberadaannya hanyalah sepenting ‘fungsi’ beliau sebagai sebuah pimpinan dari sebuah kantor. Saat ada seseorang yang lain yang menggantikannya kelak, keberadaannya pun kembali menjadi tidak penting.

Begitu juga Romi. Dikenali ataupun tidak dirinya oleh seorang Mr. Mori atas dedikasi dan kinerja selama lebih dari 5 tahun, tidak akan mengurangi esensi dirinya sebagai manusia yang telah ‘mengada’. Beliau memang telah tiada dalam lingkungan kantor kami, tetapi mengada di suatu tempat lain di Delft sana, yang akan menjadikan keberadaannya (mungkin) lebih penting daripada Mr. Mori suatu saat nanti.

Hadoooh…pemikiran saya ini terlalu berat bahkan bagi saya sendiri (hahahaha….)

Eniwey, saya hanya mengambil sebuah hikmah yang ingin saya pikirkan lebih lanjut. Bahwa saya tidak ingin ‘terlupakan’ begitu saja. Bahwa saya memang tidak penting, bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Bahwa saya tidak mau seperti jejak di pasir pantai yang segera hilang saat ombak menyapunya.

Dulu saya memang tidak ada, dan akan kembali tiada entah besok atau kapan. Tapi saya ingin tidak sekedar pernah ada, saya ingin mengada, entah bagaimana dan menjadi seperti apa. Semoga…

0 Comments

  1. ilmaffectional

    iya euy, baru sehari ga ada dia aja udah sepi nih kantor *sigh*

    walopun orangnya super nyebelin karena sering nyela2in gw, tapi tu anak diem2 ngangenin juga ya, hahahaha…

    dan iya, saya juga iri sama dia.. gw yg selama ini koar2 beasiswa malah ga berangkat2 *sigh*.. mudah2an kita bisa nyusul dito&jepun ke eropa ya riiin, amiin, eehehe..

    dan iya, bener.. sampe sekarang masih kesel kalo inget farewell speech dari Engkong-nya Orin.. ckckck, sampe speechless……..

    Reply
    1. Orin (Post author)

      Iyaa…. eta si engkong emang kudu ditajong, pikasebeleun pisan >_<

      Adeuuuhhh….ada yg kangen sm Dito uy heuheuheu… 😛

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: